Senin, 02 Juli 2012

TOPIK UTAMA - infoku 32


Pendidikan Blora Menurun Siapa Yang Salah
INFOKU, BLORA- Nampaknya Dindikpora Blora harus berbenah, mengingat tahun ini terjadi penurunan prestasi dibidang pendidikan Blora secara menyeluruh.
Penurunan Pretasi yang dimaksud adalah Prosentase tingkat kelulusan Siswa SMP/MTs/SMPLB yakni 98,6 % dibanding tahun lalu yang mencapai 99,1%.
Sebagaimana diketahui Jumlah siswa sekolah SMP/MTs/SMPLB di Kabupaten Blora yang tidak lulus mencapai 172 siswa dari 12.578 siswa yang mengikuti ujian nasional (UN) tahun 2012.
Dari jumlah itu 110 siswa diantaranya adalah dengan status sekolah negeri.  Sedangkan untuk sekolah Swasta ada 12 siswa dan untuk MTs sebanyak 50 siswa.
 “Siswa yang tidak lulus jumlahnya ada 172 siswa, atau mencapai 98,64 persen,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) Blora, Adi Purwanto melalui Kabid Pendidikan Dasar Wardoyo, Sabtu (2/6).
Menurut Wardoyo, jumlah yang tidak lulus pada tahun ini memang lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 115 orang.
“Melihat hal itu maka, kepala Sekolah yang siswanya tidak lulus akan dikumpulkan untuk dilakukan evaluasi bersama,” jelasnya.
Terpisah Ateng Sutarno LSM Wong Cilik saat ditemui mengatakan kenaikan jumlah siswa yang tidak lulus, adanya berbagai dugaan awal.
Menurut Ateng yang juga mantan guru SMPN 5 Blora ini dugaan atau penyebab kurang siapnya para guru, terhadap penerapan Visi dan Misi Bupati Blora terhadap sekolah gratis.
“Sepertinya mereka kurang semangat dalam mengajar murid disekolah,” kata Ateng.
Saat ditanya faktor apa yang menyebabkannya, dia menduga faktor pendapat diluar gaji para guru hilang.
“Sejak adanya Permendiknas dan ditindaklanjuti Perbup, tentang ditiadakanya Sumbangan Siswa Didik atau yang lebih dikenal Uang Gedung dihapuskan, Praktis uang di komite sekolah kosong. Sehingga mereka yang biasa dapat uang tambahan mengajar atau uang jabatan menjadi tidak ada,” jelas Ateng.
Data yang diperoleh infoku sebelum adanya Permendiknas maupun Perbup memang adanya tarikan uang komite sekolah, pada tiap pemerimaan siswa didik baru.
Sehingga sekolah mempunyai uang Komite Sekolah yang cukup banyak, dan dapat digunakan untuk pembiayaan proses kegiatan belajar dan mengajar.
Disamping uang Komite Sekolah digunakan untuk gaji GTT, juga ada uang tambahan jam mengajar bagi para guru, tunjangan kasek, tunjangan Wakasek, Tunjangan Wali kelas, tunjangan guru ekstrakurikuler. 
Sementara terpisah Bupati Blora Djoko Nugroho sangat menyayangkan bila penurunan prestasi para siswa Blora, disebabkan oleh guru yang mempunyai mental seperti itu.
“Saya kira Pemerintah telah memberikan perhatian kesejahteraan yang baik bagi para guru begitu juga bagi sarana dan prasarana, apa yang kurang,” kata Kokok panggilan akrab Bupati Blora ke 27 ini.
Menururutnya Kesejahteraan yang dimaksud adalah Sertifikasi para guru, Insentif GTT dari APBN maupun APBD Propinsi bahkan APBD Kabupaten.
“Harusnya mereka lebih disiplin dan bersemangat dalam bekerja, dan mempunyai strategi yang jitu dalam mengajar sehingga akan menghasilkan kwalitas anak didik yang baik,” tandas Bupati saat Jumpa Pers Jumat (8/6) .
Djoko Nugroho juga menambahkan disamping peran guru disekolah peran orang tua dirumah perlu ditingkatkan dalam mengawasi dan membimbing putra-putrinya. (Agung)
  

Adi Purwanto (Kadindikpora)
Insentifkan Pembinaan Para Guru
INFOKU, BLORA- Untuk mengatisipasi penurunan semangat mengajar para guru menjadi perhatian yang serius dari Adi Purwanto selaku kadisdipora Blora.
“Memang perlu perhatian serius untuk menghadapi para guru yang semangat dalam mengajar siswanya,” katanya.
Artinya lembaganya harus lebih aktif dan rajin melakukan pembinaan bagi para pendidik.
Hal ini dimaksud untuk menggugah kesadaran para guru tentang penting mendidik siswa secara serius.
Disisi lain Adi juga menambahkan untuk meningkatkan prestasi yang harus lebih baik dari tahun sebelumnya perlu persiapan yang lebih matang dalam menghadapi ujian ditahun mendatang.
“Sekolah hendaknya lebih memperhatikan para siswanya dalam menerima pelajaran yang diajarkan para guru,” tegasnya.(Agung)




Ateng Sutarno (Mantan Guru SMPN 5 Blora)
RSBI Bukan Jaminan Lebih Baik
INFOKU, BLORA- Disisi lain dari kelulusan menurut Ateng perlu dikaji lagi tentang apakah layak RSBI tetap dipertahankan keberadaannya di Blora.
Alasan dia mengatakan itu disebabkan rata-rata NEM siswanya, boleh dikata dibawah dari Sekolah Umum.
“Saya setuju, banyak orang yang mengatakan Sekolah RSBI Bukan Jaminan lebih baik dari Sekolah lain pada umumnya,” kata Ateng.
Bahkan di Olimpiade Saint SMP baru-baru ini persaingan RSBI dengan SSN sangat ketat sekali bahkan sekolah pinggiran yang sebelumnya tidak diperhitungkan justru menyodok diatas.
Untuk itulah dia berharap agar tahun depan sekolah yang berstatus RSBI wajib lebih baik dari tahun ini.
“Janganlah kepercayaan orang tua siswa pada sekolah RSBI, dengan biaya yang dikeluarkanya lebih banyak di banding sekolah lain, sia-sia adanya,” tandas Ateng.(Agung)
 klik gambar>>>baca model TABLOID