Tampilkan postingan dengan label upload Kartika - Akhir Bulan Oktober 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label upload Kartika - Akhir Bulan Oktober 2011. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

INFOKU SEMARANG-GROBOGAN edisi 18

Pengembangan Pelabuhan Dewan Butuh Penjelasan
INFOKU, SEMARANG-  Konsep pengembangan dermaga Pelabuhan Tanjung Emas yang digagas PT Pelindo III membuat DPRD Kota Semarang perlu mendapatkan penjelasan.
Terlebih lagi, dari rencana pengembangan itu muncul wacana untuk memindahkan Kampung Tambaklorok.
Pansus Raperda Pesisir telah menyurati Pelindo supaya dalam waktu dekat ini bisa memberikan penjelasan. Dewan ingin mengetahui konsep pengembangan kawasan yang dibuat Pelindo.
”Rencananya Senin (17/10), kami undang. Ternyata Pelindo belum bisa. Kami harapkan segera ada kejelasan. Paparan Pelindo sangat penting supaya kami pun bisa segera menyusun konsep, langkah apa yang perlu diambil nanti. Jangan sampai perda itu nanti tidak selaras dengan pengembangan pelabuhan,” kata Ketua Pansus Pesisir Agung Budi Margono, Sabtu Lalu.
Setelah Raperda Pesisir disahkan, Pemkot Semarang berkewajiban menyusun Rencana Strategis Wilayah Pesisir (RSWP) dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir (RZWP).
Konsep
Kedua konsep itu untuk memetakan potensi pengembangan pesisir dan pengelolaan hasil laut. Apalagi kawasan Tambaklorok sekarang ini sudah dibangun Pusat Penangkapan Ikan (PPI).
Tentunya Pemkot tidak ingin konsep pengembangan kawasan pesisir dan pengoptimalannya terganggu oleh rencana Pelindo.
”Tambaklorok itu masuk 10 daerah nelayan di Kota Semarang, dan saat ini aktivitasnya masih berjalan. Dibanding daerah-daerah lainnya seperti yang ada di Tugu atau Genuk, Tambaklorok terbilang besar. Kalau jadi dermaga, kampung itu hilang. Untuk saat ini kami belum sepakat mengenai rencana pemindahan warga, apalagi ke Tembalang,” tandasnya.
Dewan sendiri menargetkan, sebelum akhir tahun ini Raperda Pesisir sudah harus selesai. Dengan begitu 2012 nanti, peraturan tersebut sudah bisa digunakan sebagai landasan hukum dari pengembangan kawasan pesisir.
Agung menegaskan untuk Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3) sudah didrop.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Ida Purnomowati belum bisa memberikan pernyataan terkait pengembangan pelabuhan. Pihaknya tetap menunggu koordinasi antara wali kota, gubernur, dan Pelindo.
”Masalah Tambaklorok belum menjadi sebuah kebijakan. Kami belum bisa menjawab apa-apa. Tunggu koordinasi wali kota,” tegasnya.(Tanti)

 
Dies ke-54 Undip
Perlu Ciptakan Cendekiawan Pembaharuan
INFOKU, SEMARANG- Ketua Dewan pertimbangan Presiden, Prof Dr H Emil Salim mengungkapkan ada beberapa faktor yang membuat hidup menjadi disharmoni.
Seperti adanya perbedaan kaya-miskin, menganggur-bekerja, buta huruf-terpelajar, desa-kota, dan juga lansia-muda. Dengan isu sara, perbedaan tersebut bisa menimbulkan potensi konflik sosial.
“Perbedaanlah yang membuat disharmoni itu muncul. Sehingga perlu prestasi kerja simultan dengan pro growth yaitu mengurangi ketertinggalan pembangunan, pro poor yaitu kurangi kemiskinan, pro job yaitu kurangi pengangguran, dan pro green ekonomi yaitu kurangi kerusakan lingkungan,” ujarnya saat menyampaikan pidato dalam rapat senat terbuka yang menjadi puncak acara Dies Natalis ke-54 Undip di Gedung Prof Sudharto Sabtu (15/10).
”Universitas sebagai sentra pendidikan harus mampu menciptakan cendekiawan pembaharuan. Sebagai sentra penelitian, universitas mesti dapat menghasilkan gagasan pembaharuan. Sementara sebagai sentra pengabdian masyarakat universitas harus mampu menjadi penggerak pembaharuan. Itulah peran universitas dalam menyikapi disharmoni tersebut,” lanjutnya.
Acara tersebut dihadiri tamu kehormatan seperti, Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Semarang, dewan penyantun, Pimpinan Muspida, para anggota senat, dan undangan lainya.
Rektor Universitas Diponegoro Prof Sudharto P Hadi MES PhD saat menyampaikan pidatonya menjelaskan tentang proses menjadi unggul dalam keterbatasan, dengan isu yang saat ini merebak yaitu mahalnya biaya pendidikan.
Dia mengungkapkan cara pihaknya memenuhi tuntutan menjadi universitas yang mempunyai lulusan handal berkelas dunia.
Penghargaan
“Bertolak dari hal tersebut, Undip mengambil kebijakan atau langkah strategis dengan membuat subsidi silang. SPMP hanya bagi yang mampu, sementara yang tidak mampu mendapatkan keringanan dengan cara mengangsur, pengurangan, atau pembebasan.
Kami juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa,” ujarnya.
Sementara Gubernur Bibit Waluyo, berharap tema Dies Natalis kali ini, ”Berprestasi dalam Harmoni” jangan hanya menjadi slogan untuk keperluan seremonial saja tetapi harus dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Hal itu bisa dirintis melalui kegiatan pengabdian masyarakat dalam setiap KKN mahasiswa di desa-desa yang diselaraskan dengan program dalam gerakan Bali nDeso Mbangun Deso.
Dalam acara tersebut diberikan penghargaan bidang pengembangan, kekaryaan, dan kemasyarakatan pada Prof dr FM Cortens, Prof Dr dr Susilo Wibowo MSMed SpAnd, Prof Suyudi Mangunwiharjo, Ir Benedictus Sukamto MS, Ir Sri Eko Wahyuni MS, dan Drs Yudiono KS SU.(Joko)


Pemkot Akan berlakukan Operasi Yustisi
Buang Sampah Sembarang Dihukum
INFOKU, SEMARANG - Hati-hati membuang sampah sembarangan, bisa-bisa terjerat hukuman kurungan maupun denda. Pasalnya, masyarakat yang membuang sampah sembarangan bakal segera ditindak.
Wali Kota Soemarmo HS menegaskan, penindakan tersebut bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Dia meminta, instansi terkait segera melaksanakan operasi yustisi.
”Kita galakkan Oktober sampai November. Bagi yang tertangkap membuang sampah sembarangan, kasih sanksi tipiring (tindak pidana ringan),” kata dia, kemarin.
Sebaliknya, bagi daerah yang mampu menjaga kebersihan lingkungannya dengan baik bakal diberi reward. Apa itu? Dia mengatakan, penghargaan yang diberikan berupa bantuan dana pembangunan yang belum menyentuh daerah tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Gurun Risyad Moko mengatakan, operasi yustisi itu bagian dari penegakkan Perda tentang kebersihan. Pihaknya akan menyosialisasikan Perda itu ke masyarakat melalui pemangku daerah setempat.
Penindakan dimulai dari wilayah Semarang Tengah. Dengan sasaran mereka yang ketahuan membuang sampah di bantaran sungai maupun saluran drainase.
Operasi yustisi ini bakal dilaksanakan secara tertutup oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan petugas gabungan dari kecamatan.
”Sosialisasi akan kami gencarkan pada bulan ini. Selanjutnya, November sudah bisa ditindaklanjuti dengan penindakan,” tandasnya. (Tanti)
 klik gambar===>baca model TABLOID

INFOKU REMBANG edisi 18

Pengusaha Tambang Perlu Buat Jalur Khusus
INFOKU,REMBANG- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rembang mendesak pengusaha tambang di kawasan Kecamatan Sale dan Kragan untuk secepatnya membuat jalan khusus angkutan tambang.
Kepala ESDM Rembang Agus Supriyanto mengatakan, jalan khusus tambang di Kecamatan Sale telah ada dan jalur itu memanfaatkan jalan hutan milik Perhutani. ”Sudah ada jalur sepanjang 11 km yang bisa dimanfaatkan,” jelasnya, Rabu (12/10).
Disebutkan, jalan tersebut melintasi lokasi milik delapan perusahaan tambang batu putih di Kecamatan Sale, hingga tembus ke Desa Wonokerto. Sejauh ini, kata dia, jalur tersebut dimanfaatkan untuk mengirimkan bahan tambang menuju wilayah Rembang (utara).
Sedangkan mereka yang mengirim bahan tambang ke wilayah Jatirogo atau Blora, kerap memanfaatkan jalan di Desa Tahunan. ”Pada rapat hari ini ,  pengusaha tambang sepakat mengoperasikan jalur hutan.
Untuk memperlancar pengangkutan, jalur yang sempit akan dilebarkan, yang menanjak tajam akan dilandaikan secepatnya,î jelasnya.
Sementara itu, jalur tambang di wilayah Desa Terjan, Kecamatan Krajan masih terus diupayakan. Dari pantauannya, jalur tambang di bagian selatan sudah ada dan siap digunakan.
Sedang jalan tembus di wilayah utara sejauh ini belum dibuat. ”Jalur tembus di sebelah utara ini lah yang kami pantau terus agar secepatnya pengusaha bisa merealisasikannya,” tegasnya.(Rudi)

 
Anggota Dewan Kembali Nglencer
INFOKU, PATI- Tanpa pandang peduli Disaat karut-marut kondisi pemerintahan di Kabupaten Pati sebagai dampak dari kegagalan penyelenggaraan pilkada beberapa waktu lalu, lagi-lagi sikap kalangan anggota Dewan mencedarai nurani warga yang diwakili.
Sehari setelah tidak kourum rapat paripurna persetujuan Perubahan APBD Tahun 2011, Selasa (11/10), semua personel Komisi III sudah terbang untuk nglencer ke Batam.
Koordinator Kerakyatan Peduli Pati (KKPP) Danu Prayitno mengemukakan, alasan klise setiap ditanya pihak lain pun selalu menjadi jawaban. Yakni, kunjungan kerja (kunker) ataupun studi banding. Dalam satu tahun ini sudah dilakukan beberapa kali.
Lebih memprihatinkan lagi, lanjutnya, cara-cara yang dilakukan pun selalu mengajak eksekutif khususnya dari jajaran SKPD yang mempunyai hubungan dengan bidang tugas komisi bersangkutan.

Jika yang pergi nglencer itu Komisi III, eksekutif yang biasanya diajak serta antara lain dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dishubkominfo.
Padahal, kritik dia, selama ini dari hasil nglencer tersebut juga jarang disampaikan secara terbuka tentang akses yang didapat dari membuang-buang biaya yang tidak sedikit itu.
Paling tidak, ketika anggota Dewan tersebut mendapat masukan tentang hal baru dari daerah lain yang dikunjungi, seharusnya bisa memengaruhi cara berpikirnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Adji Sudarmadji menyatakan tidak tahu secara pasti agenda Komisi III. ’’Karena itu, kalau pergi ke Batam terkait dengan sasaran kunjungan tersebut, kami juga tidak tahu.’’ jelasnya.(Imam)
 klik gambar===>baca model TABLOID

LENSA DIGITAL edisi 18

INFOKU ADVERTORIAL - edisi 18