Kamis, 01 Maret 2012

INFOKU - Zodiak 26

Sudah Saatnya Petani juga Gunakan Pupuk Organik
INFOKU, BLORA- Himbauan Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dispertanbunnakikan)  Blora agar petani tidak terlalu banyak menggunakan pupuk kimia (anorganik) untuk memupuk tanaman padinya.
Sebab, jika pemakaian pupuk anorganik terlalu banyak struktur tanah akan rusak, sehingga membuat kesuburan tanah bisa berkurang.
Sebagai gantinya, petani diminta memakai pupuk organik secara berimbang. "Untuk menyelamatkan kesuburan dan struktur tanah menggunakan pupik organic menjadi langkah yang baik," ujar Kepala Distanbunnakikan, Sutikno Slamet, Senin (20/2).
Selain itu, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan juga menyebabkan tanaman rentan terserang penyakit. Hal itu terbukti saat ini sejumlah lahan padi milik petani diserang hama blas yang mengakibatkan bulir padi tidak berisi. Diduga salah satu penyebab munculnya penyakit itu karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.
Berdasarkan standar pemakaian pupuk kimia jenis urea misalnya, satu hektar lahan mestinya paling banyak hanya 250 kilogram pupuk.
Namun praktiknya, petani rata-rata menggunakan urea lebih dari 300 kilogram untuk satu hektare.
Sutikno Slamet mengemukakan di Blora sudah ada lahan percontohan yang menggunakan pupuk organik. Misalnya yang ada di Desa Tutup Kecamatan Tunjungan.
Di banding dengan tanaman padi di sekitarnya, yang menggunakan pupuk organik tumbuh lebih bagus dan buahnya juga padat berisi. "Hasilnya cukup bagus, buahnya juga besar," tandasnya.
Dengan menggunakan pupuk organik, kata dia, selain aman bagi lingkungan dan menyelamatkan struktur tanah, juga akan menghasilkan produk yang berkualitas dan sehat dikonsumsi sehingga harga jualnya lebih mahal.
Karena itu, di setiap kesempatan Sutikno mengaku tak bosan-bosan untuk mengkampanyekan penggunana pupuk organik di kalangan petani. Jika tidak mau sekaligus mengganti pupuknya, bisa kurangi sedikit-sedikit dan ditambah dengan pupuk organik. "Memang butuh waktu merubah pola pikir para petani, namun terus kami upayakan," tandasnya.(Endah/AM)
 klik gambar===>baca model TABLOID