Minggu, 12 Agustus 2012

Sekitar CEPU - INFOKU 35


Rumah Dibongkar- Hanya Jadi Penonton Proyek Tanggul Bengawan Solo
INFOKU, CEPU- Rumah yang berukuran 5x 12 M3  Rumah Milik Mulyadi(31) warga RT/RW 04/07 Desa Balun Kecamatan Cepu, Kamis (19/06) lalu mendapatkan perintah dari Desa untuk segera dibersihkan rumahnya. 
Mulyadi merasa kaget , karena belum mendapatkan ongkos pembongkaran dari kegiatan proyek tanggul bengawan solo yang dikerjakan oleh pihak PT. Adi Karya Dan Waskita Ini,
seperti  layaknya proyek  rel  ganda yang diberikan ongkos bongkar untuk pindah rumah dengan sepantasnya.
Atas kejadian ini Mulyadi menemui aparat kelurahan, ia minta keringan  dan solusi  bantuaan ongkos bongkar rumah ,
Namun usahanya sia-sia karena tidak ada bantuan dari manapun Terpaksa Mulyadi harus mombongkar rumahnya  menggunakan biaya sendiri .
Pembongkaran rumah dikerjakan  sendiri secara perlahan.
Ketika ditemui Infoku Mulyadi mengatakan pembongkaran rumahnya atas perintah aparat.
Menurut ceritanya saat membangun rumah dibantaran sungai bengawan solo tersebut dirinya mengelurkan biaya Rp 30 juta.
”Itu 5 tahun yang lalu, saat membangun rumah ini,” katanya.
Dia juga menceritakan selama ada proyek sepanjang bantaran sungai bengawan solo ini, dia pernah melamar untuk bekerja namun tidak diterima.
“Rumah harus dibongkar e. e .e ada proyek disekitarnya kok jadi penonton, padahal saya pernah melamar tapi ditolak,” ungkap Mulyadi.
Memang dari pantauan INFOKU di sepanjang Bantaran sungai Bengawan Solo Banyak berdiri rumah liar atau rumah yang tidak memiliki sertifikat.
Atas dasar inilah maka pembongkaran rumah-rumah liar tersebut sulit untuk realisasi kompensasi ganti ruginya.(Lukman)
 Klik gambar>>>baca modal TABLOID