Klik gambar===>model TABLOID
Tampilkan postingan dengan label BLORA - Upload Agung B Rustanto - AWAL Mei 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BLORA - Upload Agung B Rustanto - AWAL Mei 2011. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 Mei 2012
Sabtu, 14 Mei 2011
INFOKU edisi 9 - PEMERINTAHAN
Pabrik Gula PT GMM Segera Hadir di Blora
INFOKU, BLORA- Pabrik gula baru dengan kapasitas awal produksi 4.000 ton tebu per hari akan segera hadir di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pabrik tersebut diperkirakan akan menampung lebih dari 15.000 tenaga kerja.
Pembangunan Pabrik Gula PT. Gendhis Multi Manis (PT. GMM) itu diawali dengan simbolis peletakan batu pertama oleh Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Senin (18/4/2011) kemarin.
Selain Wakil Menteri Pertanian dan Gubernur Jateng, juga dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Nasional APTRI (Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia) Soemitro. Acara diramaikan oleh kehadiran Butet Kertaradjasa dan grup musik asal Jogja Sinten Remen.
Bupati Blora Djoko Nugroho menyebutkan, di wilayahnya terdapat lahan potensial untuk tebu rakyat di 16 kecamatan seluas 26.000 hektar. "Kami optimistis dengan pembangunan Pabrik Gula Gendhis Multi Manis di Blora," ujar Djoko.
Menurut Presiden Direktur PT. GMM Ir. Kamadjaya, untuk tahap awal pembangunan PG itu, pihaknya menginvestasikan Rp 1,8 miliar. "Kami menargetkan, pabrik gula ini sudah beroperasi pada Maret atau April 2013 mendatang, dan giling perdana sekitar Juli atau Agustus 2013," ujar Kamadjaya.
"Kami minta GMM memakai tebu petani Jateng, jangan pakai tebu petani dari Australia," ujarnya. Dua Pabrik Gula yang terevitalisasi, yaitu PG Cepiring (PT. IGN), Cepiring dan PG Pakis Baru, Pati.
Di Jateng kini terdapat 13 pabrik gula, tetapi yang beroperasi maksimal hanya lima. Delapan pabrik lainnya kurang beroperasi maksimal. Selain di Blora, menurut gubernur, dalam waktu dekat akan dibangun pabrik gula baru di Purbalingga.
Salah satu dari kelima pabrik gula yang beroperasi maksimal adalah PT. Industri Gula Nusantara, Cepiring- Kendal.
Status Tanah
Ditempat terpisah salah satu budayawan Blora RM Tedjo Probo menegaskan hendaknya segera diselesaikan permasalahan tanah tempat pabrik ini didirikan. “Areal pabrik akan menempati lahan seluas 27 ha yang merupakan lahan kering milik Kwarcab Pramuka Blora, dari data yang saya terima belum belum terselesaikan,” katanya.
Untuk itulah dirinya meminta agar permasalahan lahan untuk pabrik agar diselesaikan terlebih dahulu.
“Karena tanah tidak boleh dijual, kalaupun PT GMM akan meruislag lokasi tersebut dengan lahan baru sesuai permintaan Kwarcab Pramuka, segeralah diumumkan masyarakat Blora,” tegas Tejo.
Sementara ketua Pramuka Kwarcab Blora Suryanto ketika ditemui beberapa kali tidak berada ditempat karena tugas ke luar kota.
Sebagaimana diketahui nantinya pabrik Gula di Blora ini diharapkan mampu menyerap potensi tebu sekitar 24.000 ha yang tersebar di daerah sekitar. Potensi tanaman tebu di Blora diprediksi mencapai 8.750 ha, Rembang 6.000 ha, Grobogan 4.000 ha, pati 3.000 ha, serta Kudus 2.000 ha.(Larso/Agung)
APBD BLORA 2011 Resmi ditetapkan
INFOKU, BLORA- Setelah Hampir 2 Minggu di Propinsi, APBD Blora 2011 akhirnya ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (26/4). Itu dilakukan setelah Pemkab dan DPRD menindaklanjuti seluruh poin evaluasi gubernur Jateng terhadap rancangan peraturan daerah (raperda) APBD.
"Ini momentum penting. Penetapan APBD telah ditunggu-tunggu masyarakat Blora," ujar Ketua DPRD, Maulana Kusnanto saat memimpin rapat paripurna.
Hal itu cukup berasalan. Karena dibanding kabupaten dan kota lainnya di Jateng, penetapan APBD Blora paling lambat. Akibatnya proyek-proyek yang dananya dianggarkan dalam APBD hingga kini belum dilaksanakan. Padahal, masyarakat telah menunggu realisasi proyek pembangunan tersebut.
Sidang paripurna penetapan APBD dihadiri 44 dari 45 orang anggota DPRD. Sebelum paripurna dilaksanakan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD menggelar rapat untuk menindaklanjuti hasil evaluasi gubernur Jateng.
Hasil evaluasi turun setelah Pemkab menyampaikan raperda RAPBD yang telah disetujui bersama antara Bupati dan DPRD, Kamis (14/4). "Dalam waktu yang singkat gubernur Jateng telah menyampaikan hasil evaluasi RAPBD Blora yang dituangkan dalam surat keputusan nomor 910/152/2011 tertanggal 21 April," tandas Maulana Kusnanto.
Tidak banyak yang dievaluasi gubernur. Sebagian besar hanya terkait imbauan untuk menyesuaikan program kerja dan anggaran yang ada dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Diantaranya, dalam rangka melaksanakan amanat peraturan pemerintah nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan yang
mensyaratkan alokasi anggaran dalam APBD sekurang-kurangnya sebesar 20 %. Pemkab Blora diminta konsisten dan berkesinambungan mengupayakan pengalokasian anggaran pendidikan tersebut.
mensyaratkan alokasi anggaran dalam APBD sekurang-kurangnya sebesar 20 %. Pemkab Blora diminta konsisten dan berkesinambungan mengupayakan pengalokasian anggaran pendidikan tersebut.
Salah satu poin lainnya evaluasi gubernur adalah terkait penyediaan alokasi anggaran perjalanan dinas pada pos sekretariat DPRD. Gubernur mengingatkan agar alokasi anggaran itu dilaksanakan dengan selektif, dibatasi frekuensinya, jumlah hari dan pesertanya. Selain itu dilaksanakan sesuai substansi kebijakan yang sedang dirumuskan serta hasilnya dilaporkan secara transparan dan akuntabel.(Larso)
PMD Jateng Terbitkan Izin Investasi Pabrik Gula Blora
INFOKU, SEMARANG- Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah menerbitkan izin investasi untuk pendirian pabrik gula di Kabupaten Blora kepada PT Gendis Multi Manis.
"Izin investasi sudah terbit, tahap selanjutnya sudah dapat dilakukan pembangunan pabrik," kata Kepala BPMD Jawa Tengah, Anung Sugihantono, di Semarang, Selasa (26/4).
Ia mengatakan, investasi pabrik gula tersebut diperkirakan mencapai Rp2,2 triliun.
Selain pabrik gula di Blora, katanya, izin investasi juga akan segera terbit untuk pabrik gula di Kabupaten Purbalingga oleh PT Putra Giri Mandiri.
Ia mengatakan, untuk pabrik di Purbalingga itu, saat ini sudah memasuki tahap penyediaan lahan untuk bakal lokasi pabrik.
"Untuk pabrik gula di Purbalingga ini investasinya diperkirakan mencapai Rp2,1 triliun," katanya.
Kepala Dinas Perkebunan Jawa Tengah, Teguh Winarno, mengatakan, persiapan pembangunan pabrik gula di Blora telah dilakukan, ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur Bibit Waluyo pada 18 April 2011.
Ia mengharapkan, dua pabrik gula tersebut sudah mulai beroperasi pada 2013. "Pabrik gula di Blora memiliki kapasitas produksi 4.000 ton tebu per hari, sedangkan di Purbalingga sekitar 5.000 ton per hari," katanya.
Tambahan dua pabrik baru untuk mendukung swasembada gula 2013 tersebut, katanya, harus didukung pula dengan ketersediaan tanaman tebu untuk memenuhi produksi.(Tanti)
Senin, 09 Mei 2011
Minggu, 08 Mei 2011
INFOKU edisi 9 - CEPU dan Lintas Kecamatan
Benteng Merah Putih, yakin visi misi Bupati tercapai
INFOKU,CEPU- APBD tahun 2011 beberapa hari yang lalu baru saja disahkan, saat itulah titik awal dari Bupati Blora yang baru, Djoko Nugroho melaksanakan visi dan misinya. Sebelum itu Bupati masih meneruskan produk anggaran dari pemerintahan sebelumnya, yang tentu saja sudah tidak utuh lagi. Hal ini dikatakan Lulus Trilaksono, Humas LSM Bintang Merah Putih menjawab pertanyaan Infoku sehubungan dengan munculnya kritik terhadap kinerja Bupati selama 9 bulan ini.
“Memang kepemimpinan Pak Kokok sudah Sembilan bulan tetapi hal itu tidak bisa menjadi tolok ukur keberhasilan atau tidak berhasilnya Bupati yang baru dalam melaksanakan tugas mewujudkan visi misinya di Blora,” ujarnya sedikit membela. Alasannya ketika dilantik produk APBD yang lama sudah tidak utuh lagi dan ada penataan birokrasi di sana sini yang tujuannya agar pemerintahan yang akan datang lebih efisien sehingga visi misi yang dicanangkan bisa segera diwujudkan.
Tiga hal penting yang akan diwujudkan Bupati asal Cepu ini antara lain perbaikan infra struktur, pendidikan dan kesehatan. “Pada awal-awal pemerintahan jelas Pak Kokok akan giat memperbaiki dan membangun infra struktur yang sangat penting untuk dasar pembangunan selanjutnya,” katanya. Dalam kurun waktu satu tahun dan dengan APBD yang terbatas itu tidak mungkin hal itu dapat langsung tercapai. “Semua kan perlu tahapan, step by step. Kalau memang rakyat Blora ingin terjadi perubahan yang lebih baik ya marilah kita bersama mendukung, mengawal dan sebisa mungkin membantu semampu kita,” tambahnya.
Keadaan perekonomian masyarakat yang jatuh, kehidupan yang semakin sulit membuat warga ingin segera terjadi perubahan yang baik. Hal ini menyebabkan banyak keluhan mengapa tidak segera ada perubahan pada pemerintahan yang baru, tak heran muncul kritikan pedas. Namun kita juga harus yakin bahwa perubahan yang positif itu akan terwujud asalkan ada kerjasama yang baik antara masyarakat, dukungan birokrasi, LSM, legislative dan semua komponen yang ada dalam masyarakat.
“Kita harus tetap yakin, visi dan misi Bupati akan tercapai, mari bergandeng tangan dengan semangat merah putih menjadikan Blora kea rah yang lebih baik,” katanya optimis. “Saya ingat kata-kata Ketua DPRD Kusnanto, batok bolu isi madu yen kepingin Blora maju eksekutif-legislatif kudu bersatu,” tambahnya. Bahkan untuk menyakinkan pandangannya aktifis pemuda Cepu ini berfilsafat “sukodiro jayaningrat lebur dening pangastuti” artinya semua niat jahat pasti akan sirna dengan hati yang luhur dan suci. (Agustina) Wanita Harus Mampu Melawan Tantangan Kehidupan
INFOKU, CEPU- Bulan April selalu diperingati oleh kaum wanita sebagai bulan penuh emansipasi, pada bulan ini setiap tanggal 21 April kaum wanita Indonesia mengenang RA Kartini, pahlawan wanita asal Jepara, yang telah mengangkat derajat kaumnya. Sebelum masa Kartini, wanita dianggap sebagai isteri yang hanya mengabdikan diri kepada suami dan anaknya, yang tidak punya kesempatan mengembangkan diri. Namun setelah era Kartini menerjang adat itu, kaum wanita lebih leluasa bergerak, maju sejajar dengan kaum pria.
Sehubungan dengan peringatan Hari Kartini, Infoku sempat mewawancarai salah seorang anggota DPRD Blora, seorang wanita yang beruntung karena dapat duduk di legislative bersama kaum pria, untuk mewakili kaum wanita memperjuangkan haknya. Salah seorang dewan dari PDI Perjuangan ini, Irma Isdiana, SE yang saat ini duduk di Komisi B.
Menurut perempuan berkulit putih ini, wanita sekarang harus tahu hak-haknya selain telah melaksanakan kewajibannya. “Wanita memiliki hak yang sama untuk maju bersama kaum pria karena itu wanita harus memilki kepercayaan diri yang besar sehingga berani tampil karena syarat agar kita bisa maju dalam berbagai aspek adalah wanita harus berani menampilkan potensinya,” katanya. Namun demikian kesuksesan bagi wanita bukan hanya yang ditampilkan di luar rumah saja, tetapi juga harus berhasil dalam mendidik anak dan cekatan dalam mengurus rumah tangga. “Artinya wanita juga jangan lupa kodratnya sebagai seorang ibu dan seorang isteri,” tambahnya.
Bila dicermati, beban yang dipikul wanita jaman sekarang lebih berat karena harus mampu berperan sebagai ibu rumah tangga, pendamping suami, pendidik anak, pengatur ekonomi bahkan banyak wanita yang mempunyai peran ganda sebagai single parent.
“Ada dua hal yang tak terpisahkan dari kaum wanita yakni harus punya sisi keras agar mampu melawan tantangan kehidupan yang keras tapi dia juga harus memiliki kelembutan hati nurani agar kehidupannya seimbang,” ujar ibu tiga anak ini. Tak dipungkiri wanita adalah makluk lemah namun dibalik kelemahannya sebenarnya tersimpankekuatan yang mampu menjadikan seseorang menjadi pemimpin bangsa. (Agustina) Kenaikan Biaya Puskesmas Kurang Sosialisasi
INFOKU, BLORA- Diakibatkan kurangnya sosialisasi kedesa-desa tentang kenaikan biaya di Puskesmas membuat banyak masyarakat desa kaget karena uang yang dibawanya pas-pasan.
Seperti yang dialami Sunyoto Wakil ketua PAC PDIP Blora Sunyoto saat mengobatkan istrinya di Puskesmas desa Komolan kecamatan kota Blora.
“Saya kebetulan hanya bawa uang Rp. 50 ribu untuk menambal gigi istriku e …e ternyata biayanya menjadi Rp.65 ribu sudah termasuk karcisnya. Terpaksa saya pulang cari pinjaman,” katanya.
Menurut lelaki yang sebelumnya sebagai ketua Ranting PDIP Kamolan, pada januari lalu biaya untuk menambal gigi yang lobang hanya Rp.35 ribu, sedang karcisnya hanya Rp 3 ribu sehingga totalnya Rp 38 ribu.
Untuk itulah dia berharap agar Perda yang mengatur tentang biaya di Puskesmas ditinjau ulang. Hal ini berkaitan dengan janji Bupati saat kampanyenya bahwa kesehatan gratis bagi masyarakat.
Terpisah Asisten II Administrasi Pemkab Blora Pudiyatmo sebagai koordinator kegiatan yang berkaitan dengan ini, kepada Infoku mengatakan bahwa kesehatan gratis hanya diperuntukan bagi keluarga miskin.
“Mereka yang mempunyai kartu Jamkesda dan Jamkesnas yang dikategorikan miskin yang berhak mendapat pelayanan Gratis, sedang yang mampu harus membayar,” jelas Pudiyatmo.
Dia juga menambahkan pemilihan para penduduk yang mempunyai atau memegang kartu Jamkesda atau Jamkesnas, sudah melalui pemilihan yang melibatkan perangkat kelurahan/ desa.
“Sehingga keakuratan data bagi penduduk miskin secara umum dapat dipertanggung jawabkan,” tandas Pudiyatmo.(Agung)
Tidak Perlu Ke Kota Lagi
INFOKU, JIKEN- Satu langkah lebih maju berhasil dilakukan Pemkab Blora dalam melayani masyarakat didaerah pelosok.
Terhitung mulai 14 April 2011 lalu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Blora mulai memberlakukan pengurusan KTP, KK dan Akte secara online.
Artinya Disdukcapil melakukan jemput bola dalam melayani kepengurusan surat-surat tersebut langsung ke daerah terpencil.
Menurut Kadin Dukcapil Winoto program ini menindaklanjuti peringatan Gubernur Jateng, H Bibit Waluyo, kepada Pemkab Blora untuk segera melakukan percepatan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).
Hingga tahun ini Blora merupakan salah satu kabupaten di Jateng yang belum menerapkan SIAK standar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dia juga menjelaskan saat itu, selain Blora, kabupaten dan kota lain di Jateng yang belum menerapkan program aplikasi SIAK adalah Jepara, Grobogan, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, Kendal, Magelang, Kota Semarang dan Kota Tegal.
"Gubernur mengingatkan agar penerapan program aplikasi SIAK standar Kemendagri paling lambat Agustus 2011," ujar Kepala Kepala Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini.
Berdasarkan surat gubernur yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota se-Jateng, disebutkan bahwa program Elekronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) akan diterapkan 2012. Penerapan E-KTP didahului dengan kegiatan pemutakhiran data kependudukan pada 2011. Blora telah menyelesaikan pemutakhiran data tersebut belum lama ini.
Dalam surat tersebut Gubernur juga memerintahkan data kependudukan yang telah selesai diverifikasi dan validasi agar disambungkan ke dalam database kependudukan guna pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.
Sesuai surat tersebut, sebagai pra syarat penerapatn E-KTP, kabupaten dan kota di Jateng harus mengaplikasikan program SIAK standar Kemendagri. "Sampai saat ini Blora belum menerapkan SIAK. Karena itu gubernur minta dilakukan percepatan. Dan di desa Bleboh inilah merupakan awal Program SIAK di Blora," tegas Winoto.(Agung)
Sabtu, 07 Mei 2011
INFOKU edisi 9 - REMBANG-PATI-GROBOGAN-SEMARANG
Bantuan Pemprov Tetap Akan Dicairkan
INFOKU, SEMARANG- Kemungkinan besar Bantuan Pemprov Jateng Rp 8,046 miliar ke Pemkot Semarang tetap akan digunakan. Anggota DPRD menilai ada atau tidak rekomendasi BPK Perwakilan Jateng, bantuan tersebut harus segera dicairkan.
Wakil Ketua DPRD Djunaedi menegaskan, dirinya telah meminta Badan Anggaran untuk segera menggelar rapat.
''Kalau menunggu rekomendasi BPK, waktunya terlalu lama. BPK sendiri personelnya sedang melakukan pemeriksaan di 35 kabupaten/kota. Kalau terlalu lama, penataan wajah kota akan molor. Badan Anggaran harus segera memutuskan,'' tandas dia, Senin (25/4).
Hanya saja, lanjut dia, yang perlu dicarikan solusi adalah proses penggunaan dana itu apakah melalui persetujuan atau pemberitahuan kepada DPRD.
Komisi C sendiri sudah merekomendasikan tidak ada penyimpangan atau dobel anggaran. Sebenarnya, DPRD sudah memiliki pegangan untuk memutuskan hal itu.
''Bagi saya sebenarnya hanya sistemnya saja, persetujuan atau pemberitahuan. Memang di Badan Anggaran ada dua pendapat itu yang menjadikan perlu konsultasi ke BPK. Tetapi kembali lagi, lembaga itu sibuk dan pemkot memerlukan anggaran itu. Hemat saya yang perlu dipecahkan adalah diputuskannya dua pendapat itu,'' tandas dia.
Gelar Rapat
Direncanakan Rabu (27/4) ini, Badan Anggaran akan menggelar rapat untuk menyikapi itu. Bila diputuskan dengan cara persetujuan, tentunya akan meminta Badan Musyawarah (Bamus) untuk mengagendakan rapat paripurna. Sebaliknya dengan pemberitahuan, pemkot bisa segera menggunakan dana bantuan itu.
Soal payung hukum berupa Permendagri No 37/2010 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2011, bagi dia, tidak perlu dipermasalahkan. Sepanjang untuk masyarakat dan ada pelaksanaannya, dewan perlu mendukung.
Sebagaimana diberitakan, sejauh ini dana bantuan Pemprov Jateng Rp 8,046 miliar belum bisa digunakan. Badan Aggaran belum bisa memutuskan karena belum mendapatkan rekomendasi dari BPK.
Mereka berkonsultasi karena ingin mendapatkan kejelasan, mengingat bantuan tersebut akan digunakan dengan mendahului anggaran. Terlebih payung hukumnya Permendagri No 37/2010 yang mengatur peruntukan anggaran seperti dana darurat, dana bencana alam, DAK dan bantuan keuangan bersifat khusus serta pelaksanaan kegiatan dalam keadaan darurat.
Sementara anggota Badan Anggaran, Wiwin Subiyono menyatakan, secara pribadi lebih memilih dengan pemberitahuan. Mengingat pentingnya dana tersebut, pemkot hanya sekadar memberitahukan saja. Terlebih berdasarkan penjelasan Kemendagri, penggunaan medahului anggaran cukup dengan pemberitahuan. (Tanti)
DPRD: Akhir Mei Tol Harus Selesai
INFOKU, SEMARANG- Komisi D DPRD Jateng memberi batas waktu kepada pelaksana proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo untuk melakukan perbaikan dan merampungkan proyek itu hingga akhir Mei 2011.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Komisi D DPRD Jateng, Sasmito, Senin (25/4), di Semarang. Bila sampai akhir Mei mendatang tak juga rampung, Sasmita menegaskan akan membawa permasalahan jalan tol kepada Komisi V DPR.
Dikatakannya, proyek jalan tol Semarang-Solo milik pemerintah pusat sehingga yang bisa melakukan teguran adalah anggota Komisi V DPR yang membidangi perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal. “Kami memberikan batas waktu sampai akhir Mei mendatang sesuai dengan janji pihak pelaksana jalan tol. Jika tak rampung akan kami bawa ke Komisi V DPR,” ujarnya.
Dia menilai peristiwa longsor pada jalan tol lebih baik terjadi sekarang sehingga bisa segera dilakukan perbaikan. “Lebih baik longsor sekarang, daripada longsor terjadi setelah jalan tol dioperasikan malah membahayakan keselamatan pengguna jalan itu,” kata dia.
Survei ulang
Sementara itu, DPRD Jateng mendesak kepada pelaksana proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo melakukan survei ulang kontur tanah yang akan dilalui jalan bebas hambatan tersebut. “Survei ulang kontur tanah ini perlu dilakukan menyusul terjadinya berbagai masalah jalan tol Semarang-Solo,” kata anggota Komisi D DPRD Jateng, Sri Praptono, di Semarang, pekan lalu.
Pernyataan anggota Dewan dari Fraksi PKS ini menanggapi longsor yang terjadi pada ruas jalan tol Semarang-Solo seksi I Semarang-Ungaran pada km 17, di dekat Jembatan Gedawang, Kecematan Banyumanik, Kota Semarang.
Longsor tersebut menyebabkan beberapa tiang beton dan pagar besi pengaman jalan bebas hambatan tersebut porak-poranda sehingga pinggir jalan tol Semarang-Ungaran sepanjang sekitar lima meter menganga tanpa pengaman. Padahal di bawahnya jurang cukup dalam.
Sebelumnya pada bulan Maret 2011 jalan tol seksi I Semarang-Ungaran retak dan ambles sepanjang 200 meter pada km 5.500 sampai km 5.700 di wilayah Susukan, Unguran.
Menurut Sri Praptono pihak pelaksana jalan tol Semarang-Solo terkesan menggeneralisasi sifat kontur tanah sehingga tak cermat dalam melakukan pembangunan konstruksi jalan.
Padahal kontur tanah antara kilometer I dengan kilometer II dan seterusnya berbeda sehingga penanganannya juga seharusnya juga tak sama. “Untuk itu perlu dilakukan survei ulang terhadap kontur tanah seluruh jalan tol Semarang-Solo agar kejadian longsor, jalan ambles dan retak tak terjadi lagi,” ujarnya. (Tanti)
Banyak SKPD Tak Laporkan Aset
INFOKU, SEMARANG- Sebagai besar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng diketahui belum melaporkan asetnya kepada DPPAD.
Hal ini terungkap dalam rapat kerja antara anggota Komisi A DPRD Jateng dengan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jateng di Gedung Berlian Jl Pahlwan, Kota Semarang, Senin (25/4).
Padahal menurut Kepala DPPAD Jateng, Herry Supangat, sudah ada surat edaran dari Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng kepada para kepala SKPD untuk melaporkan semua aset yang dikelola mereka.
“Namun hanya sebagian SKPD saja yang telah melaporkan aset mereka kepada DPPAD. Masih banyak SKPD belum laporkan aset mereka,” ujarnya.
Sampai sekarang, sambung dia, dari ribuan aset yang dikelola SKPD baik berupa bangunan dan tanah, yang telah diserahkan kepada DPPAD Jateng baru sebanyak 54 bidang.
Dengan kondisi ini maka Pemprov Jateng mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset tersebut guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Kami perkirakan total aset Pemprov Jateng nilanya mencapai Rp 13 miliar lebih,” tandasnya.
Berdasarkan data DPPAD Jateng, aset Pemprov Jateng tercatat sebanyak 10.897 aset berupa tanah dan bangunan yang terkonversi dalam 6.321 bidang. Dari jumlah tersebut sebanyak 5,316 bidang telah disertifikasi sedang 839 sisanya masih dalam proses sertifikasi yang ditargetkan rampung pada 2012. (Tanti)
Ulat bulu serang sayuran Dinpertan lakukan penyemprotan
INFOKU, GROBOGAN- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinpertan TPH) Grobogan melakukan penyemprotan insektisida untuk memberantas ulat bulu, menyusul adanya laporan ulat itu mulai menyerang sayuran.
Ulat bulu telah menyerang tanaman sayurannya di Desa Katekan, Kecamatan Brati. Menurut Kades Ketekan, Karmijan, 47, Jumat (15/4), serangan ulat bulu ke sejumlah ladang sayuran terutama terong milik warganya terjadi sepekan terakhir ini.
“Atas laporan warga kemudian saya melaporkan ke Dinpertan TPH Grobogan agar bisa dilakukan penyemprotan. Langkah warga memberantas ulat bulu dengan cara membakar hewan itu tidak maksimal,” terangnya.
Kepala Dinpertan TPH, Ir Edhie Sudaryanto, ketika memimpin penyemprotan ulat bulu di Desa Ketekan, , Brati, mengatakan, penyemprotan itu sebagai langkah pencegahan agar ulat bulu tidak menyerang tanaman komoditi sayuran. Seperti terong, kacang-kacangan serta kedelai.
Saat ini lanjutnya, terdapat enam jenis ulat bulu yang masih satu famili dari ulat lymantrii dea. Ulat tersebut, juga masih satu famili dengan jenis ulat grayak. Untuk penyemprotan terfokus pada generasi pertama ulat-ulat tersebut.
Jangan sampai, ulat-ulat generasi pertama berkembang biak menjadi kupu-kupu yang nantinya akan bertelur dan menyebabkan jumlah ulat bulu terus bertambah.
“Ulat bulu itu bisa berkembang biak hanya dalam satu pohon. Sehingga jika menetas semua telur-telur itu, satu pohon bisa berjumlah ribuan ulat. Maka kalau dibiarkan akan sangat sulit mengendalikannya,” jelas Edhie. (Budi)
Mayat Tanpa Identitas Terapung di Saluran Air
INFOKU, GROBOGAN-Warga sekitar saluran irigasi Sidorejo, Desa Sugihan, Kecamatan Toroh, Kamis (14/4) pagi, dikejutkan adanya mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas terapung di saluran irigasi.
Sosok mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh seorang petani, Sudadi, 65, warga Dukuh Ngasem RT 1/ RW VIII, Kelurahan Depok Kecamatan Toroh, sekitar pukul 07.00 WIB.
Saksi saat itu hendak ke sawah dengan mengendarai sepeda menyusuri saluran irigasi yang letaknya di utara jalur rel kereta api menuju Stasiun Ngrombo Depok.
“Saat saya menyusuri tepian irigasi dengan sepeda, ada mayat terapung terbawa arus air irigasi. Kontan saya berteriak memanggil warga lainnya,” tutur Sudadi.
Warga segera mendatangi lokasi dan sebagian melaporkan hal itu ke Polsek Toroh. Polisi bersama Kepala Puskesmas Toroh, dr Yukanan, langsung mendatangi lokasi. Setelah mayat dievakuasi ke darat tim medis dan polisi langsung melakukan pemeriksaan.
“Dari hasil pemeriksaan diperkirakan meninggal kurang dari enam jam. Hal itu ditandai belum munculnya bau busuk dari mayat itu.”
Polisi tidak menemukan identitas apapun di mayat yang berciri-ciri, tinggi 170 sentimeter. Usia sekitar 60 tahun. Mengenakan celana warna hitam.
Terpisah, Kapolres Grobogan, AKBP Eko Wahyudi Krisgiono SIK melalui Kasatreskrim AKP I Nyoman Widiana SH, mengatakan mayat tersebut diduga kuat seorang gelandangan. (Budi) Penolakan Pendirian Pabrik Semen Makin Berlanjut
INFOKU, PATI- Nampaknya keresahan masyarakat yang bermukim di dekat Pegunungan Kendeng Utara atas klaim kalangan pendukung rencana pembangunan pabrik semen, termasuk sejumlah LSM semakin menjadi.
Setelah menggelar unjuk rasa dengan melibatkan ribuan orang dari Kecamatan Tambakromo, Kayen, dan Sukolilo, Rabu (20/4), langkah menepis klaim tersebut terus berlanjut.
Seperti yang dilakukan warga Desa Brati, Kecamatan Kayen, Kamis (21/4). Hampir seluruh warga desa di lereng Pegunungan Kendeng Utara itu, membubuhkan tanda tangan penolakan pabrik semen di kantor desa setempat.
Kades Brati Nyono mengatakan, mayoritas warganya menyatakan penolakan dengan bukti tanda tangan yang digalang dalam beberapa hari terakhir. Dia mengaku, aspirasi warganya benar-benar murni dan tidak ada unsur paksaan atau kepentingan tertentu.
“Sebagian besar tokoh masyarakat di sini menolak pabrik semen dan diikuti warga lain. Sekarang sudah 80 persen yang menyatakan itu,”ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi warganya, Kades Nyoto juga
menyatakan, akan menolak pihak luar yang berniat masuk ke wilayahnya untuk merusak lingkungan.
Menurutnya, rencana pendirian pabrik semen dengan menambang potensi alam di Pegunungan Kendeng Utara secara besar-besaran mengancam kehidupan warga dan mata pencaharian warganya, yang mayoritas petani.
Penggalangan tanda tangan penolakan pabrik semen sebelumnya telah dilakukan warga Desa Karangawen, Larangan, dan sejumlah desa lain di Kecamatan Tambakromo. Alasan penolakannya hampir sama, yakni merusak lingkungan dan mengancam kehidupan mereka.
Warga Brati Judi menolak jika sebagian besar penduduk desanya mendukung pabrik semen. Jika ada, itu hanya sebagian kecil saja dari total warga yang ada.
“Saya melihat justru ada upaya memecahbelah warga oleh segelintir orang yang mendukung pabrik semen untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya saja,”katanya.
Ketua DPRD Sunarwi SE MM yang turut hadir dalam kesempatan itu menyatakan, pihaknya akan mengikuti apa yang menjadi aspirasi warga. Apalagi, penolakan disuarakan mayoritas warga. (Imam)
Peternak Bebek Awasi Pemberian Ikan
INFOKU, REMBANG – Akibat kematian ribuan ekor bebek milik Sumitro dan Muripah di Desa Sidowayah, Kecamatan Kota Rembang beberapa hari lalu membuat peternak lain waspada. Pasalnya, hal itu dikhawatirkan akan merembet ke bebek peternak lain.
Kasidi, peternak, menuturkan, peternak lain berusaha mengantisipasi agar bebek piaraannya tidak ikutan mati dengan mengawasi makanan yang akan diberikan.
Selama ini, peternak memberi campuran makanan ikan kepada bebek piaraannya. ”Sekarang setelah adanya kematian ribuan ekor bebek itu, kami memantau secara ketat pemberian makanan. Jangan sampai ikan demang yang menjadi makanan bebek tercampur dengan ikan yang beracun seperti ikan bluntak atau kembung,” tandasnya.
Dia menyebutkan, kejadian kematian ribuan ekor bebek beberapa hari lalu mengagetkan peternak lain. Pasalnya, selama ini jarang terjadi kematian massal pada bebek. ”Karena itu, kami berharap agar kematian ribuan ekor bebek itu bisa diketahui penyebabnya. Dengan demikian, peternak tidak cemas dan bisa mengantisipasi,” tegas dia.
Peternakan bebek di areal makam Desa Sidowayah selama ini merupakan penopang utama kehidupan sebagian warga Desa Sidowayah. Apabila bebek mati, warga khawatir penghasilan mereka juga akan lenyap. ”Saya hanya punya 35 ekor bebek. Tapi, itu cukup untuk menunjang kehidupan kami sekeluarga,” ujar dia.
Sementara itu, Lurah Sidowayah Sutono menyatakan pihaknya juga masih menanti hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Pertanian dan Kehutanan. Setelah hasil laboratorium diketahui, kelurahan menyosialisasikan ke warga. (Arti)
Tewas Setelah Terpanggang di Tungku
INFOKU, PATI - Nasib memang tak bisa dihindari, Selasa (19/4) sekitar pukul 17.00 naas dialami Sukaelan (72), warga RT 02 RW 3 Kampung Kranggan, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan Kota Pati. Diduga tekanan darah tingginya kambuh, lelaki itu tewas terpanggang di tungku di dapur rumahnya. Akibat peristiwa tersebut, bagian wajah korban terbakar habis dan bagian dada hangus, karena kejadian yang dialami baru diketahui salah seorang putranya sekitar 15 menit kemudian. Padahal saat kejadian api tungku dari kayu sudah menjadi bara.
Karena itu, kata tetangga korban, Sa'ban (55), dia juga baru mengetahui kejadian tersebut setelah dari dapur rumah tetangganya terdengar teriakan minta tolong. Begitu dia masuk ke dapur, sebagian tubuh korban mulai kepala hingga dada sudah masuk ke lubang tungku.
Hal tersebut tampaknya yang menjadikan muka hingga dada korban hangus terbakar, karena pertolongan datang terlambat. Sebab, saat kejadian rumah memang dalam keadaan sepi karena dua dari empat anaknya perempuan sudah berpisah mengikuti suaminya. Sedangkan, istrinya Sumi (70) pergi berjualan jamu gendong. ”Dengan demikian yang ada di rumah saat itu hanya dua anak lelakinya,”ujarnya.
Karena tidak melihat ayahnya, Sa'ban menambahkan, salah seorang di antara mereka langsung mencarinya ke dapur. Betapa terkejutnya, ketika melihat sebagian tubuh ayahnya sudah masuk ke lubang tungku dengan bagian kepala menghadap ke tungku yang membara.
Saat beberapa saat sebelum kejadian, korban tengah mengambil air di tungku untuk keperluan mandi sore hari. Hal itu dilakukan karena selama ini korban menderita tekanan darah tinggi, sehingga besar kemungkinan saat mengangkat air dalam panci, tekanan darah tingginya diduga mendadak kambuh dan jatuh terlungkup dengan wajah menghadap tungku yang membara.(Imam)
Insektisida Dikira Kopi, Satu Tewas
INFOKU, REMBANG - Satu orang tewas, satu lainnya lemas keracunan setelah salah minum insektisida yang dikira kopi. Nyawa Sukamdi (60), warga Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang tak tertolong. Dia tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Sementara itu Sumingah (50), tetangga korban, menjalani perawatan di UGD RSU Dokter R Soetrasno untuk mengeluarkan racun dalam tubuhnya. Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan.
Kejadian mengenaskan itu bermula saat Minggu (24/4) sekitar pukul 06.00, Sukamdi mendatangi rumah Sumingah, membawa bungkusan plastik berisi gula dan kopi.
Untuk kebutuhan makan, Sukamdi memang kerap mendatangi rumah Sumingah yang telah menganggapnya seperti saudara sendiri, setelah anak satu-satunya merantau dan tinggal di Surabaya.
Sumingah menuruti saja permintaan Sukamdi dengan menyeduh kopi dan gula yang diberikan kepadanya. Dia sempat curiga saat mencicipi kopi buatannya terasa pahit.
’’Meski sudah saya tambah gula tapi tetap saja pahit,’’ tuturnya.
Berkali-kali mencoba kopi buatannya, badannya tiba-tiba keluar keringat dingin dan mengeluh pusing. Dia kemudian sempoyongan dan nyaris pingsan.
’’Saya ditolong Pak Kamdi. Tapi, tidak tahu mengapa kemudian dia yang justru meninggal,’’ ungkapnya.
Diduga, Sukmadi tewas karena ikut meminum kopi pesanannya setelah menolong Sumingah. Belakangan diketahui, bungkusan plastik yang dibawa korban bukan bubuk kopi melainkan furadan, sejenis obat insektisida.
Dokter UGD RSU Dokter R Soetrasno, Esti Nursofiati, menuturkan, korban Sumingah bisa ditolong karena kadar racun dalam tubuhnya masih terhitung kecil. ’’Sementara itu, korban satunya lagi tak bisa diselamatkan dan sudah meninggal saat tiba di rumah sakit. Saat ini kami fokus menolong korban yang selamat,’’ tandasnya. (Arti)
Langganan:
Postingan (Atom)













