Minggu, 30 Oktober 2011

INFOKU CEPU - edisi 18

Wisuda ke-7 STAI Al Muhammad Luluskan 141 Sarjana
INFOKU, CEPU- Dalam pelaksanaan wisuda ke-7 STAI Al Muhammad Cepu kini telah mewisuda sarjana lulusannya wisudawan dan wisudawati. Dalam wisuda yang dirangkai dengan millad atau Dies Natalies yang ke 13 ini dilaksanakan di Gedung SOS Sasono Suko Cepu pada Sabtu,(8/9).
Selanjutnya para wisudawan dan wisudawati secara otomatis menyandang gelar sarjana sesuai bidang profesi  jurusan masing-masing.
Kadarismanto, Ketua STAI Al Muhammad Cepu, menyampaikan bahwa STAI Al- Muhammad mempunyai visi, misi dan tujuan tersendiri.
”Sebagai perguruan tinggi yang memiliki orientasi masa depan, mencetak insan beriman, bertakwa kepada Allah SWT, berakhlakul karimah, berdedikasi tinggi, intelektual dan profesional,” terangnya.
Sebagai PTAIS yang berbasis Diniyah, Ilmiah, Ukhuwah, dan Amaliyah. Maka kami akan menyiapkan sarjana untuk menjadi pemimpin sekaligus menyiapkan sarjana yang profesional sesuai dengan bidangnya dan berakhlakul karimah.
”Disamping itu siap berkompetisi sesuai dengan orientasi dengan disiplin ilmu, ketenagakerjaan, dan global, serta menyiapkan sarjana yang mengedepankan pola pikir integral dan komprehensif menuju persatuan dan kesatuan umat.”ungkapnya.
Kemudian Dia atas nama seluruh unsur Pimpinan, Dosen, Karyawan dan Civitas Akademika mengucapkan  Selamat dan sukses kepada saudara para Wisudawan,”tuturnya.
Sementara itu, menurut Abdul Halim, Pembantu Ketua I menyampaikan,” bahwa dalam rangka Wisuda ke-7, STAI Al-Muhammad Cepu meluluskan 141 Sarjana S-1.
”Dengan rincian 10 wisudawan dari  Jurusan Syari’ah Prodi Al-Ahwal Asy-Syahsiyah (Hukum Perdata Islam), 131 ( seratus empat puluh satu ) wisudawan dari Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam,” kata Hallim.
Sementara Bupati Blora, Djoko Nugroho,  dalam sambutannya menyampaikan ungkapan apresiasinya tentang kontribusi STAI Al Muhammad Cepu pada Blora.
”Sebagai sekolah tinggi terkemuka di Cepu, dan Kabupaten Blora pada umumnya, saya harapkan semua lulusan ini mampu mengabdikan ilmunya untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia . Semoga bisa menjadi sarjana yang amanah dan mengangkat reputasi Civitas akademi STAI,”ungkapanya.(Lukman)


Ketoprak Wajib Dilestarikan
INFOKU, CEPU- Ketoprak  merupakan salah satu budaya yang harus dilestarikan sebagai bagian dari seni bangsa Indonesia, seperti layaknya ketoprak Kentong pada Jumat,(23/9) malam kemarin menggelar pertunjukkan di halaman rumah Sunaryo, Kepala Desa Kentong. Pertunjukkan ini selain untuk memeriahkan sedekah bumi, juga untuk sebagai puncak peringatan kemerdekaan RI ke-66 serta halal bi halal antara Pemerintah desa dengan masyarakat Desa Kentong.
          Dalam pagelaran ketoprak ini juga dimeriahkan oleh Purwadi Setyono,Camat Cepu yang ikut tampil sebagai Arya Wira Raja dalam lakon Ronggolawe Gugat. Tentunya ini menjadi motifasi dan daya tarik pribadi bagi ribuan penonton yang memenuhi lokasi pertunjukkan ketoprak.
          Menurut Sunaryo, Kades Kentong dalam hal iniketika diwawancarai di rumahnya desa kentong hari selasa (11/10),”ia menyampaikan bahwa , hampir semua pemain dalam peran ketoprak ini dalam pertunjukkan tersebut mayoritas perangkat serta para pengurus lembaga desa dan staff lainnya.”Kehormatan tersendiri bagi kami, Pak Purwadi, Camat Cepu ikut main. Dikarenakan ini menunjukkan kekompakan dari lembaga pemerintahan,”  kecamatan cepu katanya.
          “Acara sedekah bumi ini sebagai bentuk penghormatan kepada bumi yang skral,  bumi tempat kita berpijak ini, kita fungsikan apapun bentuknya,seperti,” kita buangi kotoran, kita olah untuk kepentingan untuk berteduh,fungsikan sebgai akses jalan raya dan lain sebagainya, namun ketika kita menanam tanaman, selalu menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan, oleh karenanya kita wajib bersyukur,” tambahnya yang acara ini terselenggara atas partisipasi masyarakat dan sponsor.
          Sementara itu, Purwadi Setyono, Camat Cepu mengakui sangat menghormati rasa salut yang mendalam dengan keharmonisan dan guyub warga Kentong untuk menyuguhkan budaya ketoprak yang merupakan warisan budaya dari nenek moyang yang sangat untuk di budidayakan dan dilestarikan.”Saya yakin kalau kita mau melestarikan budaya lokal, tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia luar. Dan saya salut atas ketoprak kentong yang namanya sudah tenar hingga luar desa dan luar daerah, yang hingga kini masih tetap terkenal,” katanya.
          “Pentingnya kebersamaan dan guyub ini, diharapkan mampu memperat tali silaturrahmi antar sesama. oleh mensukuri apa-apa yang telah Tuhan berikan kepada kita dengan selalu berbagi,” ungkap Ipong panggilan akrab camat Cepu. (Lukman)
 klik gambar===>baca model TABLOID