Selasa, 11 Oktober 2011

INFOKU ANEKA - edisi 17

KA Jalur Cepu – Surabaya Diluncurkan
CEPU Express dilengkapi Ruang ber-AC
INFOKU, CEPU-  Masyarakat kabupaten Blora harusnya patut berbangga. Pasalnya, dua nama daerah di Blora dipilih PT Kereta Api Indonesia sebagai nama kereta api.
Setelah sebelumnya beberapa tahun lalu diluncurkan kereta api Blora Jaya Express, kini menyusul berikutnya adalah kereta api Cepu Express.
Kedua kereta diesel tersebut menghubungkan Surabaya dan Semarang.
Kereta api Blora Jaya Express mulai beroperasi tahun 2009. Rute kereta tersebut adalah dari Stasiun Poncol Semarang menuju Stasiun Bojonegoro Jatim melalui Stasiun Cepu dan sebaliknya.
Lantaran jumlah penumpang cukup banyak, PT KAI pada Mei 2011, meluncurkan kereta api Blora Jaya Express 2.
Dengan tarif Rp 28 ribu perorang, kereta Blora Jaya Express berangkat dari Bojonegoro pada pukul 05.00, 10.45 dan 12.45. Sebaliknya dari Stasiun Poncol, kereta diberangkatkan pukul 06.15, 08.45, 17.10.
Bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke Surabaya, kereta api Cepu Express bisa menjadi alternatif pilihan. Kereta yang diluncurkan Sabtu (17/9) mempunyai ruangan berpendingin AC.
Kereta berangkat dari Stasiun Cepu pukul 11.55, sedangkan dari Stasiun Pasar Turi Surabaya berangkat pukul delapan pagi. ''Untuk pekan ini masih dalam masa uji coba sehingga tarifnya juga masih murah yakni sekitar Rp 30 ribu,'' ujar Agus Suyatno, salah seorang calon penumpang Cepu Express, Minggu pekan lalu.(Agustina)


RSPD Luncurkan Bantuan Air 10 truk  tangki
1 Fans Sumbang 1 Ember
INFOKU,  BLORA-. Inilah yang dapat dijadikan sebuah awal baru, kepedulian warga Blora  terhadap saudaranya yang saat ini mengalami kekurangan air bersih. Hanya dengan 1 ember setiap 1 fans RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah) Gagak Rimang Blora, akhirnya dapat terkumpul sebanyak 10 truk tangki air.  
            Menurut kepala stodio Priyadi program ini atas usul beberapa fans dan ditawarkan secara umun, ternyata mendapat respon yang luar biasa.
“Usul Dari fans RSPD dan kami hanya sebagai koordinatornya,” katanya.
Seperti diketahui Pemkab Blora telah menghimbau agar semua organisasi baik negeri atau swasta membantu masyarakat dalam penyediaan air bersih.
“Kebetulan kami punya program 1 fans 1 ember dan respon masyarakat cukup tinggi, sehingga hanya dalam 1 minggu kami dapat mengalokasikan 10 mobil tangki,” ujar Teguh Rudianto Penyiar Radio itu.
Lanjunya, bantuan tersebut  didistribusikan kepada warga yang membutuhkan di Desa Sukorame dan Nglangitan Kecamatan Tunjungan serta di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo dan Desa Jepangrejo kecamatan kota Blora.
 "Warga antusias mendapatkan bantuan air," tandas Teguh.
Selain pendengar setia Radio Gagak Rimang, komponen lainnya yang memberikan bantuan air bersih kepada warga di desa-desa adalah mahasiswa program pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Malang yang ada di Blora.
Bantuan air bersih diserahkan kepada Bupati Djoko Nugroho.
Sebelumnya bantuan air bersih juga diberikan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Gereja Katolik Santo Pius. Pendistribusian bantuan dilakukan di desa-desa saat bulan Puasa lalu. (Endah)
 klik gambar ===> baca model TABLOID

INFOKU REMBANG dan PATI - edisi 17

Dampak Kebakaran Pasar, Pedagang Terpaksa Jualan Dirumah
INFOKU, REMBANG-  Sambil menunggu realisasi pembangunan Los pasar Rembang yang terbakan, sejumlah pedagang korban kebakaran Pasar Kota Rembang memilih memindahkan barang dagangannya di rumah.
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Rembang, Abdul Aziz Karlin Zaim mengatakan, pilihan itu diambil sejumlah pedagang karena pembangunan kembali los pasar oleh pemkab setempat belum juga dilakukan. Selain itu, jumlah lapak darurat di sekitar pasar juga terbatas.
“Daripada harus bersitegang dengan pedagang lainnya, pedagang yang memiliki rumah tak jauh dari Pasar Kota Rembang memilih menggelar dagangan di rumahnya masing-masing,” katanya, Selasa (20/9).
Ia menambahkan, berjualan di rumah sendiri menjadi pilihan agar keamanan barang dagangannya lebih terjamin.  Meski “memindahkan” kios ke rumah, lanjut dia, pedagang mengaku tetap dicari pelanggannya.
Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz, mengatakan, desain los darurat pasar untuk menampung para pedagang korban kebakaran pasar kota itu telah rampung, sehingga pembangunannya akan segera dilakukan.
Seperti diberitakan, Kebakaran hebat di pasar Kota Rembang Rabu (7/9), telah meludeskan sekitar 50 persen lebih bangunan pasar. Sebanyak dua los besar untuk kios, enam los besar untuk lapak dan sepuluh los kecil untuk lapak ludes terbakar.
Total sebanyak 93 kios dan 478 lapak milik pedagang yang kini rata dengan tanah.
Hampir dua minggu setelah kejadian itu, petugas kini masih berupaya membersihkan puing sisa kebakaran pasar terbesar di Kabupaten Rembang itu. Selain memindahkan ke rumah, sebagian pedagang mulai melirik ruko atau pertokoan baru yang banyak didirikan di pinggir jalan di Kota Rembang.
( Arti)



Terkait PILKADA Pati
KDW Provinsi Jateng Gelar Seminar
INFOKU, SEMARANG Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Provinsi Jateng menggelar Seminar Nasional dengan tema "Pilkada Pati, Mengapa Jadi Begini?" di Hotel Dafam Semarang, Selasa (20/9).
Tampil sebagai pembicara dalam seminar itu perwakilan KPU Pusat I Gusti Putu Artha, pengamat politik  yang sekaligus juga staf pengajar Undip Muchamad Yulianto, dan Asisten I Sekda Pemprov Jateng Siswo Laksono, serta perwakilan dari Depdagri Dodi Riyadmadji. Seminar dimoderatori oleh Amir Machmud dari Suara Merdeka.
Seminar yang dimulai pukul 8.30 sampai 13.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan DPC partai politik, wartawan dan warga Pati. 
I Gusti Putu Artha mengatakan, pihaknya berharap pemerintah Pati segera mengetuk anggaran APBD untuk mengadakan Pilkada putaran kedua. Dana itu diharapkan segera ada untuk memulai verifikasi calon.
Ia menambahkan, pengunduran diri pasangan yang telah memenuhi syarat kini tidak bisa lagi dilakukan. Sedangkan satu pasangan calon yang telah didiskualikasi adalah Sunarwi-Tedjo Pranomo.
Dari studi kasus Pilkada di Pati, pihaknya menyoroti keputusan MK yang menyetujui pergantian salah satu pasangan terdiskualifikasi, sehingga harus dilakukan putaran kedua.  
Sementara itu Muchamad Yulianto mengatakan, fenomena sosial politik di Pati terkait pilkada dikarenakan tingginya hasrat politik para tokoh. Ia mencontohkan, terdapat calon yang maju untuk ketiga kalinya dengan pergantian pasangan secara instan.
Selain itu, ia menambahkan, sebagian besar calon juga masih berpikiran pragmatis-praktis. Dari survei LPSI Desember 2010, diperoleh fakta bahwa mereka yang menyebut "pemberian" dalam politik sebagai hal yang wajar masih banyak, yaitu sebesar 75,3 persen.
"Bahkan banyak fakta di lapangan, kekuatan kepala desa atau perangkat dan botoh (mesin-red) politik yang ikut mendominasi pergerakan dukungan /eleksibilitas para calon," katanya.
Dia juga mengamati implikasi MK yang akan membuat regulasi baru terkait tahapan pemilukada Pati. Ia berpendapat, jika regulasi baru itu tidak segera ditetapkan, maka akan menimbulkan kejengahan publik terhadap politik.
(Imam )
 klik gambar ===> baca model TABLOID

Minggu, 09 Oktober 2011

INFOKU SEMARANG-GROBOGAN edisi 17

Pemkot Diaudit Ulang BPK
INFOKU, SEMARANG- Akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan Pemkot disangsikan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melanjutkan pemeriksaan pendahuluan terhadap belanja Pemkot anggaran 2010-2011.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Ari Purbono menilai positif atas pemeriksaan terperinci BPK. Kegiatan itu membantu tugas dan fungsi DPRD dalam pengawasan keuangan pemkot.
Di sisi lain adanya audit tersebut mengindikasikan pengelolaan keuangan oleh pemkot belum berjalan baik.
”Dewan sangat terbantu, semakin dilakukan audit semakin berkualitas pengelolaan keuangan kita. Dua tahun berturut-turut wajar tanpa pengecualian (WTP), namun sayang sejak 2006 respons pemerintah dalam memperbaiki kekurangan terasa lamban,” ujarnya, Senin (26/9)
Hal itu bisa terlihat dari piutang pajak reklame sebesar Rp 17,6 miliar yang hingga kini belum tuntas tertagih. Diperkuat dengan opini WDP (wajar dengan pengecualian) untuk laporan keuangan pemerintah atas APBD 2010.
”Keuangan baik itu kalau opininya wajar tanpa pengecualian (WTP). Namun pemeriksaan terperinci ini juga bisa menjadi pertanyaan besar bagi BPK. Berarti audit yang selama ini dilakukan BPK belum terperinci,” katanya.
Payung Hukum
Sementara itu, Pimpinan  Banggar Djunaedi mempertanyakan payung hukum BPK melakukan pemeriksaan kembali untuk tahun anggaran 2010.
”Dasar hukumnya apa ? APBD 2010 kan sudah ada opini WDP, kenapa ada audit lagi. Kalau audit APBD 2011 dalam kerangka pendahuluan dan pembinaan tak masalah, tapi audit 2011 pemeriksaanya terperinci. Ini kan tidak lazim.”
Sumber internal pemkot menyebutkan, audit yang dilakukan BPK sebenarnya bukan lanjutan melainkan audit khusus. Beberapa hal yang akan diaudit seperti piutang, sewa menyewa aset.
Termasuk akan mengaudit anggaran bintek DPRD yang nilainya sangat besar, namun pertanggungjawabannya belum memuaskan.
”Hak BPK untuk mengaudit kapanpun. Ada audit untuk mendapatkan opini. Namun kalau BPK tidak puas, ada audit khusus. Seperti anggaran bintek Dewan, banyak yang tidak berangkat tapi di SPJ ada. Ini patut juga diaduit,” ungkap sumber itu.
Sekdakot Akhmat Zaenuri menyebutkan, BPK telah melakukan pemeriksaan pendahuluan mulai 12-16 September lalu, mencakup pengumpulan data dan dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan. Kota Semarang merupakan satu dari empat kota yang dijadikan BPK sebagai salah satu obyek pemeriksaan.
Sebelumnya, BPK telah mengirimkan surat pemberitahuan ke Pemkot Semarang pada 9 September lalu. Sampai September jumlah sisa sisa penggunaan anggaran atau Silpa di bawah Rp 50 miliar. Kondisi ini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, dimana Silpa selalu di atas Rp 100 milyar. (Joko)


Lapangan Golf Manyaran Diduga Dijual
INFOKU, SEMARANG- Keberadaan aset Pemkot yang menjadi lapangan golf di Manyaran patut diselidiki. Komisi A DPRD Kota Semarang mendapatkan informasi status kepemilikan lapangan tersebut telah beralih tangan.
Disela-sela rapat kerja dengan Bagian Kerja Sama Setdakot dan Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD), Senin (26/9), masalah tersebut muncul. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi A Didik Marsudi mempertanyakan soal alih tangan aset tersebut.
Anggota komisi, Novriadi mengatakan, aset tersebut bukan lagi milik pemkot. Bahkan informasi yang didapatkan kalau lapangan golf itu yang melepaskan justru dari pemkot sendiri.
”Lapangan itu bahkan sudah dalam pengawasan tim apraisal yang ditunjuk oleh pemerintah. Masalah ini harus ada kejelasannya,” ungkapnya.
Dia juga mempertanyakan soal pembagian deviden atau bagi hasil selama ini tidak ada kejelasan. ”Pemkot menanamkan sahamnya di lapangan golf sebesar 25%. Pertanggungjawaban selama ini bagaimana. Lantas bagaimana dengan alih tangan itu,” kata dia.
Dia kaget saat mendengar laporan kalau pemkot turut berkecimpung dalam lapangan golf Manyaran. ”Dalam laporan aset selama ini, eksekutif tidak pernah menerangkan bagi hasil dari pengelolaan lapangan golf. Dalam rapat ini kami perlu mendapatkan kejelasan,” tandasnya.
Anggota komisi yang lain, Bambang Raya Saputra menyatakan, pihaknya siap membentuk tim. Mereka akan menelusuri kepemilikan lahan sampai dugaan penjualan aset tersebut. ”Kami akan telusuri satu per satu orang-orang yang tahu masalah itu,” kata dia.
Sementara Kasi Pengamanan Aset DPKAD Agung Sri Ratmono menerangkan memang ada MoU antara pemkot dan pengelola lapangan golf.
Namun ia tidak tahu apakah kesepakatan itu untuk melepas aset lapangan golf atau bukan.
”Yang saya tahu, lahan disana sedang diukur dan dinilai oleh appraisal. Namun, kepemilikan atau kesepakatannya seperti apa belum jelas karena bukan saya yang menanganinya. Saya juga akan tetap mengeceknya lagi ke bagian yang menanganinya langsung," kata Agung
Hanya miliki Saham
Kabag Kerja Sama Bambang Soekardjo menjelaskan, Pemkot Semarang tidak memiliki lahan lapangan golf di Manyaran. Namun adanya kepemilikan saham sebesar 25% diakuinya memang ada. Pengelolaan lapangan tersebut merupakan sebuah konsorsium, pemkot menjadi salah satu pemegang saham.
Mengenai dijualnya lapangan golf itu, ia sama sekali tidak mengetahuinya.
Pihaknya hanya mengelola aset yang tidak dipakai dan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. ”Soal dijual kami sama sekali tidak mengetahuinya,” katanya. (Tanti)



Dipertanyakan Kontribusi PT Semen Grobogan
INFOKU, GROBOGAN- Kontribusi PT Semen Grobogan (SG) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipertanyakan oleh dewan Kabupaten Grobogan.
Guna memastikan kontribusi PT SG terhadap PAD dan lingkungan sekitar lokasi pabrik, Komisi B mengundang berbagai pihak terkait.
Diantaranya pimpinan PT SG, yakni General Manager (GM) Toni Santoso, Asisten I Setda Grobogan Sartono SH, Kabag Perekonomian HM Susilo SH, dan pejabat dari Badan Perijinan dan Disperindagtamben, Selasa (6/9).
’’Selama ini yang sudah dipungut Pemkab dari PT Semen Grobogan baru sebatas IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) dan retribusi galian C. Kalau untuk lingkungan baru sebatas perbaikan sekolah,’’ kata Ketua Komisi B Agus Siswanto SSos, usai pertemuan di ruang komisi B.
Perda
Ditambahkan Agus, dewan meminta agar Pemkab memiliki Perda yang mengatur kontribusi PT Semen Grobogan jika perusahaan tersebut mulai beroperasi. Dengan adanya Perda tersebut diharapkan PT SG dapat mengetahui kewajibannya, terutama kontribusi ke PAD Grobogan jika sudah mulai beroperasi.
’’Dari penjelasan Asisten I pak Sartono, Pemkab sudah memiliki Perda yang mengatur kontribusi PT Semen Grobogan ke PAD jika sudah mulai beroperasi, yakni Perda No 6 Tahun 2010,’’ jelas politisi PDIP ini.
Dalam Perda No 6 Tahun 2010 tersebut, diatur bahwa 20 persen dari pendapatan keseluruhan  PT Semen Grobogan jika sudah beroperasi masuk PAD Grobogan.
Disebutkan pula 10 persen dari pendapatan keseluruhan diperuntukan seluruh desa yang ada di Kabupaten Grobogan.
’’Pemkab juga bisa memungut retribusi bahan baku yang digunakan dalam pembuatan semen, seperti pasir kwarsa, tanah liat, dan batu kapur,’’ imbuhnya.
Sementara itu, General Manager (GM) PT Semen Grobogan Toni Santoso dalam penjelasannya di Komisi B, mengatakan, bahwa perusahaan semen tersebut sudah mengantongi izin dan dalam waktu tiga tahun kedepan pabrik yang ada di kecamatan Tanggungharjo tersebut akan segera beroperasi. (Budi)
 klik gambar ===> baca model TABLOID

Sabtu, 08 Oktober 2011

INFOKU NASIONAL edisi 17

Terkait membanjirnya Garam Impor
Politikus Golkar Desak SBY Ganti Marie Pengestu
INFOKU, JAKARTA-  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Firman Subagyo terus mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengganti Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu.
Desakan itu disampaikan politikus Partai Golkar itu menyusul temuan membanjirnya garam impor pada saat musim panen di Madura.
Firman juga menyoroti beredarnya beras impor dari Vietnam di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pati, Blora, Rembang, Kudus, Jepara. Padahal, Gubernur Bibit Waluyo dan petani Jawa Tengah menolak impor karena daerah surplus beras.
Firman yang dihubungi INFOKU  di Jakarta Sabtu pecan lalu  mengatakan, temuan garam impor di Madura merupakan pelanggaran. Aturannya, kata dia,
satu bulan sebelum panen dan dua bulan sesudah panen, tidak boleh melakukan impor garam. "Garam impor bikin garam lokal tidak terserap," tandasnya.
Dia mengecam Mendag yang memberikan izin impor besar-besaran yang telah dibongkar di Pelabuhan Kalianget, Madura sebanyak 100 ribu ton dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 800 ribu ton.
"Ironisnya, Madura sebagai lumbung garam malah dibanjiri garam impor yang kualitasnya jauh lebi redah dibanding garam rakyat," tegasnya.
Ia justru mempertanyakan mengapa dengan Menteri Perdagangan selalu membuat kebijakan yang merugikikan rakyat tidak hanya garam, tetapi juga beras, gula tepung singkong.
"Patut dicurigai siapa Marie Pangestu yang sebenarnya. Jangan-jangan agen dunia perdaganan internasional atau polayer," katanya.
Untuk itu tak hentinya Firman meminta kepada Presiden agar secepatnya melengserkan para menteri pembantunya yang selalu membuat kebijakan merugikan dan menyakiti hati rakyat, serta hanya membela kepentingan kelompok tertentu.
(Agung/JBSM)
 klik gambar===>baca model TABLOID