Jumat, 03 Agustus 2012

PERTANIAN - INFOKU 35


Padi SRI AGUNG Diciptakan TNI untuk Masyarakat
INFOKU, BLORA- Sungguh luar biasa panen di dukuh Kali Tengah Kecamatan Jiken kabupten Blora, hasil dari padi dari jenis padi dari kwalita Siliwangi Parikesit Dewi Sri Agung (SPDSA) atau lebih dikenal masyarakat Blora dengan nama padi sri Agung dibanding jenis padi yang lain.
Panen yang dihadiri 3 Pejabat Mabes TNI, Dandim Blora, Ketua DPRD Blora, Kapolres Blora, Ketua Komisi D DPRD Blora dan Kepala Dinas instansi terkait serta kelompok tani, menghasilkan tak kurang 10 ton gabah per hektar.
Sebagaimana diketahui padi Sri Agung adalah jenis padi dengan pemupukan organik.
Menurut keterangan ketua panitia panen raya Dwi Astutik yang juga ketua Komisi B DPRD Blora, Padi Siliwangi Parikesit Dewi Sri Agung” atau SP DSA yang awalnya ditemukan oleh Mardi pada 2006 dan disempurnakan oleh Sersan Kepala (Serka) Sucipto, anggota Satuan Pengamanan dan Pengawal (Satpamwal) Denma Mabes TNI pada 2007.
“Sedang pengembangan varitasnya dilakukan oleh PAUS yakni kepanjangan Penyayang Alam Umat Semesta adalah paguyuban yang didirikan oleh anggota Detasemen Markas (Denma) Mabes TNI dan masyarakat yang bergerak di bidang pertanian,” Kata Tutik panggilan akrabnya.  
Lanjutnya Mereka (PAUS) melakukan penelitian dan pengembangan padi unggul dan pupuk organik.
Tujuan organisasi ini adalah untuk melestarikan alam semesta serta makhluk hidup yang ada didalamnya. Selain itu, organisasi ini berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Hasil yang melipat dari padi Sri Agung ini sudah diketahui banyak oleh masyarakat. Sehingga saat ini sudah ditanam dibeberapa wilayah pulau Jawa, mulai dari Tulung Agung, Cepu, Blora, Rembang, Yogyakarta, Karawang, Bekasi, Bogor (Jonggol, Cariu, dan Jasinga), Indramayu, Kuningan, Purwakarta, dan Cilangkap. Ditempat lain, Madura, Medan, dan Lampung juga ditanam padi jenis itu,” cerita Tutik..
Bahkan Maret lalu tambahnya, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono beserta istri, didampingi Wakil Menteri Pertanian Prof Dr Rusmawan, Pelindung Paguyuban Penyayang Alam Umat Semesta (PAUS) Letjen TNI (Purn) Soeyono,Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi Prof Dr Yusuf Gunawan, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Widjonarko, dan Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, melaksanakan  panen raya padi varietas baru Siliwangi Parikesit Dewi Sri Agung (SPDSA).Panen raya dilakukan di Desa Tegal Panjang  Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.
Sebagai keterangan Masa tanam padi ini berkisar sampai empat bulan. Padi yang berkualitas unggul, dengan rasa pulen, panjang malai rata-rata 25-35 cm, dengan 400-650 butir padi, berlabel ungu, tinggi batang padi + 120-140 cm, dan usia tanam 95-105 hari.   
Penemuan bibit padi ini juga disertai dengan pupuk cair organik.  Melalui pola tanam semi SRI (System Rice Intensification) bibit padi dan pupuk ini dalam satu hektar, rata-rata mencapai produktifitas delapan sampai sepuluh ton.
Ketika ditanya apa keistemewaan padi Sri Agung,  Dwi Astutik menyebutkan berfitamin tinggi, diantarnya Omega AA untuk kecerdasan, B12-B15 Untuk penyembuhan Kanker, Glukose anti diabet, Vitamin A dan Rendah Karbohidrat.
Sementara terpisah Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Abd.Haris,Sip Dalam sambutannya menyampaikan,
Kebijakan ketahanan pangan menjadi perhatian srius dalam pembangunan serta merupakan fokus utama dalam pengembangan pertanian, kebutuhan pangan merupakan suatu hal yang sangat mendasar bagi manusia dalam mempertahankan hidupnya.
Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk sangat berpengaruh kebutuhan pangan . Persoalan pangan di tanah air akibat ketidakseimbangan kapasitas antara produksi dan permintaan .
Pertumbuhan permintaan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan Produksi . sehingga ketidakseimbangan tersebut harus impor beras dari Negara lain .
Lahan pertanian di berbagai daerah masih cukup luas tentunya masih punya peluang besar untuk meningkatkan produksi pangan kususnya beras .
Padi Sri Agung merupakan generasi ke 15 yang sudah sempurna, salah satu tergolong bibit unggul, tahan hama dan standar untuk di komsumsi masyarakat dengan rasa pulen (Agung)
 klik gambar>>>baca model TABLOID