Minggu, 10 April 2011

Infoku edisi 7 - Topik - BLORA BERUBAH


Topik Utama
Satukan Tekad Blora Berubah
INFOKU, BLORA- Mutasi dikalangan Pejabat adalah suatu hal yang wajar. Seperti yang terjadi di kabupaten Blora, Gerbong mutasi kelima oleh Bupati Djoko nugroho yang didampingi wakil Bupati Blora H Abu Nafi sejak mereka dilantik pada 13 Agustus tahun lalu.
Namun dua mutasi terakhir yakni Mutasi tahap 4 (Mutasi pejabat eselon II dan III-A) dan Mutasi kelima (Pejabat eselon III-B) adalah merupakan rangkaian pengisian SOTK yang telah ditetapkan sebulan sebelumnya.
Yang terasa istimewa yakni pada mutasi tahap ke Empat lalu dimana Bupati dan Ketua DPRD beserta masing-masing Wakilnya lengkap hadir di pendopo rumah dinas Bupati pada 2 Maret lalu.
“Ini pertama kalinya saya sejak menjadi PNS di Blora, saat pelantikan Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan ketiga Wakilnya hadir,” kata salah seorang PNS yang sering menyaksikan mutasi.
Sementara beberapa masyarakat ketika dimintai keterangan terkait ini, menilai antara eksekutif dan Legislatif nampaknya mulai satukan tekad membawa perubahan Blora menuju masyarakat sejahtera.
“Saya menilai kekompakan mereka antara Bupati Djoko Nugroho dan ketua DPRD Blora Kusnanto menunjukan mereka menyatukan tekad untuk membawa perubahan Blora yang lebih baik,” kata Tejo Prabowo, ketua LSM Jati Bumi.
Sementara Bupati Djoko Nugroho ketika dimintai tanggapanya tentang pelantikan untuk mengisi SOTK, tidak sekaligus dan menjawab akan dilakukan secara bertahap.
“Saya akan melantik para pejabat keseluruhanya secara bertahap, dan target saya sebelum akhir Maret semuanya jabatan terisi,” kata Bupati.
Usai pelantikan tersebut saat Bupati Blora dikonfirmasi mengatakan apa yang apa yang ditetapkan ini merupakan hasil dari evaluasi atas kinerja yang telah mereka lakukan sebelumnya.
DPRD Dukung
      Sementara ketua DPRD Blora Kusnanto saat dikonfirmasi mengatakan agar para pejabat usai dilantik segera menempati pos jabatanya yang baru.
“Saya harap mereka segera menempati jabatan yang baru, Sehingga pembahasan APBD 2011 dapat segera dilaksanakan,” katanya.
Saat ditanya target penyelesaian RAPBD Blora 2011, Kusnanto yang juga Mantan Lurah Jiken ini, mengatakan paling lama awal April 2011 sudah ditetapkan.
“Kita akan semaksimal mungkin segera membahas RAPBD sehingga akhir Maret bisa ditetapkan dan selambatnya awal April 2011,” tegas Kusnanto.
Terkait personil yang telah ditetapkan Bupati, Ketua DPRD Blora ini mengungkapkan para pejabat baru tersebut sudah sesuai keahliannya untuk menmpati pos itu.
“Sehingga Kami mewakili seluruh anggota dewan akan mendukung langkah bupati untuk membangun Blora menuju masyarakat yang sejahtera,” tandas Kusnanto diamini para wakilnya Bambang Susilo, HM Dasum dan Aminudin. (Agung) 



Topik Samping
HM Kusnanto (Ketua DPRD Blora)
Rp.70 Milyar untuk Pembangunan Jalan
INFOKU, BLORA- Disamping nyatakan dukungannya pada Bupati Blora terkait programnya dalam pembangunan di kabupaten Blora, Kusnanto juga berjanji akan segera mungkin membahas RAPBD.
Tak tanggung-tanggung Wujud dukungan para unsure pimpinan DPRD Blora ini terhadap dana yang akan digunakan dalam pembangunan infra struktur jalan.
“Sekitar Rp. 70 Milyar dana yang akan kami setujui untuk pembangunan infra struktur jalan di Blora,” katanya
Kebijakan ini diambil setelah bupati mengajukan dana terbesar untuk infrasruktur jalan, dan berdasarkan pantauan langsung dilapangan oleh para Anggota DPRD Blora.
“Fakta dilapangan memang perbaikan infrastruktur jalan diseluruh wilayah Blora sangatlah mendesak, sebagian besar jalan rusak berat. Maka kami sebagai wakil rakyat mendukung program bupati itu,” tegas Kusnanto. (Agung)



Slamet Pamudji (Kepala Disdikpora Blora)
Sebagai PNS Siap ditempatkan Sesuai Kehendak Bupati
INFOKU, BLORA- Beberapa orang pejabat eselon II ditemui Infoku sehari sebelum Pelantikan terkait jabatan yang akan diembanya hamper sama jawanbnya. Seperti Slamet Pamudji misalnya, mengatakan apapun yang diputuskan Bupati, dia mengaku telah siap.
Menurut Mumuk panggilan akrabnya apapun yang jabatan yang diembanya adalah sudah dinilai Bupati Blora yang terbaik baginya
“Sebagai seorang PNS kami berpegang teguh pada aturan dan loyal pimpinan, termasuk apapun yang pak Kokok putuskan pada saya”, ungkap Slamet Pamudji.(Agung)


Ateng Sutarno (LSM Wong Cilik)
Pejabat Baru Jauh dari Kepentingan Politik
INFOKU, BLORA- Prediksi beberapa orang terkait balas dendam Bupati  terhadap para pejabat yang tidak mendukungnya pada Pilkada lalu, ternyata tidaklah benar.
Terbukti dalam dua pelantikan pejabat sesuai SOTK Baru, terlihat bupati memilih orang-orang yang mau bekerja keras mendukung Visi dan Misinya.
Hal itu diungkapkan ketua LSM Wong cilik Ateng Sutarno ketika dimintai tanggapanya terhadap keputusan Bupati itu.
“Saya akui bupati Djoko Nugroho betul-betul professional dalam dua pelantikan pejabat terakhir. Nampak komit terhadap pengangkatan pejabat bukan berdasarkan kerabat atau kedekatan tapi lebih kepada profesionalisme,” Jelasnya.
Untuk itulah Ateng meminta Para pejabat yang telah dilantik dapat menjalankan kebijakan Bupati, demi kepentingan masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.(Agung)


Amin Faried (BCC Blora)
Contohlah Pelantikan Pejabat ala Gubenur Bibit Waluyo
BLORA, INFOKU- Pengisian jabatan pada seorang pejabat yang pensiun, hendaknya meniru apa yang diterapkan gubenur Jateng Bibit Waluyo.
Hal itu diungkapkan ketua Blora Crisis Center (BCC) Amin Faried saat dimintai harapanya terkait pengisian pejabat oleh Bupati untuk masa mendatang.
Menurut Amin mengapa dirinya menyarankan Bupati Blora, agar meniru apa yang dilakukan Gubenur Jateng adalah menganut asas Profesionalisme yakni cepat dan tepat agar program tidak tertunda.
“Anda tentunya telah membaca di media bahwa setiap pejabat Propinsi yang Pensiun, maka Gubenur kurang dari 1 bulan pasti melantik pejabat baru yang menggantikanya,” kata Amin.
Menurut Amin yang berani membawa kasus Suap PSSI bersama pengurus Persebaya Surabaya dan Persis Solo ke KPK, Kebijakan gubenur tersebut akan memudahkan kerja Baperjakat dalam bekerja.
“Bila banyak jabatan yang dikosongkan  makin banyak pekerjaan yang tertunda maka para pejabat Baperjakat yang memberikan pertimbangan pada Gubenur akan bertambah pekerjaannya,” tegas Amin.(Agung)