Selasa, 11 Januari 2011

INFOKU edisi 4 - PEMERINTAHAN BLORA


Formasi CPNS Kosong 4 Orang
Hanya 62 Persen ber KTP Blora
INFOKU, BLORA-  Ada empat formasi untuk guru teknologi informasi dan komunikasi (infokom) SMP negeri dalam rekrutmen calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) Blora tidak terisi karena tidak ada yang mendaftar.
S-1 jurusan teknologi infokom belum banyak dibuka di perguruan tinggi keguruan di Jateng. Yang ada hanya beberapa universitas di Jatim. Dalam pengadaan CPNSD Blora tahun ini dari alokasi 213 formasi, yang terisi 209.
Memang dari Jumlah tersebut sebagian besar diisi warga Blora, yakni sekitar 128 orang atau 62%. Sedangkan sisanya, 38% atau 81
orang adalah warga luar daerah.
Seperti diketahui mereka sebelumnya telah dinyatakan lulus ujian seleksi CPNSD yang diumumkan Selasa (28/12).
‘’Terbanyak warga yang lulus ujian CPNSD Blora adalah warga Blora. Sedangkan warga dari luar Blora ada yang dari Bangkalan Madura. Ada juga yang dari Tasikmalaya Jawa Barat,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora, Suwignyo dalammketerangan Persnya, Rabu (29/12).
Para peserta yang dinyatakan lulus ujian seleksi CPNSD dikumpulkan di aula BKD, Rabu (29/12), dalam rangka registrasi kelulusan serta pengarahan pemberkasan. Suwignyo mengatakan pemberkasan guna pengusulan penetapan nomor identitas pegawai (NIP) akan dilaksanakan Senin-Selasa, 3-4 Januari 2011. ‘’Terhitung masa tugas (TMT) 1 Januari 2011. Sedangkan SK-nya kemungkinan besar pada bulan Maret,’’ kata Suwignyo di hadapan peserta pengarahan.
Dari 209 peserta yang lulus seleksi CPNSD Blora 2010, termuda adalah Yudi Rista Purnama. Dia yang mengisi formasi verifikator keuangan D-III tersebut adalah kelahiran 13 Agustus 1990. Sedangkan tertua adalah Sri Wahyuni Ernawati dari formasi perawat. Perempuan tersebut lahir 25 Januari 1976. ‘’Untuk yang dari luar Blora, kami menyakini setelah meminum air dari Blora akan betah tinggal di sini,’’ jelas Suwignyo disambut tawa peserta pengarahan.
Sementara itu dalam pengarahannya, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Pramono, mengemukakan para peserta yang
dinyatakan lulus seleksi patut bangga dan bersyukur. Sebab mereka adalah yang terbaik dari tujuh ribu lebih pelamar CPNSD. ‘’Kalian lulus murni berkat kemampuan yang kalian miliki sendiri,’’ Tambahnya.(Agung)


Tunggakan Rp.1,2 Miliar, 
Raskin 57 Ton tidak Bisa diambil
INFOKU, BLORA- Sebanyak 57 Ton Raskin masih Ngangkrak di Dolog belum terdistribusi pada masyarakat miskin di Blora. Ternyata penyebabnya adalah tunggakan pembayaran beras di banyak desa di kabupaten Blora banyak yang belum melunasi beras yang diperuntukan untuk Rumah tangga miskin ini.
Cukup spektuker angka tunggakan beras sampai dengan Desember lalu yakni mencapai angka Rp. 1,2 Miliar yang belum dibayarkan.
Hal ini menunjukan sistem bayar dimuka atau cash and carry dalam penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) di Blora belum dilakukan dengan baik.
Permasalahan ini muncul saat rapat monitoring dan evaluasi (monev) raskin di ruang pertemuan sekretariat daerah (setda) Blora, Selasa (21/12). Rapat dihadiri tim monitoring raskin, Bulog, para camat dan sejumlah kepala desa (kades).
Tidak diketahui di mana uang pembelian raskin tersebut nyantol. Hanya para kades diminta menyelesaikan pembayaranya. Tunggakan pembayaran raskin terjadi di sejumlah desa di Blora.
‘’Sebenarnya tidak sulit mendistribusikan raskin sekaligus pembayarannya. Asalkan ada kemauan dan kerja, semuanya akan lancar,’’ kata Asisten II Setda, Gunadi, saat menyampaikan sambutan pembukaan rapat money raskin.
Gunadi juga mengingatkan beberapa kali raskin di Blora telah memakan korban. Beberapa kades diproses hukum lantaran menggelapkan raskin. Mereka pun telah divonis hukuman oleh majelis hakim.
Menurut Gunadi, peristiwa tersebut hendaknya menjadi pengalaman dan pelajaran tersendiri agar  hal yang sama tidak terulang lagi.
‘’Ketika saya menjadi camat Ngawen, beberapa kali dimintai keterangan oleh polisi terkait perkara raskin di beberapa desa di Kecamatan Ngawen,’’ ungkap Gunadi.
Untuk itulah Dia meminta para camat maupun kades menerapkan cara-cara tertentu agar pendistribusian maupun pembayaran raskin lancar. Pengetahuan tentang kondisi masyarakat di desa masing-masing akan memudahkan pelaksanaan tugas.(Agung)


Kecamatan Akan Kebanjiran Uang Pemeliharaan
INFOKU, BLORA- "Kami akan lakukan perbaikan sementara di jalan By Pass Cepu. Dananya berasal dari swadaya para rekanan yang ada di Cepu," Kata Bupati Blora Djoko Nugroho, Kamis (30/12).
Untuk itu Bupati Blora ke 27 ini meminta para rekanan atau kontraktor mengulurkan tangan guna memperbaiki jalan By Pass Cepu yang mengalami kerusakan cukup parah.
Menurut bupati, Pemkab Blora akan memperbaiki jalan tersebut secara permanen tahun depan. Yakni dengan menganggarkan sejumlah dana dalam APBD 2011. Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho mengakui jalan By Pass Cepu kerap rusak meski baru dilakukan perbaikan.
Saat ditanya tentang biaya perbaikan/Pemeliharaan yang selama ini dikelola SKPD DPU Kabupaten atau Bina Marga Propinsi Jateng, Bupati menjawab akan diminta dan dikelola SKPD Kecamatan.
“Biaya Pemeliharaan akan kami alokasikan di tiap kantor kecamatan dimana jalan itu terdapat proyek,” Ungkap Djoko.
Atau dengan kata lain anggaran pemeliharaan proyek sebesar 10 persen nantinya akan dilaksanakan kecamatan setempat untuk pemeliharaan jalan tersebut.
Tentang realisasi proyek jalan yang akan dip[erbaiki, menurut Djoko jika memungkinkan, perbaikan permanen di jalan tersebut dengan cara dicor atau di-hot mix tergantung dana yang ada di APBD.
Meski berstatus jalan kabupaten, namun jalan By Pas Cepu merupakan jalur utama kendaraan umum maupun truk bertonase berat.
Panjang jalan sekitar satu kilometer. Jalan yang menghubungkan terminal bus Cepu dengan jalan provinsi Jateng di jalur Blora-Cepu itu mengalami kerusakan beberapa kali.
Dua tahun lalu Pemkab Blora memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Namun tidak lama kemudian jalan itu rusak lagi.
Beberapa kali terjadi kecelakaan. Mulai dari terjatuhnya pengendara sepeda motor hingga terbaliknya truk saat lewat di jalan By Pass Cepu. Lantaran tidak segera diperbaiki lagi, di pertengahan tahun 2010 warga di sekitar jalan By Pass melakukan protes dengan menanam pohon pisang di pinggir jalan.
   "Beberapa waktu lalu jalan By Pas juga diperbaiki namun bersifat sementara. Yakni dengan menutup lubang jalan dengan batu, pasir dan tanah. Namun jalan itu kembali rusak. Meski begitu setiap hari jalan itu tak pernah sepi. Truk, bus dan kendaraan umum tetap lewat di jalan ss karena jalan tersebut satu-satunya akses ke jalur jalan provinsi," ujar Sutaji, salah seorang warga Cepu, Kamis (30/12). 
  Berdasarkan pemantauan, kerusakan di jalan By Pass Cepu di antaranya di tikungan di depan PLN, di pertigaan Nglebok dan di sekitar lapangan golf. Lubang-lubang berukuran besar terlihat menganga dan siap memangsa jika ada pengendara yang jatuh.(Agung)
 klik Gambar ===> baca model TABLOID