Jumat, 24 Februari 2012

PNPM Infoku 25

Mengenal PNPM Mandiri Pedesaan
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan atau PNPM-Perdesaan atau Rural PNPM), merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di wilayah perdesaan.
PNPM Mandiri Perdesaan mengadopsi sepenuhnya mekanisme dan prosedur Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang telah dilaksanakan sejak 1998. PNPM Mandiri sendiri dikukuhkan secara resmi oleh Presiden RI pada 30 April 2007 di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Program pemberdayaan masyarakat ini dapat dikatakan sebagai program pemberdayaan masyarakat terbesar di tanah air.
Dalam pelaksanaannya, program ini memusatkan kegiatan bagi masyarakat Indonesia paling miskin di wilayah perdesaan.
Program ini menyediakan fasilitasi pemberdayaan masyarakat/ kelembagaan lokal, pendampingan, pelatihan, serta dana Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) kepada masyarakat secara langsung.
Besaran dana BLM yang dialokasikan sebesar Rp750 juta sampai Rp3 miliar per kecamatan, tergantung jumlah penduduk.
Dalam PNPM Mandiri Perdesaan, seluruh anggota masyarakat diajak terlibat dalam setiap tahapan kegiatan secara partisipatif, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan pengelolaan dana sesuai kebutuhan paling prioritas di desanya, sampai pada pelaksanaan kegiatan dan pelestariannya.
Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan berada di bawah binaan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Departemen Dalam Negeri.
Program ini didukung dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dana hibah dari sejumlah lembaga pemberi bantuan dibawah koordinasi Bank Dunia.
Perlunya Tim Pelatih Masyarat (TPM)
Pengelolaan training adalah suatu upaya untuk merencanakan dan mengelola pelatihan melalui Tahapan yang sistematis dan saling terkait, dari mulai tahap analisa kebutuhan pelatihan, penyusunan kerangka acuan (TOR) dan kebutuhan Biaya, penyusunan rencana penyel;enggaraan, serta penentuan proses monitoring dan evaluasinya.
Perlu diketahui, berdasarkan workshop 1”Ruang Belajar” (RBM) pada tanggal 27 September 2011 telah dibentuk kelompok kerja ( pokja) RBM, yang didalamnya terdapat 4 Koordinator Bidang ( sekaligus sebagai Tim pelatih masyarakat/TPM Kabupaten) meliputi: Pengawasan berbasis masyarakat : Advokasi Hukum : Media : Peningkatan Kapasitas masyarakat yang terdiri dari POD dan Gender, Menejemen pemerintahan desa.
Berdasarkan juknis pengguna BLM DOK RBM pada PNPM-Mandiri Pedesaan TA 2011. Ruang lingkup kegiatan Pokja diantaranya adalah penyusunan modul-modul kabupoaten dan penyelenggaraan TOT bagi TPM Kecamatan serta pelatihan lanjutan bagi pelaku program tingkan kecamatan atau Desa.
Dalam rangka menunjang penugasan tersebut maka pokja RBM kabupaten Blora berencana mengadakan TOT-TPM guna memersiapkan pengelolaan petihan masyarakat yang bersifat partisipatif. Mulai silabu, kurikulum, lesson plan dan bahan bacaan kedalam modul-modul local atau kabupaten mengacu modul nasional.
Sedang maksud dan tujuan kegiatan ini
-      Memperkenalkan model dan pendekatan pendidikan bagi orang dewasa (POD) dan konsepsi Pemeberdayaan masyarakat.
-      Mesosialisasikan metode perencanaan dan pelaksanaan latihanmasyarakat yang partisipatif.
-      Bedah draft modul dan finalisasi nodul pelatihan yang partisipatif sebagai pegangan/panduan bagi TPM.
-      Tersusunya panduan tehnis dan media pelatihan bagi TPM kabupaten dan kecamatan yang aplikatif bagi peningkatan kapasitas masyarakat.
Hasil yang dicapai diantarnya
-      Mengembangakan modul nasional menjadi modul local sesuai karekteristik wilayah kabupaten Blora.
-      Mengembangkan panduan tehnis dan Hand-out bagi penyelenggaran pelatihan masyarakat yang partisipatif.
-      Tersusunnya lembar kerja hasil praktek belajar dalam TOT- TPM yang diselenggarakan ini.
-      Menyusun RKTL pelaksanaan pelatihan dasar dan pelatihan lanjutan di kecamatan dan desa/kelompok.(Agung)
 klik gambar===>baca model TABLOID