Minggu, 01 Juli 2012

PEMKAB BLORA - INFOKU 32


Kuota untuk Siswa Kurang Mampu Wajib ada Di RSBI
 INFOKU, BLORA- Rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) diwajibkan  menyediakan kuota untuk siswa kurang mampu namun pintar.
‘’Kuota minimal 20 persen dari total peserta didik RSBI. Kuota tersebut untuk siswa kurang mampu,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Adi Purwanto, Sabtu (26/5).
Selama ini RSBI terkesan sebagai sekolahnya para siswa kaya karena biaya yang mahal. Menurut Adi Purwanto pemberian kuota tersebut guna memberikan kesempatan kepada warga kurang mampu menikmati pendidikan berkualitas.
Dia meminta pihak sekolah menyosialisasikan adanya kuota tersebut kepada khalayak, sehingga masyarakat luar mengetahuinya.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomer 48/2008 tentang Pendanaan Pendidikan serta Permendiknas nomor 78/2009 tetang Penyelenggaraan RSBI antara lain disebutkan bahwa sekolah (RSBI) harus membebaskan semua biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu.
Karena itu, Adi Purwanto yang juga mantan kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan agar sekolah penyelenggara RSBI tidak menyembunyikan aturan itu. ‘’Kami akan awasi pelaksanaan aturan tersebut. Penyelenggara RSBI harus melaksanakan aturan itu,’’ tegasnya.
Lebih lanjut Adi Purwanto menjelaskan kuota 20 persen dari jumlah peserta didik untuk siswa kurang mampu di RSBI adalah untuk memberikan kesempatan yang sama pada semua masyarakat.
Karena itu, jika ada masyarakat kurang mampu namun dari sisi akademis layak masuk RSBI, maka sekolah tidak boleh menolaknya. ‘’Aturannya sudah sangat jelas. Aturan tersebut harus dilaksanakan,’’ tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya ada enam sekolah penyelenggara RSBI di Blora. Yakni SMAN 1 Blora, SMKN 1 Blora dan SMK Migas Cepu, SMPN 1 Blora dan SMPN 2 Blora serta SMPN 3 Cepu.(Endah/AM)

 
Lanud Ngloram  Segera Difungsikan
INFOKU, CEPU- Kalau ke Cepu melalui Juanda (Surabaya) ternyata cukup jauh dan melelahkan. Melalui Semarang (Ahmad Yani) atau Solo (Adi Sumarmo) jalannya jelek dan melelahkan juga.
Sebenarnya paling enak jika bisa langsung turun di Cepu (di Lanud Ngloram), sayang sekali lanud ini belum bisa digunakan. Demikian antara lain dikatakan Sekjen Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Waryono Karno, Kamis (7/6) saat melalukan wisuda 309 mahasiswa PTK Akamigas Tahun Akademik 2011/2012, di aula Turibang Cepu.
            Hal ini sesuai dengan KMK 96 tahun 2007 bahwa pejabat negara harus mengoptimalkan sarana negara, bila tidak maka bisa diambil alih Menteri Keuangan. Menurut ketentuan ini bila pejabat tidak memfungsikan secara optimal aset tersebut akan diambil alih negara.
            Seusai melantik para mahasiswa PTK Akamigas, rombongan Waryono Karno yang mewakili Jero Wacik (Menteri ESDM) karena berhalangan hadir ini, meluncur menuju ke lokasi Lanud Ngloram yang terletak di Cepu sebelah selatan.
                "Membiarkan aset terbengkalai itu dosa. Suka tidak suka mari kita bangun kembali lapter Ngloram," ujarnya saat menghadiri wisuda mahasiswa PTK Agamigas Cepu, Kamis (7/6).
Lahan di lapter Ngloram adalah milik Kementerian ESDM. Lapter yang dibangun 1980 itu sejak 1984 sudah tidak aktif lagi.
Pemkab Blora menghendaki pemerintah pusat mengaktifkan kembali lapter Ngloram seiring berproduksinya minyak dan gas di Blok Cepu. "Aset itu akan kami serahkan ke Kementerian Keuangan," tandas Waryono.
Pembahasan pengaktifan kembali lapter Ngloram sempat dilakukan beberapa kali di Jakarta. Itu terjadi setelah Pemkab Bojonegoro Jawa Timur menghendaki di daerahnya dibangun lapter. Padahal jarak lapter Ngloram dengan Bojonegoro hanya sekitar 15 kilometer.
Hanya saja tampaknya pemerintah pusat lebih menghendaki lapter Ngloram diaktifkan guna mendukung mobilitas perminyakan di wilayah Blok Cepu. "Saya ingin mendarat di Ngloram, bukan di Djuanda, Ahmad Yani maupun Adi Soemarmo," kata Waryono menjawab harapan Bupati Blora, Djoko Nugroho.
Sementara itu Bupati Blora Djoko Nugroho dalam sambutannya selain menyinggung masalah Lanud Ngloram agar segera digunakan juga berterimakasih karena PNS khususnya dari Pemda mendapat kesempatan menimba ilmu di PTK Akamigas.
“Kesempatan mendapa ilmu dari Akamigas ini akan sangat berguna untuk mengelola minyak dan gas bumi di Blora,” ujarnya.
            Bupati Blora juga mengikuti rombongan dari Jakarta untuk meninjau Lanud Ngloram, setelah sebelumnya diminta untuk sering ke Jakarta sehingga masalah pelaksanaan Lanud Ngloram dapat segera terealisasi. Jika telah difungsikan banyak sekali keuntungan yang diperoleh Blora, khususnya Cepu karena akses transportasi ke Cepu dan sebaliknya akan lebih lancar. (Agustina/Endah)
Foto : Bupati Blora Djoko Nugroho saat mendampingi rombongan dari Kementrian ESDM di Akamigas 
klik gambar>>baca model TABLOID