Senin, 23 Januari 2012

INFOKU SEMARANG - edisi 23

PT Jasa Marga Bergolak
INFOKU, SEMARANG- Terkait dengan tuntutan kurang lebih 5.157 orang karyawan PT Jasa Marga se Indonesia, aksi tersebut tak mengganggu operasional layanan jalan tol, sehingga pengguna jalan bebas hambatan itu tidak pernah menyangka pada Kamis (5/1), saat dimulainya aksi keprihatinan, berupa pemakai pita kuning di lengan seragam para karyawan.
Di Semarang, aksi damai itu juga dilaksanakan dengan tanpa gejolak. Para karyawan yang ada dibawah Serikat Karyawan Jasa Marga (SKJM) DPC Semarang melalui ketuanya, Aji Suprihadi menjelaskan kronologinya.
"Memang pada setiap tahun ya pihak direksi sudah memberi kenaikan gaji dengan kisaran 6 sampai 10 persen, tapi itu terasa tidak sepadan jika dibandingkan dengan laba Jasa Marga selama ini.
 Maka kami menuntut kenaikan gaji sampai 30 persen," jelas Aji Suprihadi yang dampingi Agus Hartoyo SE, sekertaris SKJM DPC Semarang.
Sementara secara terpisah, Ari Wibowo, Ketua SKJM DPP di Jakarta ketika di hubungi HP nya menjelaskan,
"Sebenarnya 30 persen itu hanya tuntutan, karena tentu kami juga akan melihat kemampuan perusahaan, jadi kalau kurang dari 30 persen kami juga akan akan menerimanya," kata Ari Wibowo.
Namun baik Ari Wibowo maupun Aji Suprihadi optimis, tuntutan mereka akan dikabulkan pihak perusahaan, "Setidaknya bulan Juli pasti ada kenaikan," kata Ari Suprihadi.(Tanti)


3.935 Guru Terima Sertifikat Profesi
INFOKU, SEMARANG- Kurang lebih 3.935 guru menerima sertifikat profesi dari lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) Rayon 139 IKIP PGRI Semarang, Kamis (22/12). Mereka adalah peserta sertifikasi 2011 baik dari jalur portofolio maupun pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG).
Peserta yang mengikuti sertifikasi guru di Rayon 139 diantaranya berasal dari Demak, Pati, Kudus, Rembang, dan Jepara. Pelaksanaan proses tersebut dilakukan secara bertahap selama satu tahun ini.
Ketua Panitia Sertifikasi Guru Rayon 139 Ngasbun Egar mengatakan, bahwa pada tahun 2011 ini guru yang terdaftar mengikuti sertifikasi di Rayon 139 sebanyak 5.040 orang, terbagi 4.305 orang guru dinas pendidikan dan 735 orang guru kementerian agama.
Namun, tidak semua guru mengikuti pendidikan sertifikasi di rayon 139, karena ada beberapa prodi yang tidak dimiliki IKIP PGRI sehingga sebagian mereka dikirim ke LPTK lain, yakni Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo.
"Disini untuk prodi Olahraga, Seni Budaya dan SD Luar Biasa tidak ada, maka ada sebagian guru pendidikan sertifikasinya diikutkan ke LPTK lain, seperti Unnes dan UNS. Sementara, yang terdaftar mengikuti pendidikan sertifikasi dari prodi lain yang ada di IKIP PGRI Semarang yaitu 3.987 guru dari berbagai wilayah tersebut," katanya yang juga Pembantu Rektor I IKIP PGRI Semarang ini.
Para guru yang telah menerima sertifikat profesi ini nantinya akan mendapatkan tunjangan mulai Januari 2012 mendatang. Akan tetapi diharapkan setelah mendapatkan hak tersebut mereka harus bisa meningkatkan kompetensinya serta profesional dalam mendidik para siswa.
Ketua Rayon 139 IKIP PGRI Semarang Muhdi SH MHum menyampaikan dihadap[an insane pers, mereka yang berhak menerima sertifikat tersebut adalah para guru yang telah lulus mengikuti pelaksanaan sertifikasi di LPTK ini. Peserta ini merupakan guru SD, PAUD, dan mata pelajaran.
"Harapannya, guru yang saat ini lulus dan menyandang nama sebagai guru bersertifikat pendidik, maka harus bisa menunjukkan bahwa dirinya profesional. Selain itu, mereka harus terus menerus mengembangkan kompetensinya, meningkatkan kinerjanya, dan menjadi teladan bagi guru lain," ungkapnya yang juga Rektor IKIP PGRI Semarang ini.
Adapun, lanjut Muhdi, untuk mengembangkan kompetensinya seperti yang telah dilatihkan di PLPG, mereka diharapkan mengikuti berbagai diklat, pelatihan, menulis karya ilmiah/penelitian, membaca buku/koran untuk menambah pengetahuan mereka.
(Joko
 klik gambar===>baca model TABLOID