Selasa, 12 Juni 2012

Pemkab Blora - INFOKU 31


Edisi terbaru Segera dapatkan dikios Terdekat

Gagal Serap Anggaran - Ka SKPD Terancam Sanksi
INFOKU, BLORA- Berkali-kali disetiap kesempatan Bupati Djoko Nugroho memerintahkan para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk tidak ragu dalam bekerja.
Hal itu dikemukakan bupati agar tidak terulang kembali rendahnya penyerapan anggaran APBD seperti yang terjadi tahun lalu.
"Kami minta jangan ragu apalagi takut. Laksanakan seluruh kegiatan dengan baik tahun ini sesuai ketentuan atau peraturan yang berlaku," ujar Bupati,ketika ditemui Infoku Muinggu lalu.
Penyerapan anggaran melalui pelaksanaan kegiatan tahun ini mendapatkan perhatian serius bupati.
Itu antara lain dicerminkan dengan dibuatnya kesepakatan antara bupati dan para kepala SKPD.
Berdasarkan kesepakatan itu, Djoko Nugroho yang juga mantan komandan Kodim Rembang akan mengganti kepala SKPD yang tidak bisa melaksanakan semua kegiatan yang dananya telah dianggarkan dalam APBD 2012.
Kesepakatan itu dilakukan dalam penyampaian Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA), belum lama ini.
Di tahun 2011 cukup banyak kegiatan atau proyek yang telah direncanakan dalam APBD namun tidak dilaksanakan.
Akibatnya sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) 2011 membengkak, yakni mencapai Rp 165 miliar. Padahal di tahun 2010 realisasi silpa sebesar Rp 87 miliar.
Dengan demikian realisasi silpa 2011 naik Rp 78,7 miliar (90,4 persen). Realisasi belanja selama 2011 hanya 86,36 persen.
Tak ingin hal itu terulang lagi, bupati pun menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya pembentukan tim percepatan pembangunan daerah.
"Kami minta jangan ada yang tersinggung dengan dibentuknya tim tersebut atau apapun namanya tim percepatan ini.
Kami ingin tahun ini ada perubahan signifikan terkait pelaksanaan kegiatan pembangunan," tandas bupati kelahiran Cepu tersebut.
Selain dibentuk tim percepatan pembangunan daerah, berbagai upaya lainnya juga bakal dilakukan agar terjadi peningkatan kualitas realisasi belanja 2012.(Agung)


Terancam Tak Punya E-KTP
INFOKU, BLORA- Pemerintah pusat hanya memberikan kuota perekaman E-KTP untuk sebanyak 647 ribu warga Blora.
Padahal hampir setiap hari dipastikan jumlah warga yang wajib memiliki KTP selalu bertambah. Hingga saat ini saja jumlah mereka telah mencapai lebih dari 75 ribu orang.
Itu terjadi karena mereka telah berusia 17 tahun, sudah menikah atau pengajuan baru lantaran pindah domisili dari daerah lain ke Blora.
Warga wajib KTP baru tersebut dipastikan tak akan direkam datanya dalam program E-KTP reguler yang akan berakhir 30 Oktober 2012.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Blora, mengupayakan agar mereka masuk dalam program E-KTP dengan dana yang dianggarkan Pemkab Blora.
"Kami laporkan kepada bupati terkait bertambahnya warga wajib KTP tersebut. Penyikapannya seperti apa termasuk anggarannya dalam perubahan APBD seperti apa, kami menunggu petunjuk bupati," ujar Kepala Disdukcapil Blora, Winoto, Kamis lalu.
Dalam program perekaman hingga penerbitan E-KTP 2012, pemerintah tidak memungut biaya, alias gratis.
Namun setelah program tersebut berakhir Oktober 2012, setiap perekaman data hingga penerbitan E-KTP baru membutuhkan biaya tidak kurang dari Rp 35.000 per orang.
"Apakah biayanya dipungut dari warga atau Pemkab yang menanggung biaya tersebut, kami masih belum memutuskan.
Itu tergantung kebijakan dari bupati dan persetujuan DPRD, sebab hal tersebut menyangkut anggaran cukup besar yakni mencapai miliaran rupiah," tandas Winoto.(Endah/AM)
klik gambar>>>baca model TABLOID

Jumat, 08 Juni 2012

BLORA - INFOKU 31


MCL Diharapkan Aktifkan Lapangan Minyak Blora
INFOKU, BLORA- PT Blora Patragas Hulu (BPH), perusahaan daerah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, meminta Mobil Cepu Limited (MCL) mengaktifkan lapangan minyak Blok Cepu di daerah Blora.
Selama ini MCL selaku operator Blok Cepu memfokuskan mengeksplorasi dan mengeksploitasi lapangan minyak di Bojonegoro, Jawa Timur.
Direktur PT BPH Blora, Christian Prasetya, Kamis (10/5), mengatakan, selama ini lapangan minyak di Blora belum disentuh sama sekali.
Padahal dengan dioperasikannya lapangan minyak di Blora, bagi hasil participating interest (PI) atau penyertaan modal Blora bisa meningkat, sehingga bisa menambah pemasukan kas daerah.
"Pada 2011 Blora mendapatkan bagi hasil PI Rp 1,9 miliar. Sebanyak 60 persennya, yaitu Rp 1,1 miliar, sudah diserahkan ke kas daerah, sesuai Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang PT BPH," katanya.
Lapangan minyak Blok Cepu berjumlah sembilan lapangan, tujuh di Kabupaten Bojonegoro dan dua di Kabupaten Blora. Lima di antaranya sudah diolah dan berada di Bojonegoro. (Endah)



Warga Diminta Urus KTP Reguler
INFOKU, BLORA- Masyarakat tetap harus mengurus kartu tanda penduduk (KTP) reguler jika masa berlakunya habis di saat dilakukan perekaman data KTP elektronik (E-KTP).
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Blora, Winoto, Senin (23/4), mengemukakan selama ini kerap muncul pertanyaan dari sejumlah warga terkait perekaman E-KTP.
Salah satunya adalah apakah warga tetap harus mengurus KTP reguler ketika masa berlakunya habis padahal saat bersamaan data warga tersebut telah  direkam dalam E-KTP.
"Misalnya saja KTP reguler salah seorang warga masa berlakuknya habis 1 Mei 2012. Apakah ia harus mengurus atau memperpanjang KTP reguler lagi sementara ia sudah melakukan perekaman data E-KTP.
Apakah tidak menunggu terbitnya fisik E-KTP. Jawabnya adalah warga itu harus tetap mengurus perpanjangan KTP reguler," ujar Winoto.
Dia menegaskan sebelum terbit fisik E-KTP maka KTP reguler masih tetap berlaku. Menurut Winoto hingga kini belum ada kepastian kapan fisik E-KTP tersebut diterbitkan oleh pemerintah pusat.
"Tugas kami melakukan perekaman data E-KTP dari para wajib KTP. Data itu kemudian kami laporkan ke Kementerian Dalam Negeri. Dari situlah nanti fisik e-KTP terbit.
Namun hingga saat ini kami belum mendapatkan kepastian kapan fisik e-KTP tersebut terbit. Informasi awal pada awal 2013," tandasnya.
Perekaman data E-KTP di Blora dimulai sejak Selasa (3/4) dan akan berakhir 31 Oktober. Hingga pekan ini warga yang datanya sudah direkam mencapai sebanyak 77.011 orang atau 10,28 persen dari jumlah warga wajib KTP sebanyak 749 ribu jiwa.(Endah/AM)
 klik gambar >>>baca model TABLOID

EXXON - infoku 31


klik gambar===>baca model TABLOID

Selasa, 05 Juni 2012

Lintas Kecamatan - INFOKU 31


Pelestarian Tradisi Kampung
INFOKU, TUNJUNGAN- Masyarakat Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, menggelar Festival Seni Kampung, 19-20 Mei 2012 lalu.
Festival itu bertujuan memperkenalkan potensi desa baik di bidang seni budaya maupun ekonomi.
Kegiatan itu akan disi dengan permainan tradisional, pameran kerajinan dan kuliner,layar tancep, dan melukis sekampung. Selain itu akan dipentaskan pula seni keroncong, barongan, kentrung, ketoprak, dan jambean.
"Kami ingin festival kampung menjadi pengingat sekaligus pelestari tradisi-tradisi kampung yang sudah mulai tergeser zaman," kata Pungky, seniman Blora sekaligus salah satu penggagas acara itu.
 
CERIA; Bupati Blora Djoko Nugroho disambut ceria oleh anak-anak Dalam Festival yang bertajuk Pelestarian Tradisi Kampung
Festival itu, Pungky menambahkan, diharapkan mampu menjalar ke desa-desa lain. Melalui kegiatan itu, desa secara mandiri mampu menunjukkan potensi sekaligus melestarikan tradisi. (Endah)


SMK Ma’arif Raih ISO 9001:2008

INFOKU, TUNJUNGAN- Setelah berjuang di bidang pendidikan selama bertahun-tahun akhirnya SMK Ma'arif Blora menerima sertifikat manajemen mutu ISO 9001:2008 dari PT TUV Reinland, yang diserahkan kepada Bupati Blora Djoko Nugroho.
Selanjutnya Bupati Blora Djoko Nugroho menyerahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Blora Adi Purwanto.
Dan Kemudian diberikan kepada Kepala SMK Ma'arif Blora H Suratman, di Kampus SMK setempat, Selasa (8/5).
Bupati Blora Djoko Nugroho meminta agar SMK Ma'arif bisa memberikan kontribusi demi kemajuan pendidikan di Blora.
Untuk itu sebagai sekolah yang bernapaskan islam, maka peningkatan moral harus di kedepankan dan ditanamkan betul kepada seluruh siswa.
"Selain bidang akademik, peningkatan moral harus menjadi ciri khas bagi siswa di SMK ini," pesannya.
Sementara itu Suratman mengatakan, kalau penerimaan sertifikat manajemen mutu bukan merupakan tujuan akhir, justru pascapenerimaan ISO harus lebih baik dan semakin berkembang dalam segala hal untuk meningkatkan kualitas siswa.
"Salah satunya kami tidak alergi terhadap masukan dan kritikan dari masyarakat, khususnya orang tua murid, sebab itu semua untuk kemajuan sekolah dan siswa," katanya.
Selain penyerahan ISO, sekaligus memperingati Harlah yang ke-17. Siswa yang ada saat ini ada tiga jurusan yaitu adminsitrasi perkantoran, administrasi akuntansi dan teknik komputer jaringan.
Untuk tahun ajaran baru nanti, lanjut Suratman, akan ada penambahan jurusan lagi yaitu teknik sepeda motor, teknik kendaraan ringan dan teknik ototronik.(Endah/Agung)

 

ZODIAK - infoku 31


klik gambar >>>baca model TABLOID