Selasa, 12 April 2011

INFOKU edisi 8 - Dea Aulia Widyaevan & Dr Ir Kesi Widjajanti MM

Klik Gambar ===> baca model TABLOID
1.144 Sarjana ITB Diwisuda 
Dea Aulia Widyaevan lulus Cumlaude
INFOKU, BANDUNG- Wisuda kedua tahun akademik 2010/2011 Institut Teknologi Bandung berlangsung Sabtu (9/4/2011), pukul 0900 di Sasana Budaya Ganesa ITB Jln Tamansari no 73, Bandung.
Pada wisuda kali ini, terdapat 1.144 mahasiswa sarjana S1 dan pascasarjana yang diwisuda. Acara yang bertepatan dengan HUT TNI AU ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika, donatur, pejabat pemerintah, orangtua, orang tua asuh dan wisudawan ITB sendiri.
Dalam acara ini, Rektor ITB Prof.Dr.Akhmaloka memberikan sambutan kepada para wisudawan baik sarjana, magister maupun Doktor selama kurang lebih 20 menit.
Setelah puluhan tahun mencetak wisudawan/wati yang berkualitas, diharapkan lulusan kali ini bisa kembali menyumbangkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas bagi bangsa Indonesia.
Yang cukup menarik bagi masyarakat Blora adalah diwisudanya Dea Aulia Widya Evan, Putri Pertama Alm H Basuki Widodo dan Dr. Ir Hj Kesi Widjajanti MM yang Lulus dengan predikat Cumlaude.
Dea panggilan kakak dari Bryan Brama Ramadhana, Demas Haryo Bismantoko , dapat menyelesaikan studynya S1 pada fakultas Tehnik jurusan Arsitektur dalam waktu yang cukup singkat yakni 4 tahun.(Agung)


Dr.Ir.Hj Kesi Widjajanti MM Wakil Indonesia di ICMP India
INFOKU- Setelah melalui seleksi, Akhirnya Dr.Ir.Hj Kesi Widjajanti MM dekan fakultas Megister Manajemen Universitas Semarang, terpilih mewakili Indonesia dalam International Conference on Management Perspectif (ICMP) di India.
Confrence itu sendiri diadakan di University Rajasthan New Delhi India pada tanggal 24 – 25 Maret 2011 lalu, yang diikuti perwakilan diseluruh dunia.
Pada Kesempatan itu pula Kesi diberikan waktu sebagai Pemakalah Paper hasil Penelitian di ICMP dan sebagai Pereview hasil penelitian dosen-dosen muda India.
Sebelumnya, Dekan MM USM saat kedatangannya di India, diterima langsung oleh Embassy of the Republic of Indonesia.(Agung)

Minggu, 10 April 2011

Infoku edisi 7 - Topik - BLORA BERUBAH


Topik Utama
Satukan Tekad Blora Berubah
INFOKU, BLORA- Mutasi dikalangan Pejabat adalah suatu hal yang wajar. Seperti yang terjadi di kabupaten Blora, Gerbong mutasi kelima oleh Bupati Djoko nugroho yang didampingi wakil Bupati Blora H Abu Nafi sejak mereka dilantik pada 13 Agustus tahun lalu.
Namun dua mutasi terakhir yakni Mutasi tahap 4 (Mutasi pejabat eselon II dan III-A) dan Mutasi kelima (Pejabat eselon III-B) adalah merupakan rangkaian pengisian SOTK yang telah ditetapkan sebulan sebelumnya.
Yang terasa istimewa yakni pada mutasi tahap ke Empat lalu dimana Bupati dan Ketua DPRD beserta masing-masing Wakilnya lengkap hadir di pendopo rumah dinas Bupati pada 2 Maret lalu.
“Ini pertama kalinya saya sejak menjadi PNS di Blora, saat pelantikan Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan ketiga Wakilnya hadir,” kata salah seorang PNS yang sering menyaksikan mutasi.
Sementara beberapa masyarakat ketika dimintai keterangan terkait ini, menilai antara eksekutif dan Legislatif nampaknya mulai satukan tekad membawa perubahan Blora menuju masyarakat sejahtera.
“Saya menilai kekompakan mereka antara Bupati Djoko Nugroho dan ketua DPRD Blora Kusnanto menunjukan mereka menyatukan tekad untuk membawa perubahan Blora yang lebih baik,” kata Tejo Prabowo, ketua LSM Jati Bumi.
Sementara Bupati Djoko Nugroho ketika dimintai tanggapanya tentang pelantikan untuk mengisi SOTK, tidak sekaligus dan menjawab akan dilakukan secara bertahap.
“Saya akan melantik para pejabat keseluruhanya secara bertahap, dan target saya sebelum akhir Maret semuanya jabatan terisi,” kata Bupati.
Usai pelantikan tersebut saat Bupati Blora dikonfirmasi mengatakan apa yang apa yang ditetapkan ini merupakan hasil dari evaluasi atas kinerja yang telah mereka lakukan sebelumnya.
DPRD Dukung
      Sementara ketua DPRD Blora Kusnanto saat dikonfirmasi mengatakan agar para pejabat usai dilantik segera menempati pos jabatanya yang baru.
“Saya harap mereka segera menempati jabatan yang baru, Sehingga pembahasan APBD 2011 dapat segera dilaksanakan,” katanya.
Saat ditanya target penyelesaian RAPBD Blora 2011, Kusnanto yang juga Mantan Lurah Jiken ini, mengatakan paling lama awal April 2011 sudah ditetapkan.
“Kita akan semaksimal mungkin segera membahas RAPBD sehingga akhir Maret bisa ditetapkan dan selambatnya awal April 2011,” tegas Kusnanto.
Terkait personil yang telah ditetapkan Bupati, Ketua DPRD Blora ini mengungkapkan para pejabat baru tersebut sudah sesuai keahliannya untuk menmpati pos itu.
“Sehingga Kami mewakili seluruh anggota dewan akan mendukung langkah bupati untuk membangun Blora menuju masyarakat yang sejahtera,” tandas Kusnanto diamini para wakilnya Bambang Susilo, HM Dasum dan Aminudin. (Agung) 



Topik Samping
HM Kusnanto (Ketua DPRD Blora)
Rp.70 Milyar untuk Pembangunan Jalan
INFOKU, BLORA- Disamping nyatakan dukungannya pada Bupati Blora terkait programnya dalam pembangunan di kabupaten Blora, Kusnanto juga berjanji akan segera mungkin membahas RAPBD.
Tak tanggung-tanggung Wujud dukungan para unsure pimpinan DPRD Blora ini terhadap dana yang akan digunakan dalam pembangunan infra struktur jalan.
“Sekitar Rp. 70 Milyar dana yang akan kami setujui untuk pembangunan infra struktur jalan di Blora,” katanya
Kebijakan ini diambil setelah bupati mengajukan dana terbesar untuk infrasruktur jalan, dan berdasarkan pantauan langsung dilapangan oleh para Anggota DPRD Blora.
“Fakta dilapangan memang perbaikan infrastruktur jalan diseluruh wilayah Blora sangatlah mendesak, sebagian besar jalan rusak berat. Maka kami sebagai wakil rakyat mendukung program bupati itu,” tegas Kusnanto. (Agung)



Slamet Pamudji (Kepala Disdikpora Blora)
Sebagai PNS Siap ditempatkan Sesuai Kehendak Bupati
INFOKU, BLORA- Beberapa orang pejabat eselon II ditemui Infoku sehari sebelum Pelantikan terkait jabatan yang akan diembanya hamper sama jawanbnya. Seperti Slamet Pamudji misalnya, mengatakan apapun yang diputuskan Bupati, dia mengaku telah siap.
Menurut Mumuk panggilan akrabnya apapun yang jabatan yang diembanya adalah sudah dinilai Bupati Blora yang terbaik baginya
“Sebagai seorang PNS kami berpegang teguh pada aturan dan loyal pimpinan, termasuk apapun yang pak Kokok putuskan pada saya”, ungkap Slamet Pamudji.(Agung)


Ateng Sutarno (LSM Wong Cilik)
Pejabat Baru Jauh dari Kepentingan Politik
INFOKU, BLORA- Prediksi beberapa orang terkait balas dendam Bupati  terhadap para pejabat yang tidak mendukungnya pada Pilkada lalu, ternyata tidaklah benar.
Terbukti dalam dua pelantikan pejabat sesuai SOTK Baru, terlihat bupati memilih orang-orang yang mau bekerja keras mendukung Visi dan Misinya.
Hal itu diungkapkan ketua LSM Wong cilik Ateng Sutarno ketika dimintai tanggapanya terhadap keputusan Bupati itu.
“Saya akui bupati Djoko Nugroho betul-betul professional dalam dua pelantikan pejabat terakhir. Nampak komit terhadap pengangkatan pejabat bukan berdasarkan kerabat atau kedekatan tapi lebih kepada profesionalisme,” Jelasnya.
Untuk itulah Ateng meminta Para pejabat yang telah dilantik dapat menjalankan kebijakan Bupati, demi kepentingan masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.(Agung)


Amin Faried (BCC Blora)
Contohlah Pelantikan Pejabat ala Gubenur Bibit Waluyo
BLORA, INFOKU- Pengisian jabatan pada seorang pejabat yang pensiun, hendaknya meniru apa yang diterapkan gubenur Jateng Bibit Waluyo.
Hal itu diungkapkan ketua Blora Crisis Center (BCC) Amin Faried saat dimintai harapanya terkait pengisian pejabat oleh Bupati untuk masa mendatang.
Menurut Amin mengapa dirinya menyarankan Bupati Blora, agar meniru apa yang dilakukan Gubenur Jateng adalah menganut asas Profesionalisme yakni cepat dan tepat agar program tidak tertunda.
“Anda tentunya telah membaca di media bahwa setiap pejabat Propinsi yang Pensiun, maka Gubenur kurang dari 1 bulan pasti melantik pejabat baru yang menggantikanya,” kata Amin.
Menurut Amin yang berani membawa kasus Suap PSSI bersama pengurus Persebaya Surabaya dan Persis Solo ke KPK, Kebijakan gubenur tersebut akan memudahkan kerja Baperjakat dalam bekerja.
“Bila banyak jabatan yang dikosongkan  makin banyak pekerjaan yang tertunda maka para pejabat Baperjakat yang memberikan pertimbangan pada Gubenur akan bertambah pekerjaannya,” tegas Amin.(Agung)

Selasa, 29 Maret 2011

INFOKU edisi 7 - CEPU - AKMIL



Patung Kuda Gagak Rimang  untuk DANMENTAR AKMIL

INFOKU, CEPU- Penutupan Praja Bhakti Amil Lapangan Tuk Buntung, Kecamatan Cepu Pada Hari Sabtu, 26 Februari 2011 lalu cukup menyedot perhatian Warga kota minyak ini.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Blora beserta Ibu, Muspida Kabupaten Blora peserta ibu, para pejabat AKMIL yang dipimpin DANMENTAR AKMIL, Kolonel Edy.
Acara yang dikemas dengan menarik tersebut ditutup dengan pemberian cinderamata dari kedua belah pihak. Dari Pemerintah Kabupaten Blora memberikan cinderamata berupa patung Kuda dan plakat lambang daerah Kabupaten Blora kepada DANMENTAR AKMIL,
Serta sebaliknya DANMENTAR AKMIL memberikan Plakat kepada Bupati, Dandim 0721 Blora, Kapolres Blora dan camat Cepu. Acara dilanjutkan Kirab Display Genderang Suling " CANKA LOKANANTA " dari AKMIL.(Agustina)
  
Parade Drumb Band Ramaikan 
Penutupan Praja Bhakti Akmil
INFOKU, CEPU- Kemeriahan kembali tampak di Kota Minyak Cepu, Sabtu (26/2), sejak pagi di Lapangan Tukbuntung ratusan Taruna Akmil siap melaksanakan acara penutupan Praja Bhaktinya di wilayah Blora. Sementara itu di pinggir-pinggir jalan masyarakat berjubel ingin menyaksikan tamunya ini yang rencananya akan diarak keliling kota Cepu sebelum kembali ke Magelang.
                   Para siswa sekolah dibebaskan dari pelajaran setelah jam 9 pagi untuk menjadi pagar betis sebagai wujud penghormatan. “Kami sengaja membuat pagar betis untuk acara arak-arakan ini karena rasa terimakasih kepada Akmil yang telah membantu masyarat Cepu beberapa hari ini,” kata Camat Cepu, Purwadi Setiono.
                   Beberapa sekolah mempersiapkan grup drumbandnya untuk ikut memeriahkan acara ini, antara lain SMA I Cepu, SMPN 3, SMPN 2, SMP Katolik Cepu dan Drumband Genderang Suling Canka Lokananta dari Akmil Magelang. Selain itu kesenian khas Blora barongan juga ikut diarak setelah sebelumnya mengadakan atraksi dihadapan para tamu kehormatan.
                   Drumband Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL) adalah drumband kebanggaan Akmil yang atraksinya sangat memikat penonton.  Kehebatan GSCL ini tidak hanya mampu memikat penonton dalam negeri, namun juga sudah berkiprah dibeberapa negara, bahkan GSCL akan diberangkatkan ke Brunei Darussalam untuk ikut memeriahkan ulang tahun Raja Brunei.
                   Setelah mengadakan upacara penutupan yang dihadiri Muspida Blora dan Wakil Gubernur Akmil dan disaksikan ribuan warga Cepu, seluruh peserta Praja Bhakti, drumband-drumband pendukung dan grup barongan Krido Mudo pawai berkeliling Kota Cepu sambil menunjukkan kemahiran masing-masing.
                   Antusias masyarakat sangat memukau, penonton berjubel disepanjang jalan yang dilalui arak-arakan, para siswa membuat pagar betis disekitar sekolah masing-masing. Sepanjang jalan GSCL mendapat sambutan meriah karena permainan musik dan atraksi maskotnya yang memakai kostum harimau dengan membawa genderang. Para taruna yang berbaris dibelakangnya mampu melengkapi kegagahan dan kemegahan acara ini. (Agustina)
Klik gambar===> baca model TABLOID
 
Barongan Krido Mudo Meriahkan Penutupan Praja Bakti Akmil
INFOKU, CEPU-Kesenian khas Blora yang saat ini sedang naik daun yakni seni barongan hampir selalu ditampilkan disetiap acara yang digelar di wilayah ini. Salah satu grup barongan yang ada di Cepu, Krido Mudo yang beberapa waktu lalu mendapat juara kedua pada festival barongan di Blora ikut memeriahkan acara penutupan Praja Bhakti Akmil, Sabtu (26/2) di Lapangan Tukbuntung Cepu.
                   Krido Mudo sebenarnya sudah berdiri pada tahun 1952 namun eksistensinya kembali muncul baru pada beberapa tahun belakangan ini. “Kami kembali berkiprah ketika tahun baru 2011 yang lalu di Pendopo Kecamatan Cepu, kemudian mengikuti festival di Blora sehingga meraih juara dua,” ujar Lulus Trilaksono selaku koordinator dan Pembina Grup Barongan Krido Mudo yang berasal dari desa Karangboyo ini.
                   “Pada acara penutupan Praja Bhakti Akmil kemarin kami berkolaborasi dengan Yayasan Seni Janur Kuning, mengadakan atraksi untuk menghormati tamu, wujud rasa terimakasih dan menghibur masyarakat,” katanya. Pada kesempatan itu ditampilkan pula barongan raksasa milik Dinas Pariwisata Blora yang dipikul dua belas orang.
                   “Kami sengaja ingin menampilkan barongan dan mengenalkan seni khas Blora ini tidak hanya di wilayah Blora, namun agar juga dikenal di wilayah lain, diluar Blora,” ungkap Lulus. Dia mengatakan akan menampilkan barongan sebagai seni, bukan hanya memiliki image mistis saja, namun memadukan unsure seni dan mistis sehingga menjadi tontonan yang bernilai.
                   “Seni barongan ini mengajarkan banyak hal kepada kita seperti rasa kebersamaan, kekompakan, loyalitas dan militansi,” katanya sambil mencontohkan ketika mengarak barongan raksasa yang dipikul dua belas orang, biasanya barongan ini jika diarak dinaikkan colt tepak, tapi di Cepu dipikul bersama-sama.
                   Daya pikat seni barongan tidak dapat dipungkiri, hampir disetiap perhelatan yang menampilkan seni barongan selalu mendapat sambutan meriah dari penonton. Pengembangan seni barongan ini juga dapat mendatangkan uang, karena banyak acara yang saat ini memasukkan barongan sebagai hiburannya, bahkan hajat sunatan, ulang tahun dan sebagainya sekarang dihibur dengan seni barong, bukan hanya untuk perayaan tujuh belasan saja. (Agustina)
 


Talk Show Akmil
Berharap Pemuda Blora lebih banyak yang Diterima 
INFOKU, CEPU- Berbagai kegiatan telah dilakukan Taruna Akmil (Akademi Militer) dalam rangka PrajaBhakti Amil di wilayah Kabupaten Blora. Di Kecamatan Cepu para Taruna Akmil Tingkat II dan III ini antara lain mengadakan pengerasan jalan desa Nggetas dan perbaikan siskamling, sosiaslisasi di sekolah-sekolah, pertandingan persahabatan dan penghijauan di Kelurahan Balun. Selain itu para taruna ini mengadakan Talk Show di Radio Raka FM, Jumat (25/2).
                   Dengan didampingi Camat Cepu, Purwadi Setiono dan Buntoro dari Polsek Cepu, dua orang taruna mengadakan siaran langsung dipandu Risma, penyiar Raka FM. Sersan Mayor Dua taruna Riky Wulung dan Sersan Taruna Eko Benhak menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan Risma. Selain membahas berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka praja bhakti mereka mengadakan pengenalan dan promosi Akmil, mengajak para pemuda yang memenuhi syarat untuk masuk menjadi Taruna Akmil.
                   “Bagi para pelajar SMA kelas 3 yang tertarik dapat mendaftarkan diri melalui Koramil, Kodim setempat atau melalui Koran yang memuat pendaftaran Akmil,” ujar Riky. Berbagai syarat harus dipenuhi para pendaftar ini seperti berbadan sehat, memiliki mental idiologi baik, usia antara 18-22 tahun, nilai UAN minimal 7,5 dan lain-lain.
                   Sementara itu,Komandan SSK B Akmil, Lettu Inf Dhuwi Hendra yang memimpin para Taruna Akmil di tiga kecamatan yakni Cepu, Sambong dan Kedungtuban, mengaku senang dengan sambutan yang diterima dari masyarakat. “ Saya tidak mengira akan mendapat sambutan yang begitu baik di Cepu, masyarakat menyambut dengan hangat dan sangat welcome kehadiran kami selama beberapa hari di sini,” katanya. Hal ini terbukti dengan antusiasnya masyarakat dalam mengikuti seluruh kegiatan yang dilakukan para taruna.
                   “Seluruh masyarakat membantu setiap kegiatan kami, mulai dari desa-desa , perkotaan bahkan para pelajar sangat antusias ketika kami mengadakan penyuluhan tentang bahaya narkoba di sekolah-sekolah. Kami sempat pula mengadakan pertandingan persahabatan olah raga futsal dengan mereka,” tambahnya.
                   Dhuwi juga sangat berterimakasih kepada pemerintah Kecamatan Cepu karena selalu membantu dan mendampingi setiap kegiatan mereka. “Pak Camat Cepu bahkan selalu menyediakan waktu dan tenaganya untuk mengikuti kegiatan kami di wilayah Cepu,” katanya, yang diiyakan Camat Cepu Purwadi Setiono.
                   “Kami sangat mendukung kegiatan para Taruna Akmil ini karena membawa manfaat untuk masyarakat,” kata Camat yang murah senyum ini. Para taruna ini memberikan bantuan tenaga dengan membantu beberapa desa mengeraskan jalan, membangun siskamling, member penyuluhan yang bermanfaat tentang pendidikan bela negara dan bahaya penyalah gunaan narkoba, beranjang sana kepada para tokoh masyarakat dan agama. (Agustina)

Rabu, 23 Maret 2011

INFOKU edisi 7 - REDAKSI


Klik gambar ===> baca modelk TABLOID

Intervensi Pemkab Blora Perlu Selamatkan Pasar
Pasar modern (hypermarket, supermarket/minimarket) kian hari kian banyak jumlahnya dan menyebar tidak hanya di pusat kota Blora namun juga ditiap kecamatan wilayah kota Jati ini.
Selain menciptakan lapangan kerja baru, pasar modern juga mematikan pasar tradisional dan toko kelontong rumahan milik rakyat kecil.
Pasar tradisional yang berimpitan dengan pasar modern disebabkan tidak ada pengaturan jarak dan zonasi.
Akibatnya, terjadi migrasi konsumen pasar tradisional ke pasar modern yang menyebabkan sepinya pembeli dan turunnya omzet pasar tradisional. Dampak negatif ini memunculkan protes keras pedagang tradisional yang menuntut pengaturan yang ketat dari pemerintah. Seperti terjadi di Ngawen beberapa waktu lalu.
Tuntutan regulasi yang berpihak kepada pedagang pasar tradisional adalah sebuah keharusan karena posisi pasar tradisional mempunyai makna yang strategis bagi ekonomi kerakyatan.
Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) mencatat tidak kurang 13.400 pasar tradisional dengan jumlah pedagang mencapai 12,5 juta orang. Jumlah tersebut bila diakumulasikan dengan jumlah anak istri dan pemasok, pihak yang terkait pasar tradisional mencapai 50 juta orang.
Melihat posisi strategis pasar tradisional dalam ekonomi kerakyatan, pemerintah telah mengeluarkan regulasi yakni Perpres No 112/2007 tentang Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern dan Permendag No 53/M-DAG/PER/12/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
Kendati regulasi tersebut lahir sangat terlambat, pemerintah pada jalur yang benar yaitu memberikan keberpihakan kepada perlindungan dan keberlangsungan pasar tradisional.
Perpres dan Permendag tersebut menetapkan jarak permisif antara pasar modern dengan pasar tradisional yang diizinkan, zonasi, hubungan kemitraan dan jam kerja. Pertanyaannya, apakah regulasi tersebut telah terimplementasi dengan baik?
Data empiris menunjukkan bahwa banyak pasar modern kini berdiri tegak dengan di dekat pasar tradisional. Begitu juga dengan jam kerja pasar modern—buka selama 24 jam nonstop—yang berarti menabrak Perpres No 112/2007. Kondisi ini masih diperparah dengan ditabraknya zonasi, yang sebenarnya tidak boleh untuk berdirinya pasar modern, kini malah banyak minimarket beroperasi.
Sementara, pasar tradisional selalu lekat dengan kata negatif dan memprihatinkan. Kondisi pasar yang penuh sesak, becek, kotor dan sampah yang menumpuk, harus tawar menawar, faktor keamanan, risiko pengurangan timbangan pada barang yang dibeli, adalah keluhan yang selalu muncul dari konsumen.
Kondisi tersebut diperparah dengan usia bangunan pasar yang tidak layak dan memerlukan revitalisasi. Data Asparindo menunjukkan bahwa rata-rata usia pasar tradisional di atas 30 tahun dengan kondisi memprihatinkan. Sementara sekitar 80 persen dari 13.400 pasar tradisional di Indonesia perlu revitalisasi karena usianya sudah di atas 20 tahun (Antara, 19/7/2010). Apa yang diharapkan dari pasar tradisional?
Dalam kondisi serba ketertinggalan, agar tetap survive dalam persaingan dengan pasar modern? Tanpa intervensi pemerintah, sebuah kemustahilan.
Regulasi
Membiarkan persaingan antara pasar tradisional dengan pasar modern melalui mekanisme pasar, sama saja membiarkan pasar tradisional menuju dalam jalan kematian. Oleh karenanya, pemerintah harus melakukan intervensi, dengan membuat regulasi dan aksi.
Intervensi yang dapat dilakukan dengan melakukan: pertama, mendorong pemerintah daerah segera membuat peraturan daerah yang melindungi pasar tradisional. Regulasi daerah terasa mendesak dan urgen karena tingkat hunian los dan kios pasar tradisional kian meningkat jumlahnya. Kondisi tersebut akan berpengaruh negatif terhadap retribusi daerah karena pasar tradisional merupakan aset milik pemerintah daerah dan sebagai sumber pendapatan asli daerah.
Untuk itulah Pemkab Blora menurut hemat Penulis perlu segera membuat dan menetapkan Raperda Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
Dalam draf Raperda ini nantinya, Harapan penulis diatur jarak pasar modern dengan pasar tradisional harus di atas radius minimal 500 meter, dan  jam operasi pasar modern tidak boleh 24 jam dalam sehari dan pasar modern tidak boleh menjual bahan-bahan pokok.
Dan sekali lagi Penulis sangat Yakin kepala Disperindakop dan UKM Blora, H Gunadi S Sos MM, yang baru saja dilantik dapat mewujudkan Perda ini.
Tindakan tegas beberapa pemerintah daerah bisa dicontoh. Pemkab Sragen dan Bantul, misalnya, membatasi 1-2 minimarket di satu kecamatan. Sementara di Denpasar, Bali pemerintah daerah menyegel tujuh minimarket dan 42 minimarket yang dalam proses karena dianggap melanggar Peraturan Walikota No 9/2009 tentang Izin Pasar Modern (Bisnis.com, 3/8/2010).
Kedua, Pemkab perlu melakukan revitalisasi pasar tradisional, mengingat usia bangunan pasar sudah tidak layak sebagai pusat perbelanjaan dan perdagangan rakyat.
Ketiga, perlunya pembinaan terhadap pedagang/pengelola pasar tradisional. Keluhan kurangnya takaran barang dan tidak adanya standardisasi barang, selayaknya bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan melakukan pencantuman label keterangan berat barang sehingga konsumen tidak dirugikan.
Melalui tiga kebijakan tersebut, kita berharap kehadiran pasar modern tidak menjadi ancaman kematian pasar modern. Justru sebaliknya, dapat menjadi mitra dalam menggerakkan perekonomian rakyat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
(Penulis: Drs Ec. Agung Budi Rustanto- Pimpinan Redaksi tabloid Infoku)

Minggu, 20 Maret 2011

INFOKU edisi 7 - INFO NIAGA


 klik gambar ===> baca model TABLOID
Mengenal KIPO
Sistem Pembayaran Online Masuk Desa – Masyarakat Bisa buka loket Dirumahnya
INFOKU, BLORA- Seminar yang diadakan akhir Pebruari lalu, di RM Joglo, sungguh merupakan inovasi baru diwilayah kabupaten Blora. Hadir dalam acara itu sebagai pembicara kepala Dinas pertanian Sutikno Slamet yang diwakili sekretarisnya Riyatno dan Kepala PLN UPJ Blora serta ARH PT BUEP  Regional Jateng DIY Tri Setyo Adi.
Peserta yang hadir pun tak tanggung-tanggung, hampir 80 orang yang mewakili seluruh wilayah kecamatan yang ada di kabupaten Blora.
Pertanyaan mereka sederhana apa yang mebuat mereka hadir ditempat itu ?
Jawabnya sederhana, karena Terobosan baru yang dikembangkan PT Bangun Usaha Energi Perkasa (PT BUEP) dapat dijadikan solusi masyarakat di pelosok pedesaan sangatlah tepat pada saat ini.
  Alasannya sangat mudah dan praktis, karena sistem pembayaran online ini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk membayar tagihan rumah tangga seperti listrik, air dan telepon. Layanan tersebut kini berkembang pesat, bahkan hingga ke pelosok daerah.
Kios pembayaran online (KIPO) yang dikembangkan PT Bangun Usaha Energi Perkasa (PT BUEP)inilah yang dapat menjawabnya
 Berdiri pada tahun 2003 lalu hingga saat ini membuka sekitar 1.800 loket di wilayah Jateng-DIY dan Bali. Mekanisme yang diterapkan menggunakan sistem Payment Point Online Bank (PPOB). Yakni mekanisme pembayaran rekening bekerja sama dengan perbankan. Sistemnya terkoneksi secara online real time, efektif dan akurat. Sistem tersebut juga bekerja sama dengan PT PLN dan PT Telkom, sehingga tidak ada permasalahan dalam pelayanan pembayaran rekening.
Asisten Regional Head PT BUEP Kudus Wahyudi Kuswijayanto mengatakan, PT BUEP menerima pelayanan pembayaran transaksi rekening listrik PLN, rekening telepon, tagihan air PDAM dan berbagai multibiller lainnya. Selain itu, pihaknya melakukan diversifikasi produk melalui penjualan produk yang difasilitasi PT BUEP diantaranya sepatu tani, lampu hemat energi dan pupuk non organic serta Asuransi Demam Berdarah.
’’Kami juga menyasar ke pelosok daerah dengan mengoptimalkan sistem komunikasi dan IT serta kecepatan akses koneksi ke sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) serta Balai desa,’’ katanya
Prabayar
Untuk area pelayanan di Blora, lanjut menurut ARH Jateng DIY Tri Setyo Adi  , memiliki mitra payment point yang tersebar semua wilayah kabu[paten Blora. Setiap hari, PT BUEP melayani rata-rata 7 juta transaksi di wilayah Jateng-DIY. Satu loketnya menerima sekitar 500 transaksi/hari.
’’Kami juga menerima layanan pelanggan PLN yang melakukan migrasi ke listrik prabayar. Sekitar 30% pelanggannya sudah memanfaatkan pembayaran listrik prabayar ini,’’ Jelas Tri.
Tercatat, PT BUEP menerima layanan pembayaran listrik prabayar mencapai 1.500 transaksi/hari dan pasca bayar 3.500 transaksi/hari. Selain itu, layanan penambahan daya juga bisa dilakukan di kios online KIPO ini.
Masyarakat Bisa Buka Loket Baru
Tri  juga menggaris-bawahi mekanisme yang diterapkan, menggunakan sistem Payment Point On-line Bank (PPOB). Yakni mekanisme pembayaran rekening bekerja sama dengan perbankan. Sistemnya terkoneksi secara online real-time, dan akurat. Sistem tersebut juga bekerja sama dengan PT PLN dan PT Telkom, sehingga tidak ada permasalahan dalam pelayanan pembayaran rekening.
Di samping itu PT BUEP membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin berusaha di bidang itu, untuk membuat loket KIPO. Dalam kerja sama itu, ada sistem sharing (pembagian) keuntungan kepada masyarakat membuka loket tersebut. Masyarakat dapat menghubungi AO PT BUEP Wahyu Didit HP.085232918868 atau langsung ke Wahyudi Kuswijayanto – ARH Area Kudus No. HP : 081542306889 , 08783124628.
Dalam kerja sama mendirikan KIPO, ada kesepakatan pembagian keuntungan masyarakat dengan PT BUEP. Di beberapa tempat, banyak lembaga seperti koperasi dan perseorangan yang diuntungkan dengan kerja sama itu.
Dijelaskan KIPO merupakan merek dagang yang dimiliki PT BUEP dengan latar belakang bisnis yang menangani pelayanan umum untuk transaksi pembayaran listrik, telepon, dan lain-lain. Jaringannya telah tersebar di DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Bali. (Agung)