Selasa, 09 Oktober 2012

Pemkab Rembang - INFOKu 39



Warga Dari 12 Desa Di Kecamatan Kragan Berebut Air
INFOKU, REMBANG- Dari 27 Desa Dikecamatan Kragan Kabupaten Rembang 12 Desa diantaranya mengalami kekeringan.
Bantuan air dari Pemkab Rembang belum mampu mencukuupi kebutuhan air warga yang terkena dampak kekeringan. Wargapun berburu air sumber dan sumur diareal persawahan.
Nurrohim Effendi Kasi Kesra Kecamatan Kragan, terdapat 12 Desa yang saat ini mengalami kekeringan. hal ini disebabkan debit air sumur gali yang menjadi tumpuan warga memenuhi kebutuhan air mengering, dia mengatakan kekeringan saat ini (2012) lebih panjang dari tahun kemarin (2011).
“Kekeringan disebabkan debit air sumur gali yang selama ini mencukupi kebutuhan air warga mengering,” kata Nurrohim Effendi saat ditemui wartawan diruang kerjanya Selasa, (18/09).
Menurut Dia, Ke 12 Desa itu antara lain ; Woro, Sumur Tawang, Sumber Gayam, Sumur Pule, Terjan, Sendang, Kendal Agung, Mojokerto, Pandangan Kulon, Sudan, Sendangwaru, dan Sendangmulyo.
“Untuk memenuhi kebutuhan air Pemkab Rembang memberikan bantuan 3-4 tengki perdesa berkapasitas 5000 m2. Bantuan air itu belum mampu memenuhi kebutuhan air warga secara optimal karena kapsitasnya yang belum mencukupi,” kata Nurrohim
Kades Sumur Tawang Daenuri mengatakan kekeringan yang dialami warganya terjadi sejak bulan Juli yang lalu. Namun kekeringan terparah pada bulan Agustus, Dusun Bios yang paling parah terkena kekeringan.
“Warga Desa kami mengalami kekeringan sejak bulan Juli yang lalu, Namun kekeringan terparah pada bulan Agustus terutama Dusun Bios yang paling parah terkena kekeringan,” katanya.
Tidak semua dusun dalam satu desa itu mengalami kekeringan semua, dalam satu desa ada beberapa dusun saja yang mengalami kekeringan parah, selebihnya warga  masih bisa memanfaatkan air dari sumur gali.
“Kami sudah meminta bantuan air Pemkab dan sudah direalisasikan ke desa-desa,“ kata Camat Kragan Eddy Kiswanto.
Hal yang sama juga diutarakan Kades Desa Terjan- Krgan Abdul Hadi, saat ini Desanya juga mengalami kekeringan, banyak sumur yang mengering warga hanya bisa mengandalkan bantuan air dari pemkab Rembang sebanyak 3 tangki yang direalisasikan sekali dalam sebulan, akan tetapi belum memenuhi kebutuhan.
“Dalam sebulan kami mendapatkan bantuan air dari pemkab sebulan sekali, bantuan itu tidak mencukupi, untuk memenuhi Pemdes memberikan bantuan air 1 tangki dalam seminggu,” kata Kades (Sutrisno)
Lebih lengkap baca model TABLOID dibawah ini >> 
Klik GAMBAR

Sabtu, 06 Oktober 2012

SEMARANG RAYA - INFOKU 39



Sertifikasi Penyanyi Dangdut
INFOKU, SEMARANG— tidak hanya Guru yang mendapat sertifikasi, ternyata para penyanyi dang dut ternyata juga ada setifikasi.
Tidak tanggung tanggung ternyata MUI Jateng menyetujui diadakan sertifikasi penyanyi dangdut.
 Hal ini untuk menghindari unsur erotis dalam berpenampilan di atas panggung.
Seusai workshop  bertema Mewujudkan Siaran Musik Dangdut Beretika Dan Bermartabat yang digelar KPID Jateng di kampus IAIN Walisongo, Semarang, Sabtu (22/9).
Salah satu artis ibukota, Ratna Anjani, mengajak para penyanyi dangdut perempuan mengubah penampilan erotis di atas panggung.
“Mari kita mengubah stikma bahwa musik dangdut itu identik dengan erotis,” ajak dia.
Puluhan artis dangdut perempuan asal Jateng yang hadir pada workshop sepakat akan mengubah penampilan erotis.
Untuk mengangkat musik dangdut yang merupakan musik rakyat lebih beretika dan bermartabat, dilakukan penandatangan memorandum of understanding  (MoU) antara Ketua KPID Jateng, Budi Sudaryanto dengan Ketua PAMMI Jateng Budi Supriyanto.(Joko)
Foto Ratna Anjani

       klik gambar >>baca model TABLOID

PATI & REMBANG - INFOKU 39



SISWA MAN KESURUPAN
INFOKU, REMBANG- Guru Madrasah Aliyah Negeri Rembang Jumat (21/9), pagi  usai menggelar  pelatihan Kirap Panji dihalaman sekolah mengalami kepanikan ,kepanikan sejumlah guru tersebut terjadi setelah sejumlah siswa-siwinya yang ikut dalam pelatihan   mengalami kesurupan. 
Kepanikan semakin bertambah lantaran tempat pembuangan sampah yang berada di bagian belakang gedung sekolah terbakar pada waktu yang bersamaan.
Beruntung petugas pemadam segera tanggap sehingga api tidak sampai menjalar pada bangunan.
Bahkan saking paniknya sejumlah guru olah raga dan petugas keamanan usai  mengevakuasi siswa yang kesurupan  enggan dikonfirmasi wartawan yang hendak melakukan tugas peliputan.
”Mbak tolong jangan diliput ” ujar salah satu guru sekolah   setempat  berpakaian olah raga.
Selain melarang liputan guru tersebut  meminta sejumlah siswanya tidak  boleh komentar   di hadapan wartawan.  Yang saat itu melintas salah satu siswa yang alami kesurupan di Gotong Sejumlah Guru.
Sebelumnya peristiwa kesurupan menimpa siswi MAN Rembang yang tengah sibuk latihan baris berbaris untuk persiapan lomba kirab panji di halaman sekolah.
Latihan dibawah bimbing oleh dua orang anggota Kodim Rembang, Kopka Joko Wiyono dan Sertu Safari.
“Kesurupan terjadi begitu saja awalnya ada serang siswi yang jatuh terkulai, sambil berteriak-teriak tidak jelas.Tidak berselang lama, kesurupan pun menjalar pada siswi lain.
“Sedikitnya ada 5 orang mengalami kesurupan, dua diantaranya cukup histeris.” Ungkap Kopka Joko Wiyono.
Melihat siswa berjatuhan dibantu guru dan sejumlah petugas keamanan, korban kesurupan dimasukkan ke dalam ruangan kelas, untuk penanganan lebih lanjut.
 Joko mengaku  tidak tahu persis penyebab peristiwa tersebut.
Kepanikan guru semakin bertambah karena pada waktu bersamaan tempat pembuangan sampah dibelakang sekolah terbakar.
 Kebakaran itu sempat menimbulkan keanehan pasalnya ada seorang dari korban kesurupan sempat melontarkan kalimat sengaja membakar lahan karena tempat tinggalnya diusik.
”Tadi ada satu korban kesurupan tiba-tiba saja lari menuju tempat kebakaran yang kami padamkan sambil berteriak-teriak tidak jelas, namun akhirnya bisa dicegah oleh beberapa guru dan teman-temanya,” ungkap salah satu petugas pemadam kebakaran, Eko, yang siang itu melakukan pemadaman.
Petugas Kebakaran Berhasil jinakkan  Api Di belakang gedung sekolah. Ketika Damkar masih sibuk memadamkan api, suara raungan siswi kerasukan kian terdengar jelas dari luar ruangan.
Dua siswi kesurupan selanjutnya dipindahkan ke dalam mobil, pergi menjauh dari lingkungan sekolah. Kasus semacam ini terjadi untuk kesekian kali dan sampai sekarang masih terulang.
Salah satu guru MAN Rembang yang enggan disebut namanya mengungkapkan sebenarnya pihak sekolah sudah berupaya mengambil langkah-langkah guna mengatasi persoalan tersebut, salah satunya berkonsultasi dengan sejumlah ulama.
Saat ditanya apakah ada tempat angker di sekitar MAN, ia mengaku tidak bisa menyimpulkan, karena hal-hal yang menyangkut goib atau supranatural, sulit diterawang tanpa keahlian khusus.
”Upaya khusus sejauh ini belum kita lakukan, akan tetapi  jika menggelar doa bersama sudah sering kami lakukan,” ungkapnya.
Ia mengaku meski demikian sekolah enggan menyerah begitu saja. Ia mengatakan tetap akan mencari jalan lain, supaya tidak lagi muncul kesurupan yang sewaktu waktu mengganggu kegiatan belajar mengajar.Akibat kejadian tersebut  siswa mestinya pulang pukul 11.00 W. I. B., terpaksa dipulangkan lebih cepat. ( Sugiarti )
 klik gambar>>>baca model TABLOID

INFOKU 39 - HARI KESAKTIAN PANCASILA