Senin, 02 Juli 2012

TOPIK UTAMA - infoku 32


Pendidikan Blora Menurun Siapa Yang Salah
INFOKU, BLORA- Nampaknya Dindikpora Blora harus berbenah, mengingat tahun ini terjadi penurunan prestasi dibidang pendidikan Blora secara menyeluruh.
Penurunan Pretasi yang dimaksud adalah Prosentase tingkat kelulusan Siswa SMP/MTs/SMPLB yakni 98,6 % dibanding tahun lalu yang mencapai 99,1%.
Sebagaimana diketahui Jumlah siswa sekolah SMP/MTs/SMPLB di Kabupaten Blora yang tidak lulus mencapai 172 siswa dari 12.578 siswa yang mengikuti ujian nasional (UN) tahun 2012.
Dari jumlah itu 110 siswa diantaranya adalah dengan status sekolah negeri.  Sedangkan untuk sekolah Swasta ada 12 siswa dan untuk MTs sebanyak 50 siswa.
 “Siswa yang tidak lulus jumlahnya ada 172 siswa, atau mencapai 98,64 persen,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) Blora, Adi Purwanto melalui Kabid Pendidikan Dasar Wardoyo, Sabtu (2/6).
Menurut Wardoyo, jumlah yang tidak lulus pada tahun ini memang lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 115 orang.
“Melihat hal itu maka, kepala Sekolah yang siswanya tidak lulus akan dikumpulkan untuk dilakukan evaluasi bersama,” jelasnya.
Terpisah Ateng Sutarno LSM Wong Cilik saat ditemui mengatakan kenaikan jumlah siswa yang tidak lulus, adanya berbagai dugaan awal.
Menurut Ateng yang juga mantan guru SMPN 5 Blora ini dugaan atau penyebab kurang siapnya para guru, terhadap penerapan Visi dan Misi Bupati Blora terhadap sekolah gratis.
“Sepertinya mereka kurang semangat dalam mengajar murid disekolah,” kata Ateng.
Saat ditanya faktor apa yang menyebabkannya, dia menduga faktor pendapat diluar gaji para guru hilang.
“Sejak adanya Permendiknas dan ditindaklanjuti Perbup, tentang ditiadakanya Sumbangan Siswa Didik atau yang lebih dikenal Uang Gedung dihapuskan, Praktis uang di komite sekolah kosong. Sehingga mereka yang biasa dapat uang tambahan mengajar atau uang jabatan menjadi tidak ada,” jelas Ateng.
Data yang diperoleh infoku sebelum adanya Permendiknas maupun Perbup memang adanya tarikan uang komite sekolah, pada tiap pemerimaan siswa didik baru.
Sehingga sekolah mempunyai uang Komite Sekolah yang cukup banyak, dan dapat digunakan untuk pembiayaan proses kegiatan belajar dan mengajar.
Disamping uang Komite Sekolah digunakan untuk gaji GTT, juga ada uang tambahan jam mengajar bagi para guru, tunjangan kasek, tunjangan Wakasek, Tunjangan Wali kelas, tunjangan guru ekstrakurikuler. 
Sementara terpisah Bupati Blora Djoko Nugroho sangat menyayangkan bila penurunan prestasi para siswa Blora, disebabkan oleh guru yang mempunyai mental seperti itu.
“Saya kira Pemerintah telah memberikan perhatian kesejahteraan yang baik bagi para guru begitu juga bagi sarana dan prasarana, apa yang kurang,” kata Kokok panggilan akrab Bupati Blora ke 27 ini.
Menururutnya Kesejahteraan yang dimaksud adalah Sertifikasi para guru, Insentif GTT dari APBN maupun APBD Propinsi bahkan APBD Kabupaten.
“Harusnya mereka lebih disiplin dan bersemangat dalam bekerja, dan mempunyai strategi yang jitu dalam mengajar sehingga akan menghasilkan kwalitas anak didik yang baik,” tandas Bupati saat Jumpa Pers Jumat (8/6) .
Djoko Nugroho juga menambahkan disamping peran guru disekolah peran orang tua dirumah perlu ditingkatkan dalam mengawasi dan membimbing putra-putrinya. (Agung)
  

Adi Purwanto (Kadindikpora)
Insentifkan Pembinaan Para Guru
INFOKU, BLORA- Untuk mengatisipasi penurunan semangat mengajar para guru menjadi perhatian yang serius dari Adi Purwanto selaku kadisdipora Blora.
“Memang perlu perhatian serius untuk menghadapi para guru yang semangat dalam mengajar siswanya,” katanya.
Artinya lembaganya harus lebih aktif dan rajin melakukan pembinaan bagi para pendidik.
Hal ini dimaksud untuk menggugah kesadaran para guru tentang penting mendidik siswa secara serius.
Disisi lain Adi juga menambahkan untuk meningkatkan prestasi yang harus lebih baik dari tahun sebelumnya perlu persiapan yang lebih matang dalam menghadapi ujian ditahun mendatang.
“Sekolah hendaknya lebih memperhatikan para siswanya dalam menerima pelajaran yang diajarkan para guru,” tegasnya.(Agung)




Ateng Sutarno (Mantan Guru SMPN 5 Blora)
RSBI Bukan Jaminan Lebih Baik
INFOKU, BLORA- Disisi lain dari kelulusan menurut Ateng perlu dikaji lagi tentang apakah layak RSBI tetap dipertahankan keberadaannya di Blora.
Alasan dia mengatakan itu disebabkan rata-rata NEM siswanya, boleh dikata dibawah dari Sekolah Umum.
“Saya setuju, banyak orang yang mengatakan Sekolah RSBI Bukan Jaminan lebih baik dari Sekolah lain pada umumnya,” kata Ateng.
Bahkan di Olimpiade Saint SMP baru-baru ini persaingan RSBI dengan SSN sangat ketat sekali bahkan sekolah pinggiran yang sebelumnya tidak diperhitungkan justru menyodok diatas.
Untuk itulah dia berharap agar tahun depan sekolah yang berstatus RSBI wajib lebih baik dari tahun ini.
“Janganlah kepercayaan orang tua siswa pada sekolah RSBI, dengan biaya yang dikeluarkanya lebih banyak di banding sekolah lain, sia-sia adanya,” tandas Ateng.(Agung)
 klik gambar>>>baca model TABLOID

GAGASAN REDAKSI - INFOKU 32


Bangkit Bersama Melawan Korupsi
Tanggal 20 Mei 1908 merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dan peristiwa tersebut menjadi salah satu embrio paling penting dalam sejarah lahirnya Indonesia.
Bermula dari pertemuan sebuah gagasan-gagasan besar nan cerdas dari dua anak bangsa yang terpelajar, yakni dr. Wahidin Sudirohusodho dan Dr. Soetomo, lalu berdirilah Boedi Oetomo.
Embrio inilah yang kemudian melahirkan semangat nasionalisme Indonesia dan menjadi awal era kebangkitan nasionalisme Indonesia. Dan semangat tersebut beresonansi cukup panjang panjang sampai tahun 1928.
Dan berlanjut pada lahirnya Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam rangkaian sejarah itulah, lahir anak-anak negeri yang cerdas atau terdidik hasil dari celupan "Boedi Oetomo".
Generasi muda Indonesia yang cerdas, tangguh, pantang menyerah ketika menghadapi setiap tantangan zaman imperialism asing.
Kini usia kebangkitan nasional bangsa ini telah memasuki usia 104 tahun. Sebuah usia yang sudah penuh dengan kematangan.
Dan di hari Kebangkitan Nasional di tahun 2012 ini, diharapkan semua anak bangsa ini melakukan refleksi dan revitalisasi semangat nasionalisme dan kebangkitan baru menuju bangsa yang lebih beradab dan mandiri.
Bangkit Bersama Membangun Negeri, adalah satu tema penting yang perlu dimunculkan dan dikampanyekan, mengingat negeri ini sedang dilanda berbagai krisis multidimensional yang tak kunjung surut.
Hari kebangkitan nasional ini merupakan hari yang sangat monumental sekali bagi berjalannya bangsa ini sampai sekarang.
Nilai-nilai dan semangat keberagaman dan kebinekaan mampu diintegraskan dalam ketunggalan yakni indonesia. Meskinpun berlatar budaya dan sosial yang berbeda-beda, ada Jong Sumatera, Jong Java, dan yang lainnya.
Namun semua itu mampu menyatukan rakyat Indonesia untuk bersatu, berjuang dan bangkit untuk melawan penjajahan.
Pada 104 tahun Kebangkitan Nasional ini merupakan mementum yang sangat pas bagi anak bangsa ini, terutama para elit negeri ini untuk berintrospeksi, refleksi dan bangkit dari berbagai keterpurukan.
Saat ini negeri yang sudah 65 tahun merdeka, masih dihadapkan pada berbagai persoalan serius. Salah satu diantaranya adalah masalah korupsi.
Dalam memperingati 104 tahun Kebangkitan Nasional ini, kita membutuhkan spirit kebersamaan dan kebangkitan semua elemen bangsa ini, terutama para pemimpin negeri ini untuk berjuang secara konsisten melawan "penyakit bangsa ini" yakni  korupsi.
Masalah ini yang saat ini menjadi ancaman serius yang dihadapi bangsa ini. Korupsi ini yang menjadikan rakyat dan negeri ini loyo, miskin, dan tak berdaya dan bahkan telah menggerogoti sendi-sendi kehidupan masyarakat dan negeri ini.
Korupsi sudah seperti tumor ganas, bukan lagi seperti bisul yang masih bisa ditutup-tutupi.
Di tengah kehidupan bangsa indonesia yang karut-marut ini, kita membutuhkan orang-orang bersih dan jujur yang mampu memberantas penyakit kronis bangsa tersebut.
Kita butuh dan mendambakan hadirnya seseorang atau kelompok orang yang berjuang secara konsisten dan lebih dari itu orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan konsisten untuk melakukan sesuatu dengan gagasan dan aksi konkrit untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara.
Penyakit KronisTingkat korupsi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dan menjadi penyakit kronis.
Data Lembaga Transparancy Internasional menyebutkan tahun 2011 Indonesia memiliki indeks persepsi korupsi 2,8, dengan skala 0 hingga 10, Indonesia dipersepsikan sangat korup. Indeks itu tidak berubah dari indeks tahun 2009 dan 2010. Dari 178 negara  yang disurvei, Indonesia berada di peringkat 110.
Sedangkan di Asia, Indonesia menempati peringkat ke-empat negera terkorup. Seretetan kasus-kasus Kasus semakin menegaskan menjamurnya mentalitas korup di negeri ini.
Semakin hari wajah negeri ini sepertinya tidak bisa dikenali lagi jati dirinya. Berbagai skandal, kongkalingkong, konspirasi, dan persengkongkolan jahat telah menjadi bagian dari perilaku elit negeri ini dan perilaku tersebut menjadi tontonan yang memuakkan.
Moralitas bangsa ini sedang berada pada titik nadir. Sehingga menjadikan sendi-sendiri kehidupan negeri ini mengalami kerapuhan yang begitu masif dan sistemik. Bangsa ini sulit bangkit dan maju karena korupsi yang begitu parah.
Apakah negeri ini akan mengalami ajalnya?
Bangsa dan negeri ini memilii modal dan potensi yang sangat besar, baik dari segi SDM maupun SDA.
Dengan kedua modal dan potensi besar itu, kita yakin negeri ini bisa bangkit dan maju setara dengan bangsa-bangsa lain.
Dan kebangkitan bangsa ini dari keterpurukan tak bisa dibebankan pada individu atau kelompk tertentu.
Semua elemen bangsa ini, baik di pemerintah, elit politik di DPR, maupun ormas dan NGO memiliki tanggung jawab yang sama sebagai bentuk kebersamaan kita dalam melakukan perubahan dan perbaikan.
Singkat kata, panjajahan yang paling bahaya dan membahayakan negeri ini adalah pejajahan aset negara dan rakyat oleh para koruptor.
Penjajahan ini jauh lebih dahsyat dampaknya daripada penjajahan secara fisik.
Karena itu, perjuangan di era kebangkitan ini adalah bagaimana bangkit dan berjuang melawan korupsi.
Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada!.
(Penulis: Drs Ec. Agung Budi Rustanto – Pimpinan Redaksi Tabloid INFOKU)
 klik gambar>>> baca model TABLOID

POLITIK & HUKUM - infoku 32


Kodim Blora Gelar Penyuluhan Hukum 
INFOKU, BLORA- Dalam rangka mewujutkan Prajurit dan PNS Angkatan Darat yang handal, profosional dan bermoral,  Kodim Blora gelar penyuluhan hukum
Dalam kegiatan ini menghadirkan Tim penyuluh dari Kumdam IV/Dip Kapten Chk Silaen, SH dan PNS Murdiyanti, SH,
Adapun materi yang disampaikan tentang Narkoba, THTI, Desersi, LLAJ, Sangsi ADM dan Asusila.
Peserta yang hadir adalah seluruh anggota dan satuan Dinas jawatan jajaran Kodim 0721/Blora, bertempat di Aula Kodim Blora. Selasa ( 5/6 ) lalu.
Dalam sambutanya Komandan Kodim Blora Letkol Kav Abd. Haris, SIP mengungkapkan dengan adanya penyuluhan hukum ini diharapkan kedepan anggota akan lebih tahu dan mengerti tentang hukum.
Harapannya dengan pengetahuan tersebut akan timbul kedisiplinan, ketaatan dan kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku.
Disamping itu untuk mengurangi angka pelanggaran serta menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajutit yang ke 2 (dua) yakni Tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan.(Endah)

PAC PDI P Cepu Peringati Lahirnya Pancasila di Blitar
INFOKU, CEPU- Memudarnya semangat dan jiwa Pancasila akhir-akhir ini menyulut rasa prihatin dari berbagai kalangan.
Salah satu yang merasa sedih adalah PAC PDI Perjuangan Cepu, untuk kembali menggugah semangat dan jiwa Pancasila ini, mereka berupaya dengan nyekar langsung di makam sang pencetus Pancasila Bung Karno di Blitar, Minggu (3/6).
            Ketua PAC, Soeyono berharap kedatangan ke makam sang Proklamator ini mampu membangkitkan kembali  jiwa Pancasila di hati para pengurus PDI P Cepu.
“Di sini kita tidak bersenang-senang tetapi merenungi kembali Pancasila yang semakin luntur, sepulang dari sini semoga kita bisa lebih bersemangat dalam berjuang  di masyarakat,” harapnya.
            Bulan Juni adalah bulan istimewa bagi pengikut dan simpatisan Bung Karno, khususnya warga PDI Perjuangan, selain hari lahir Pancasila, Bung Karno juga dilahirkan pada bulan Juni.
Tak heran bila di kota ini sudah mulai ditata karena kurang lebih dua minggu kemudian akan diadakan haul Bung Karno. Haul ini biasanya dihadiri para simpatisannya dari seluruh Indonesia.(Agustina)
 klik gambar>>>baca model TABLOID

Minggu, 01 Juli 2012

PEMKAB BLORA - INFOKU 32


Kuota untuk Siswa Kurang Mampu Wajib ada Di RSBI
 INFOKU, BLORA- Rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) diwajibkan  menyediakan kuota untuk siswa kurang mampu namun pintar.
‘’Kuota minimal 20 persen dari total peserta didik RSBI. Kuota tersebut untuk siswa kurang mampu,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Adi Purwanto, Sabtu (26/5).
Selama ini RSBI terkesan sebagai sekolahnya para siswa kaya karena biaya yang mahal. Menurut Adi Purwanto pemberian kuota tersebut guna memberikan kesempatan kepada warga kurang mampu menikmati pendidikan berkualitas.
Dia meminta pihak sekolah menyosialisasikan adanya kuota tersebut kepada khalayak, sehingga masyarakat luar mengetahuinya.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomer 48/2008 tentang Pendanaan Pendidikan serta Permendiknas nomor 78/2009 tetang Penyelenggaraan RSBI antara lain disebutkan bahwa sekolah (RSBI) harus membebaskan semua biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu.
Karena itu, Adi Purwanto yang juga mantan kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan agar sekolah penyelenggara RSBI tidak menyembunyikan aturan itu. ‘’Kami akan awasi pelaksanaan aturan tersebut. Penyelenggara RSBI harus melaksanakan aturan itu,’’ tegasnya.
Lebih lanjut Adi Purwanto menjelaskan kuota 20 persen dari jumlah peserta didik untuk siswa kurang mampu di RSBI adalah untuk memberikan kesempatan yang sama pada semua masyarakat.
Karena itu, jika ada masyarakat kurang mampu namun dari sisi akademis layak masuk RSBI, maka sekolah tidak boleh menolaknya. ‘’Aturannya sudah sangat jelas. Aturan tersebut harus dilaksanakan,’’ tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya ada enam sekolah penyelenggara RSBI di Blora. Yakni SMAN 1 Blora, SMKN 1 Blora dan SMK Migas Cepu, SMPN 1 Blora dan SMPN 2 Blora serta SMPN 3 Cepu.(Endah/AM)

 
Lanud Ngloram  Segera Difungsikan
INFOKU, CEPU- Kalau ke Cepu melalui Juanda (Surabaya) ternyata cukup jauh dan melelahkan. Melalui Semarang (Ahmad Yani) atau Solo (Adi Sumarmo) jalannya jelek dan melelahkan juga.
Sebenarnya paling enak jika bisa langsung turun di Cepu (di Lanud Ngloram), sayang sekali lanud ini belum bisa digunakan. Demikian antara lain dikatakan Sekjen Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Waryono Karno, Kamis (7/6) saat melalukan wisuda 309 mahasiswa PTK Akamigas Tahun Akademik 2011/2012, di aula Turibang Cepu.
            Hal ini sesuai dengan KMK 96 tahun 2007 bahwa pejabat negara harus mengoptimalkan sarana negara, bila tidak maka bisa diambil alih Menteri Keuangan. Menurut ketentuan ini bila pejabat tidak memfungsikan secara optimal aset tersebut akan diambil alih negara.
            Seusai melantik para mahasiswa PTK Akamigas, rombongan Waryono Karno yang mewakili Jero Wacik (Menteri ESDM) karena berhalangan hadir ini, meluncur menuju ke lokasi Lanud Ngloram yang terletak di Cepu sebelah selatan.
                "Membiarkan aset terbengkalai itu dosa. Suka tidak suka mari kita bangun kembali lapter Ngloram," ujarnya saat menghadiri wisuda mahasiswa PTK Agamigas Cepu, Kamis (7/6).
Lahan di lapter Ngloram adalah milik Kementerian ESDM. Lapter yang dibangun 1980 itu sejak 1984 sudah tidak aktif lagi.
Pemkab Blora menghendaki pemerintah pusat mengaktifkan kembali lapter Ngloram seiring berproduksinya minyak dan gas di Blok Cepu. "Aset itu akan kami serahkan ke Kementerian Keuangan," tandas Waryono.
Pembahasan pengaktifan kembali lapter Ngloram sempat dilakukan beberapa kali di Jakarta. Itu terjadi setelah Pemkab Bojonegoro Jawa Timur menghendaki di daerahnya dibangun lapter. Padahal jarak lapter Ngloram dengan Bojonegoro hanya sekitar 15 kilometer.
Hanya saja tampaknya pemerintah pusat lebih menghendaki lapter Ngloram diaktifkan guna mendukung mobilitas perminyakan di wilayah Blok Cepu. "Saya ingin mendarat di Ngloram, bukan di Djuanda, Ahmad Yani maupun Adi Soemarmo," kata Waryono menjawab harapan Bupati Blora, Djoko Nugroho.
Sementara itu Bupati Blora Djoko Nugroho dalam sambutannya selain menyinggung masalah Lanud Ngloram agar segera digunakan juga berterimakasih karena PNS khususnya dari Pemda mendapat kesempatan menimba ilmu di PTK Akamigas.
“Kesempatan mendapa ilmu dari Akamigas ini akan sangat berguna untuk mengelola minyak dan gas bumi di Blora,” ujarnya.
            Bupati Blora juga mengikuti rombongan dari Jakarta untuk meninjau Lanud Ngloram, setelah sebelumnya diminta untuk sering ke Jakarta sehingga masalah pelaksanaan Lanud Ngloram dapat segera terealisasi. Jika telah difungsikan banyak sekali keuntungan yang diperoleh Blora, khususnya Cepu karena akses transportasi ke Cepu dan sebaliknya akan lebih lancar. (Agustina/Endah)
Foto : Bupati Blora Djoko Nugroho saat mendampingi rombongan dari Kementrian ESDM di Akamigas 
klik gambar>>baca model TABLOID

BLORA - infoku 32


Jalan Purwodadi-Blora Dibeton
INFOKU, BLORA- Pengerjaan infrastruktur berupa pengecoran jalan di beberapa titik mulai dari Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan sampai Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora terus dikerjakan, terdapat sembilan titik pembangunan.
Pembangunan jalan itu berupa peninggaian 30 sentimeter, dengan tujuan untuk memperlancar arus lalu-litas perekonomian, terutama menjelang lebaran bulan Agustus 2012. Sehingga sampai kini, lalu-lintas menuju ke dua kabupaten itu masih jauh dari nyaman.
Beberapa pekerjaan yang dilaksanakan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah ini tak urung membuat kemecatan lalu-lintas, sehingga diatur dengan sistem buka tutup. Tidak tampak petugas pengatur lalu-lintas, yang ada hanya warga yang secara sukarela mengatur lalu-lintas.
Sampai hari Sabtu minggu lalu, kemacetan paling parah terjadi di Desa Pacing, Kecamatan Kunduran Blora, dimana di sana tengah dikerjakan pembuatan talud beton sepanjang lima km.
Pembuatan talud beton ini merupakan bagian dari pegerjaan peninggian jalan dengan memakan biaya Rp 176.116.000 selama 120 hari pengerjaan. Proyek ini mulai dikerjakan pada 23 Pebruari dan selesai 21 Juni 2012. "Jadi dimungkinkan sebelum lebaran jalan sudah baik dan (lalu-lintas) lancar," kata salah Sugiyo, salah satu pekerja.(Endah/AM)
Foto : Sebagaian jalan yang telah selesai di Cor


Pelari Blora Tampil di Kejuaraan Atletik Asia
INFOKU, BLORA- Wajah-wajah yang membawa nama harum kabupaten Blora sangat diharapkan oleh bupati dan seluruh rakyat Blora, adalah sangatlah didambakan.
Seperti Prestasi yang ditorehkan pelari asal Blora, Tri Sutrisno, di tingkat nasional dan Asia Tenggara membawanya tampil di kejuaraan atletik tingkat Asia.
Pelari yang hingga kini dibina klub atletik Migas Cepu tersebut akan memperkuat kontingen Indonesia di kejuaraan Asian Junior Atletik Championship ke-15 di Colombo Srilangka, 9-12 Juni.
"Dia berangkat bersama 16 atlet lainnya dari Indonesia. Tri Sutrisno merupakan atlet satu-satunya dari Jawa Tengah," ujar Pelatih Atletik Blora, Heri Sutiyono, Senin (4/6).
Menurutnya keikutsertaan Tri Sutrisno dalam kejuaraan di tingkat Asia tersebut setelah yang bersangkutan menjuarai kejuaraan atletik remaja dan yunior di Jakarta belum lama ini.
Heri Sutiyono mengungkapkan atlet Indonesia yang berangkat ke Colombo antara lain berasal dari Jawa Timur, Jakarta, Maluku, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah serta Maluku Utara.
Heri Sutiyono menuturkan PB PASI telah menyiapkan para atlet tersebut dengan baik. Yakni melalui pemusatan latihan nasional maupun latihan di klub di daerah masing-masing. Hanya saja ia tidak bisa memprediksi apakah Tri Sutrisno mampu meraih prestasi di kejuaraan tingkat Asia itu.
"Kalau untuk kelompok remaja, Tri Sutrisno kemungkinan besar bisa meraih prestasi. Tapi sekarang dia berlaga di kelompok yunior. Lawannya pasti lebih berat.
Meski begitu kami berharap dia membawa salah satu gelar juara untuk mengharumkan nama Indonesia dan tanah kelahirannya, Blora. Kami mohon doa restunya," tandas Heri Sutiyono.
Di kejuaraan atletik Asia di Colombo tersebut, Tri Sutrisno tampil di nomor lari halang rintang jarak 3.000 meter.(Lukman)
Foto Tri Sutrisno
klik gambar>>>baca model TABLOID