Senin, 30 April 2012

INFOKU PEMERINTAHAN edisi 29


Pedesaan akan dibangung PLTS
INFOKU, BLORA- Tahun ini direncanakan dibangun lima jaringan listrik baru, Untuk mengurangi jumlah dusun yang belum berlistrik,.
Hanya, dari lima rencana itu, baru dua yang sudah dipastikan dibangun. Dua jaringan tersebut menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
"Anggarannya dari pemerintah pusat dan dianggarkan dalam APBN," ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, Setyo Edy Sabtu lalu.
Dia mengatakan dua dusun yang menerima jaringan PLTS itu adalah Dukuh Klapanan Desa/Kecamatan Tunjungan dan Dukuh/Desa Nglebak Kecamatan Kradenan.
"Informasi yang kami terima, saat ini sedang proses lelang untuk memilih kontraktor yang akan membangun," katanya.
Sementara rencana pembangunan jaringan listrik lainnya adalah dengan menggunakan dana dari APBD kabupaten.
Selain itu, lanjut mantan Staf ahli Bupati itu, juga diusulkan pembangunan jaringan listrik kepada PLN.
Hanya, yang ini juga belum ada kepastian, sehingga, baru dua dukuh itu yang sudah pasti dibangun jaringan listriknya tahun ini.
"Semoga saja semua usulan kami disetujui, sehingga bisa mengurangi jumlah dukun yang belum berlistrik," tandasnya.
Sebanyak 40 dukuh tersebar di 15 dari 16 kecamatan sampai saat ini belum dialiri listrik.
Warga di dukuh tersebut harus ‘nyalur’ dari dukuh lain dengan jarak yang cukup jauh jika ingin menikmati listrik.
Cepu adalah satu-satunya kecamatan yang bebas dari dukuh belum berlistrik.(Endah)


Blora Belum Bebas Kusta
INFOKU, BLORA- Pencarian penderita baru penyakit kusta di kalangan siswa di Blora membuahkan hasil. Dinas Kesehatan (Dinkes) menemukan salah seorang siswa sekolah dasar (SD) di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo mengidap penyakit yang menyerang kulit tersebut.
"Nama siswa itu tak usah disebutkan saja, karena dia masih anak-anak. Namun yang pasti dia adalah anak dari warga Klopoduwur," ujar Kepala Dinkes, Henny Indriyanti, melalui Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2PLP), Lilik Hernanto, Minggu lalu..
Tidak diketahui pasti mengapa siswa tersebut mengidap penyakit kusta. Hanya Lilik memperkirakan penyakit tersebut ditularkan dari orang lain yang selama ini kerap berhubungan kontak badan dengan si anak.
 "Kami tegaskan penyakit kusta bukan penyakit turunan dari orang tua, tapi penyakit yang menular," katanya.
Lebih lanjut Lilik mengemukakan setiap tahun pihaknya menyiapkan sejumlah cara untuk menemukan penderita baru penyakit kusta. Tujuannya agar penderita segera diobati dan akhirnya terbebas dari penyakit kusta.
Cara tersebut diantaranya adalah survei cepat RVS dan school survey atau pencarian penderita di sekolah-sekolah.
Selain itu pemeriksaan kontak yakni pemeriksaan terhadap anggota keluarga yang di dalam rumahnya terdapat penderita kusta. "Kami akan berupaya menemukan kasus penyakit kusta sejak dini," tandasnya.
Dengan penemuan secara dini tersebut akan memudahkan penangangan bagi para penderitanya. Menurut Lilik, dengan pengobatan teratur penderita kusta bisa disembuhkan.
Tingkat kesembuhannya mencapai 90 persen. Justru, kata Lilik, jika terlambat diobati, penderita kusta akan mengalami cacat permanen.
"Kalau sudah terlambat diobati, penyakit kusta tetap bisa disembuhkan. Namun bagian tubuh yang terserang kusta, misalnya di tangan, akan tetap cacat," tandasnya. (Endah/AM)
 klik gambar-->baca model TABLOID