Jumat, 28 Oktober 2011

INFOKU ANEKA - ZODIAK edisi 18

Pemancing Temukan Dua Bom Peninggalan Jepang
INFOKU, CEPU-
Dua bom roket diperkirakan peninggalan Jepang ditemukan di dasar sungai Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, Blora, Senin (10/10). Belum diketahui pasti apakah bom roket tersebut masih aktif atau tidak. Bom yang ditemukan tersebut kini diamankan di Markas Brimob Polda Jateng di Pati.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bom yang sudah berkarat itu kali pertama ditemukan pemancing ikan, Maryono (43), warga Cepu sekitar pukul 05.30 WIB. Dia curiga lantaran mata kailnya menyangkut benda di dasar sungai. Ia berupaya menarik kailnya itu, namun tidak berhasil.
Sementara, warga lainnya menyelami sungai dan mendapati besi bagian luar roket. Khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, warga pun melaporkan kejadian itu ke polisi.
"Dulu pernah ditemukan bom roket di sungai Bengawan Solo ini juga. Makanya kami khawatir jangan-jangan benda yang tersangkut pancing itu bom juga, karena itu warga inisiatif melapor ke polisi," ujar Adi, salah seorang warga yang ditemui di lokasi. 
Tak lama berselang, aparat Polres Blora bersama sejumlah personel Brimob Pati tiba di kawasan jembatan Bengawan Solo di perbatasan Jateng-Jatim tersebut. Mereka kemudian mengangkat benda tersebut yang ternyata bom roket. Bom tersebut berdiameter 76 centimeter dengan panjang 110 centimeter.
Setelah berhasil mengangkat bom yang diduga produksi tahun 1948 itu, aparat Brimob melakukan penyisiran di kawasan tersebut. Hingga diketemukan lagi satu bom sejenis dengan berat sekitar 50 kilogram.
(Agustina/AM)

Optimis Raih Laba Rp 1 Miliar
INFOKU, BLORA- Penyertaan modal participating interst (PI) Blok Cepu mulai dirasakan manfaatnya. Meski terbilang lambat dan cenderung kecil namun rata-rata setiap tahun PI Blok Cepu telah memberikan kontribusi positif bagi pendapat daerah Blora.
PT Blora Patragas Hulu (BPH) selaku BUMD pengelola PI Blok Cepu bahkan optimis pendapatan bersih yang bakal diperoleh tahun ini meningkat menjadi Rp 1 miliar.
"Tahun lalu pendapatan bersih yang kami peroleh dari PI Blok Cepu sebesar Rp 600 juta," ujar Direktur Utama PT BPH, Christian Praseta.
Empat BUMD di wilayah kerja Blok Cepu diberi kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam permodalan penambangan minyak di kawasan tersebut.
Caranya dengan menyetor sejumlah uang sesuai porsi 10 persen PI. Keempat BUMD yang turut dalam PI Blok Cepu masing-masing dari BUMD Blora, BUMD Bojonegoro, BUMD Jateng dan BUMD Blora.
Dalam penyertaan modal, sebagian BUMD itu menggandeng investor. BUMD Blora menyertakan modal mencapai sekitar Rp 500 miliar yang sepenuhnya dibayarkan investor asal Surabaya.
Christian Prasetya mengemukakan peningkatan pendapatan terjadi seiring meningkatnya produksi minyak di Blok Cepu. Dia menyatakan dari pendapatan yang diterima tersebut, 60 persen diantaranya akan dimasukan ke dalam pendapatan asli daerah (PAD) Blora.
Adapun 40 persen lainya dipakai untuk kegiatan operasional maupun dana cadangan PT BPH. "Kontribusi ke PAD dimasukan tahun berikutnya dari pendapatan yang diperoleh tahun ini" tandasnya.
(Agung/AM)
 klik gambar===>baca model TABLOID

ZODIAK