Selasa, 17 Juli 2012

POLITIK & HUKUM - INFOKU 33


Dilantik sebagai Anggota Dewan Berjanji Tetap Kritis
INFOKU, BLORA- Aris Subandono, Sabtu (23/6), dilantik menjadi anggota DPRD Blora. Dia sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) rekan satu partainnya dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Almarhum Ahmad Hasan.
Ahmad Hasan meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Kudus pada 17 Agustus 2011.
"Ya, hari ini saya dilantik sebagai anggota DPRD Blora," ujar Aris Subandono. Sebelum terjun di dunia politik, Aris yang asli dari Kecamatan Todanan itu dikenal sebagai aktifis mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Berulang kali dia memimpin rekan-rekannya menggelar aksi unjuk rasa mengkritisi kebijakan pemerintah. Dia juga kerap tampil di atas podium demontrasi antikorupsi di kejaksaan negeri Blora maupun Polres.
Kekritisannya itu diharapkan tetap menggelora saat ia duduk di kursi "empuk" sebagai anggota DPRD, bukan malah larut dalam sistem yang terkadang menguntungkan diri sendiri yang berbalut memperjuangkan aspirasi rakyat.
"Kurang lebih 25 bulan saya akan menjadi anggota Dewan. Saya akan perjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan saya termasuk aspirasi rakyat Blora secara keseluruhan. Saya juga akan ikuti program-program yang ada di DPRD," tandasnya.
Pelantikan PAW Aris Subandono dilakukan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Blora. Dengan dilantiknya Aris, jumlah anggota DPRD Blora kini sebanyak 44 orang. Jumlah tersebut belum memenuhi kuota anggota DPRD hasil pemilihan umum legislatif, yakni sebanyak 45 orang.
Satu kursi di DPRD masih lowong setelah Ketua DPC PDIP, Colbert Mangaratua, mengundurkan diri sebagai anggota legislatif pada akhir 2011.(Endah /AM)


Dicegat ,Dibacok ,Disikat Motornya
INFOKU, REMBANG- Muhammad Roy Setiawan,14 th , seorang remaja asal Desa Sendangmulyo, Kecamatan Bulu Senin malam (18/6) pukul 20.00 W.I.B terpaksa harus merelakan sepeda motor ,mio bernopol K.5305 BM yang ditungganginya.
Pasalnya saat  melintas  di jalan Jalur Sulang-Sumber, tepatnya di turut  Desa Pondok rejo di cegat lalu dirampas secara paksa oleh empat orang pria tak dikenal 
Kapolres Rembang AKBP Adhi Fandhi Aritanto melalui Kapolsek Bulu AKP Subali saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
Pihaknya menjelaskan ,kejadian bermula saat itu,   korban hendak  bermaksud menjemput seorang temannya yang tak jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara)
Namun,Belum jauh berkendara, tiba –tiba di cegat empat orang pria tak dikenal yang salah satunya bersenjatakan pedang,
Mereka menghentikan laju sepeda motor korban. salah seorang pelaku nekat menyabetkan pedang ke pergelangan tangan kanan korban,
Secara spontan korban berusaha mempertahankan sepeda motornya.namun upayanya gagal.
Akhirnya Pelaku berhasil  menggondol paksa sepeda motor milik korban ke arah timur (Sulang). .
“Korban menderita luka di pergelangan tangan kanan dengan lima jahitan. Ia disabet pedang,sepeda motor korban diketahui sebagai sepeda motor pinjaman ” jelas Kapolsek.
Sampai berita ini ditulis AKP Subali mengaku masih mendalami aksi Curas (pencurian dengan kekerasan) tersebut, termasuk mengorek keterangan dari korban. “Yang jelas, jalur tempat kejadian itu adalah jalur sepi,
Dia menjelaskan sebenarnya Satuanya secara rutin telah menggelar patroli di jalur-jalur sepi di wilayah kerjanya,  hanya patroli rutin tidak difokuskan di Jalur Sulang-Sumber..
"Tapi kami  fokus patroli rutin  di Jalur Rembang-Blora tepatnya di kawasan Songkelmereng,dimana jalur tersebut yang paling rawan aksi kejahatan ”ungkapnya .(Sugiarti)
 klik gambar>>>baca model TABLOID